Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » SPAM UF-ZAMP Banjar Masuk 12 Besar WJIC 2026

SPAM UF-ZAMP Banjar Masuk 12 Besar WJIC 2026

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — SPAM UF-ZAMP Banjar masuk 12 besar West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Di balik capaian tersebut, Pemerintah Kota Banjar sedang menjajaki pengembangan teknologi ultrafiltrasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan air minum, termasuk peluang menghadirkan air yang dapat langsung diminum dari keran.

Gagasan itu membuat proyek Perumdam Tirta Anom tidak sekadar berbicara tentang pembangunan infrastruktur air. Proyek ini juga membawa agenda peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus membuka peluang kerja sama investasi.

Dikutip dari Pemkot Banjar, site visit berlangsung di Pendopo Kota Banjar pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peninjauan terhadap kesiapan proyek, mulai dari status lahan, infrastruktur pendukung, aspek teknis, hingga pemenuhan prinsip Clean and Clear (CnC).

Dari 12 Besar WJIC Menuju Proyek Air Minum

Masuknya proyek SPAM UF-ZAMP dalam 12 besar WJIC 2026 memberikan ruang bagi Kota Banjar untuk memperkenalkan rencana pengembangan layanan air minumnya kepada calon mitra.

Direktur Utama Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menyampaikan bahwa proposal pengembangan air minum tersebut melalui sejumlah tahapan seleksi. Dalam perkembangan terbaru, proyek itu bahkan disebut meraih peringkat pertama untuk kategori sektor air minum.

Karena itu, site visit menjadi tahap penting. Pihak yang berkepentingan dapat melihat langsung kondisi proyek sekaligus menilai kesiapan pengembangannya.

Status lahan menjadi salah satu aspek yang diperiksa. Selain itu, infrastruktur pendukung, aspek teknis, dan prinsip CnC juga menjadi bagian dari peninjauan.

Dengan begitu, proses WJIC tidak berhenti pada penilaian proposal. Kesiapan proyek di lapangan ikut menjadi perhatian sebelum pembahasan kerja sama bergerak lebih jauh.

Banjar Bidik Air Minum Langsung dari Keran

Hal yang paling menarik dari proyek ini berada pada tujuan pengembangan teknologinya.

Pemerintah Kota Banjar sedang menjajaki teknologi ultrafiltrasi agar air yang dikelola Perumdam Tirta Anom dapat diolah menjadi air minum yang bisa dikonsumsi langsung tanpa perlu dimasak terlebih dahulu. Namun, rencana tersebut masih berada pada tahap survei potensi dan penjajakan kerja sama.

Salah satu wilayah yang disebut menjadi opsi pengembangan awal adalah Banjar Timur. Lokasi tersebut belum menjadi keputusan final karena pemerintah masih melihat potensi dan kesiapan wilayah.

Jika konsep tersebut berhasil diwujudkan, SPAM UF-ZAMP dapat membawa perubahan pada cara masyarakat memperoleh layanan air minum.

Akan tetapi, target tersebut tetap membutuhkan kajian teknis dan standar keamanan air yang memadai. Karena itu, pembahasan mengenai teknologi, jaringan, sumber air, pengolahan, serta sistem distribusi harus berjalan secara menyeluruh.

Dengan kata lain, air minum langsung dari keran masih menjadi target pengembangan, bukan layanan yang sudah tersedia secara luas.

LoI dengan BSI Buka Jalan Kerja Sama

Peluang pengembangan proyek juga terlihat dari adanya Letter of Intent (LoI) antara Regional CEO Region VI Bandung PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI dengan Perumdam Tirta Anom.

LoI tersebut menjadi awal komitmen untuk menjajaki kerja sama optimalisasi SPAM UF-ZAMP.

Namun, penandatanganan LoI belum berarti pembiayaan proyek telah terealisasi. Skema investasi dan kebutuhan pendanaan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut.

Perumdam Tirta Anom juga mengarah pada model kemitraan berbasis kinerja. Dalam skema yang sedang dijajaki, peningkatan pendapatan atau kinerja operasional dapat menjadi dasar pembagian hasil dengan mitra investor.

Pendekatan tersebut berbeda dari model pembiayaan yang sekadar mengandalkan pinjaman. Pemerintah Kota Banjar juga menyampaikan keinginan agar pengembangan proyek tidak membebani APBD dengan utang jangka panjang.

Tantangan Besarnya: Teknologi Harus Bertemu Kebutuhan Warga

Masuknya SPAM UF-ZAMP ke dalam WJIC memberikan peluang investasi. Namun, ukuran keberhasilan proyek tidak berhenti pada kemampuan menarik investor.

Proyek air minum memiliki karakter berbeda karena hasil akhirnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, teknologi ultrafiltrasi harus berjalan bersama sistem distribusi yang memadai, pengawasan kualitas air, kesiapan operasional, dan kemampuan menjaga tarif tetap terjangkau.

Di sisi lain, investasi juga perlu menghasilkan model bisnis yang sehat bagi Perumdam Tirta Anom.

Keseimbangan antara kepentingan bisnis dan pelayanan publik menjadi kunci. Jika hanya mengejar investasi, manfaat bagi warga belum tentu maksimal. Sebaliknya, jika proyek tidak memiliki model pembiayaan yang berkelanjutan, pengembangannya akan menghadapi tantangan.

Karena itu, skema kerja sama berbasis kinerja yang sedang dijajaki menjadi salah satu aspek yang menarik untuk terus dipantau.

WJIC Membuka Pintu, Eksekusi Menentukan

Bagi Kota Banjar, masuk 12 besar WJIC 2026 menjadi momentum untuk membawa proyek air minum ke hadapan lebih banyak calon mitra.

Site visit memberikan kesempatan untuk menguji kesiapan proyek secara langsung. LoI dengan BSI juga membuka ruang komunikasi mengenai kemungkinan dukungan pembiayaan.

Namun, tahap berikutnya justru menjadi bagian paling menentukan.

Pemerintah dan Perumdam Tirta Anom masih perlu menyelesaikan berbagai kajian, termasuk lokasi, teknologi, skema kerja sama, kebutuhan investasi, serta model operasional.

Publik juga perlu menunggu kepastian sebelum menyimpulkan bahwa air minum langsung dari keran sudah segera tersedia.

Untuk saat ini, yang sudah terlihat adalah arah kebijakannya: Kota Banjar sedang mencari cara agar investasi dan teknologi dapat bertemu dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Sebab, proyek air minum yang benar-benar sukses bukan hanya yang berhasil masuk daftar investasi terbaik, tetapi yang akhirnya membuat air berkualitas mengalir lebih dekat, lebih aman, dan lebih terjangkau ke rumah-rumah warga. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less