Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » HUT ke-25 Tasikmalaya: 25 Agenda, 10 Kecamatan

HUT ke-25 Tasikmalaya: 25 Agenda, 10 Kecamatan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Hari Jadi Kota Tasikmalaya 2026 tidak hanya dipusatkan pada seremoni puncak. Melalui Tasikmalaya Oktober Festival 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya menyiapkan 25 kegiatan yang mencakup olahraga, kesehatan, pelayanan masyarakat, ekonomi kreatif, ketenagakerjaan, seni budaya, lingkungan, hingga kegiatan sosial. Rangkaian tersebut juga diperluas melalui agenda di 10 kecamatan.

Perayaan seperempat abad Kota Tasikmalaya itu berlangsung sepanjang Oktober. Sejumlah kegiatan bahkan sudah dimulai sejak awal bulan, sementara agenda utama terus bergerak menuju puncak peringatan pada akhir Oktober.

Pemkot Tasikmalaya menyebut rangkaian tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Layanan kesehatan, ruang berkarya, kegiatan ekonomi, olahraga, serta berbagai aktivitas sosial menjadi bagian dari kalender perayaan.

25 Agenda Tidak Hanya Berisi Festival

Hal yang menarik dari HUT ke-25 Kota Tasikmalaya tahun ini terletak pada keragaman kegiatannya.

Agenda olahraga hadir melalui PASI Cup 2026, Nesata Basketball 2026, Padel Liga Tarkam Vol. 4, IPSI Cup XI Se-Jawa Barat, hingga IFG Bike for Charity. Sementara itu, sektor seni dan budaya mendapat ruang melalui Priangan Bamboo Fest, Festival Literasi Tasik Santun, serta rangkaian kegiatan menuju puncak Hari Jadi.

Di sektor ekonomi, terdapat Tasikmalaya Great Sale yang berlangsung 4–24 Oktober. Program tersebut memberi ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus menghadirkan momentum belanja bagi masyarakat.

Kemudian, kegiatan kesehatan masuk melalui Cek Kesehatan Gratis dan Pekan Ekraf yang dijadwalkan pada 17–20 Oktober di Plaza Asia.

Tidak berhenti di sana, agenda ketenagakerjaan juga muncul melalui Expo Job Fair Internasional 2026. Dengan demikian, kalender Tasikmalaya Oktober Festival 2026 tidak hanya berisi pertunjukan, tetapi juga menyentuh sejumlah kebutuhan warga.

10 Kecamatan Ikut Bergerak

Perayaan Hari Jadi Kota Tasikmalaya 2026 juga membawa kegiatan langsung ke wilayah kecamatan.

Rangkaian tersebut mencakup olahraga masyarakat atau gerak jalan, cek kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan, donor darah, layanan BPJS, informasi ketenagakerjaan, gerakan pangan murah, sunatan massal, gelar produk pertanian, program prioritas, kebersihan lingkungan, hingga rutilahu.

Kegiatan kecamatan dijadwalkan berlangsung bertahap. Indihiang mendapat agenda pada 8 Oktober, kemudian Cipedes dan Cihideung pada 18 Oktober. Setelah itu, kegiatan berlanjut di Bungursari pada 20 Oktober, Purbaratu pada 24 Oktober, Tawang pada 25 Oktober, Kawalu pada 26 Oktober, Cibeureum pada 27 Oktober, Tamansari pada 29 Oktober, dan Mangkubumi pada 31 Oktober.

Dengan pola tersebut, perayaan tidak hanya mengambil tempat di pusat kota. Warga di berbagai wilayah juga memperoleh akses terhadap kegiatan yang lebih dekat dengan lingkungan mereka.

Materi rangkaian kegiatan menyebut jadwal tersebut bersifat tentatif. Karena itu, masyarakat tetap perlu mengecek pembaruan sebelum datang ke lokasi.

17 Oktober Jadi Salah Satu Titik Penting

Tanggal 17 Oktober menjadi salah satu momentum utama dalam kalender agenda Tasikmalaya Oktober 2026.

Pada tanggal tersebut dijadwalkan Upacara Hari Jadi ke-25 di Bale Kota Tasikmalaya. Rapat Paripurna Istimewa juga masuk dalam rangkaian peringatan di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Selain itu, terdapat Refleksi Hari Jadi Kota Tasikmalaya di Stadion Wiradadaha.

Di luar seremoni pemerintahan, warga juga dapat menemukan agenda yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lomba Pengolahan Sampah Organik Kampung Binaan PKK, misalnya, melibatkan 10 kecamatan.

Pada sisi lain, peringatan Hari Santri dan Tabligh Akbar juga masuk kalender kegiatan pada 22 Oktober.

Ekonomi, Kesehatan dan Lapangan Kerja Bertemu

Jika dilihat secara keseluruhan, rangkaian HUT ke-25 mempunyai pola yang cukup jelas: perayaan dipakai sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai sektor.

Tasikmalaya Great Sale mendorong aktivitas perdagangan. Pekan Ekraf membuka ruang bagi ekonomi kreatif. Cek Kesehatan Gratis menyentuh kebutuhan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Expo Job Fair Internasional memberi ruang bagi pencari kerja dan dunia usaha.

Bahkan, agenda seperti gerakan pangan murah, pelayanan kependudukan, layanan BPJS, dan informasi ketenagakerjaan membuat perayaan memiliki sisi pelayanan publik.

Pola tersebut sejalan dengan konsep yang disampaikan Pemkot Tasikmalaya bahwa usia 25 tahun tidak cukup dirayakan secara simbolis. Pemerintah ingin manfaat kegiatan dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

Puncak Perayaan Berlangsung Akhir Oktober

Rangkaian Tasikmalaya Oktober Festival 2026 kemudian bergerak menuju akhir bulan.

Pada 28–29 Oktober terdapat agenda Rakor APEKSI Komwil 3. Berikutnya, Expo Job Fair Internasional, IFG Bike for Charity, IPSI Cup XI, dan Road to Run for Tasik masuk dalam rangkaian akhir Oktober berdasarkan kalender kegiatan yang beredar.

Sementara itu, puncak Hari Jadi ke-25 dijadwalkan pada 29–31 Oktober. Festival dan launching Payung Geulis Kreasi, pentas seni dan budaya, serta malam penghargaan menjadi bagian dari agenda puncak.

Namun, terdapat sejumlah kegiatan yang jadwal dan lokasinya masih dapat berubah. Karena itu, informasi resmi penyelenggara tetap menjadi acuan sebelum masyarakat mendatangi suatu acara.

Bukan Sekadar Ramai, tetapi Harus Terasa

Banyaknya agenda membuat Oktober menjadi bulan yang padat bagi Kota Tasikmalaya. Akan tetapi, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada jumlah acara atau keramaian pengunjung.

Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah warga memperoleh manfaat nyata.

Apakah layanan publik semakin mudah dijangkau? Apakah UMKM mendapatkan ruang promosi? Apakah kegiatan ekonomi menghasilkan transaksi baru? Apakah pencari kerja menemukan peluang? Apakah kegiatan budaya mampu memperkuat identitas Tasikmalaya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena Hari Jadi Kota Tasikmalaya 2026 membawa tema Langkah Santun, Jiwa Tangguh. Pemerintah sendiri menempatkan perayaan ini sebagai momentum kebersamaan sekaligus upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, 25 agenda dan 10 kecamatan hanyalah angka jika manfaatnya berhenti di kalender. Ukuran sebenarnya HUT ke-25 Tasikmalaya justru terlihat ketika warga merasakan layanan yang lebih dekat, pelaku usaha menemukan pasar, anak muda mendapat ruang berkarya, dan ruang publik kembali hidup. Di situlah sebuah perayaan berubah dari sekadar seremoni menjadi peristiwa yang benar-benar berarti bagi kota. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less