Gelombang Pangandaran Capai 2,7 Meter, Ini Prakiraan BMKG
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pantai Batu Hiu, Pangandaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gelombang Pangandaran mencapai 2,7 meter dalam prakiraan BMKG pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kondisi tersebut masuk kategori tinggi, sementara cuaca Pangandaran di wilayah perairan berubah dari berawan tebal hingga cerah berawan dan kembali berawan tebal sepanjang hari.
Selain tinggi gelombang, angin Pangandaran juga menjadi perhatian. Kecepatan angin diprakirakan mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam pada pagi hari. Kondisi laut kemudian berangsur berubah pada 9 dan 10 Oktober, sebelum gelombang kembali mencapai 2,7 meter pada awal 11 Oktober.
Gelombang Pangandaran Mencapai 2,7 Meter
BMKG menetapkan periode prakiraan Perairan Pangandaran mulai 8 Oktober pukul 00.00 hingga 11 Oktober 2026 pukul 00.00. Pada awal periode tersebut, tinggi gelombang berada di angka 2,6 meter.
Memasuki pukul 06.00 WIB, gelombang meningkat menjadi 2,7 meter. Angka tersebut kembali muncul mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB. Sementara itu, pada pukul 22.00 dan 23.00 WIB, tinggi gelombang sedikit turun menjadi 2,6 meter.
BMKG juga memasang peringatan potensi gelombang tinggi 2,7 meter untuk perairan tersebut. Karena itu, masyarakat yang memiliki aktivitas di laut perlu memperhatikan perkembangan prakiraan serta arahan dari otoritas terkait.
Kondisi tersebut menjadi penting terutama bagi nelayan, awak kapal, maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan. Sebab, perubahan tinggi gelombang dapat memengaruhi keamanan pelayaran dan kegiatan di laut.
Angin Pangandaran Capai 15 Knot pada Pagi Hari
Selain gelombang, perubahan kecepatan angin Pangandaran juga terlihat cukup jelas dalam prakiraan per jam.
Pada tengah malam hingga pukul 04.00 WIB, angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 12 knot. Kemudian, sekitar pukul 05.00–06.00 WIB, arah angin berubah menjadi tenggara.
Memasuki pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, kecepatan angin mencapai 15 knot. Setelah itu, kecepatannya turun menjadi sekitar 12 knot pada pukul 11.00 WIB dan sekitar 10 knot mulai tengah hari hingga malam.
Jika dikonversikan, 15 knot setara dengan sekitar 28 kilometer per jam. Namun, angka kecepatan angin tidak dapat digunakan sendirian untuk menilai kondisi pelayaran.
Sebaliknya, pengguna laut perlu melihat kombinasi angin, tinggi gelombang, cuaca, arus, serta perkembangan prakiraan terbaru sebelum melakukan aktivitas.
Cuaca Berubah Sepanjang 8 Oktober
Dari sisi cuaca, perairan Pangandaran mengalami perubahan dalam satu hari.
Pada pukul 00.00 WIB, BMKG memprakirakan kondisi berawan tebal. Kemudian, mulai dini hari hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi berubah menjadi cerah berawan.
Memasuki pukul 11.00 WIB, cuaca berubah menjadi berawan. Setelah itu, kondisi berawan tebal mendominasi mulai sekitar tengah hari hingga malam. Pada pukul 21.00 WIB, cuaca kembali berawan sebelum berawan tebal pada pukul 23.00 WIB.
Suhu udara berada di kisaran 24–25 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berada sekitar 88–92 persen.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca laut tidak selalu sama sepanjang hari. Karena itu, pembaruan prakiraan tetap penting meskipun kondisi cuaca pada saat keberangkatan terlihat relatif baik.
Gelombang Turun pada 9–10 Oktober, Lalu Naik Lagi
Perkembangan berikutnya justru menjadi bagian penting dari prakiraan BMKG.
Pada 9 Oktober, tinggi gelombang masih mencapai 2,6 meter pada tengah malam dan dini hari. Namun, angkanya berangsur turun menjadi 2,5 meter pada pagi hari, lalu 2,4 meter dan 2,3 meter pada siang hari.
Memasuki sore hingga malam, tinggi gelombang berada sekitar 2,2 meter dengan kategori sedang. Pola tersebut berlanjut pada awal 10 Oktober, ketika gelombang berada di sekitar 2,2–2,4 meter.
Namun, kondisi kembali berubah pada malam 10 Oktober. Tinggi gelombang naik menjadi 2,6 meter pada pukul 18.00 dan 21.00 WIB.
Kemudian, pada 11 Oktober pukul 00.00 WIB, BMKG memprakirakan gelombang kembali mencapai 2,7 meter dengan kategori tinggi.
Dengan demikian, periode tersebut menunjukkan pola yang cukup dinamis. Gelombang tidak hanya tinggi pada 8 Oktober, tetapi sempat menurun pada 9–10 Oktober sebelum kembali meningkat menjelang awal 11 Oktober.
Perairan, Bukan Seluruh Pantai Pangandaran
Ada satu hal penting yang perlu dipahami masyarakat. Data tersebut merupakan prakiraan untuk Perairan Pangandaran, bukan pernyataan bahwa seluruh garis pantai, objek wisata, pelabuhan, atau setiap titik pesisir Pangandaran mengalami tinggi gelombang yang sama.
Kondisi aktual di suatu lokasi dapat dipengaruhi faktor lokal. Karena itu, angka prakiraan perairan tidak seharusnya langsung disamakan dengan kondisi ombak tepat di bibir pantai.
Bagi masyarakat yang hendak melaut, informasi BMKG dapat menjadi salah satu rujukan penting. Namun, pembaruan kondisi aktual dan arahan otoritas setempat tetap perlu diperhatikan sebelum beraktivitas.
Laut Pangandaran tidak hanya berubah karena pergantian hari, tetapi juga dalam hitungan jam. Gelombang 2,7 meter, angin hingga 15 knot, lalu penurunan sebelum kembali meninggi menjadi pengingat bahwa membaca prakiraan sebelum melaut bukan sekadar mencari informasi—melainkan bagian dari menjaga keselamatan. (Red)
- Penulis: redaktur






