Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » SIMATA BKN Masuk Tasikmalaya, 2.356 ASN Sudah Dipetakan

SIMATA BKN Masuk Tasikmalaya, 2.356 ASN Sudah Dipetakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menerapkan SIMATA BKN sebagai bagian dari penguatan manajemen talenta ASN. Langkah ini menjadi perhatian karena pemetaan potensi dan kompetensi sebelumnya telah dilakukan terhadap 2.356 ASN Kabupaten Tasikmalaya.

Penerapan sistem tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan pemerintahan pada Senin, 5 Oktober 2026. Pemkab Tasikmalaya menyebut manajemen talenta dalam waktu dekat akan digunakan untuk mendukung proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Dengan demikian, agenda tersebut tidak hanya berkaitan dengan peluncuran sistem digital. Ada tahap berikutnya yang lebih penting, yakni bagaimana hasil pemetaan kompetensi ASN benar-benar digunakan dalam pengembangan karier dan pengisian jabatan.

2.356 ASN Tasikmalaya Sudah Dipetakan

Data 2.356 ASN menjadi salah satu poin penting dalam penerapan manajemen talenta di Kabupaten Tasikmalaya.

Dikutip dari Pemkab Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan penilaian potensi dan kompetensi terhadap ribuan ASN sebagai bagian dari proses pemetaan talenta.

Pemetaan tersebut menjadi fondasi bagi penerapan manajemen talenta berbasis potensi dan kompetensi. Pemkab juga mencatat kolaborasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat pada 24–31 Agustus 2026 untuk melakukan pemetaan terhadap 577 ASN.

Selanjutnya, Pemkab Tasikmalaya juga menjadwalkan pemetaan terhadap 264 ASN melalui program Profiling ASN atau ProASN bersama Kantor Regional III BKN di Bandung pada 8 Oktober 2026.

Artinya, proses pemetaan talenta ASN di Kabupaten Tasikmalaya masih bergerak dan belum berhenti pada angka 2.356.

SIMATA BKN Akan Diuji pada Pengisian Jabatan

Penerapan SIMATA BKN menjadi penting karena pemerintah daerah menyatakan sistem manajemen talenta akan digunakan dalam proses pengisian kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Bupati Cecep menyebut implementasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Dengan sistem itu, potensi dan kompetensi ASN diharapkan menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengembangan karier dan pengisian jabatan.

Di titik inilah efektivitas SIMATA Tasikmalaya akan mulai terlihat.

Peluncuran sistem merupakan tahap awal. Ukuran berikutnya adalah bagaimana data pemetaan digunakan secara konsisten, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Karena itu, publik tidak hanya perlu melihat berapa banyak ASN yang sudah dipetakan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasil pemetaan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan pengembangan karier dan penempatan ASN.

48 ASN Pensiun, 112 PNS Naik Pangkat

Penerapan SIMATA Tasikmalaya berlangsung bersamaan dengan sejumlah agenda kepegawaian lainnya dalam apel pagi di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Sebanyak 48 ASN memasuki batas usia pensiun terhitung mulai 1 Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 45 PNS dan tiga PPPK.

Pada momentum yang sama, Pemkab menyerahkan secara simbolis SK kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2026 kepada 112 PNS.

Selain itu, terdapat 123 ASN yang menerima Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa manajemen ASN di Kabupaten Tasikmalaya berjalan dalam beberapa jalur sekaligus, mulai dari pengelolaan karier, kenaikan pangkat, hingga persiapan regenerasi aparatur.

32 Mahasiswa Terima Bantuan SADESSA

Agenda pemerintahan tersebut juga menyentuh sektor pendidikan melalui penyerahan bantuan biaya pendidikan Program Satu Desa Satu Sarjana (SADESSA) kepada 32 mahasiswa.

Para penerima berasal dari Universitas Padjadjaran, Universitas Siliwangi, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Informasi mengenai program bantuan mahasiswa tersebut juga memiliki dasar regulasi melalui Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 1 Tahun 2026, yang kemudian diubah melalui Perbup Nomor 52 Tahun 2026. Keduanya tercatat berstatus berlaku dalam JDIH Kabupaten Tasikmalaya.

Rangkaian agenda tersebut memperlihatkan bahwa satu momentum pemerintahan pada 5 Oktober 2026 mencakup isu yang cukup luas: dari regenerasi ASN hingga investasi pendidikan bagi mahasiswa.

Tantangan Berikutnya Bukan Lagi Sekadar Peluncuran

Penerapan SIMATA BKN memberi Kabupaten Tasikmalaya instrumen baru untuk mengelola talenta ASN secara lebih terstruktur.

Namun, peluncuran sistem bukanlah titik akhir.

Dengan 2.356 ASN yang telah melalui penilaian potensi dan kompetensi, perhatian berikutnya justru berada pada tahap implementasi. Apalagi pemerintah daerah telah menyatakan bahwa manajemen talenta akan diarahkan untuk mendukung pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Karena itu, perkembangan penerapan SIMATA Tasikmalaya layak terus dipantau, terutama terkait bagaimana data kompetensi ASN digunakan dalam keputusan pengembangan karier dan pengisian jabatan.

Sebab, keberhasilan manajemen talenta bukan diukur dari seberapa cepat sistem diluncurkan, melainkan dari seberapa tepat data talenta digunakan untuk menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less