Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pantukhir Tamtama Wiriadinata, 11 Calon Hadapi Tahap Berikutnya

Pantukhir Tamtama Wiriadinata, 11 Calon Hadapi Tahap Berikutnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAHPantukhir Tamtama Wiriadinata menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi Tamtama PK Gelombang II/A-93 T.A. 2026. Sebanyak 11 calon Tamtama mengikuti Sidang Penentu Akhir (Pantukhir) Daerah di Gedung Rukandi Lanud Wiriadinata, Jumat (11/9/2026).

Dilansir dari Lanud Wiriadinata, bahwa sidang tersebut dipimpin Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. Para calon sebelumnya telah melewati serangkaian pemeriksaan yang mencakup administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi (MI), penelitian personel (litpers), dan psikologi.

Namun, Pantukhir daerah bukan tahap terakhir. Calon yang dinyatakan memenuhi kriteria masih harus mengikuti seleksi tingkat pusat bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Seleksi Ketat Menentukan Calon Tamtama

Proses Pantukhir Tamtama Wiriadinata berlangsung setelah para peserta menyelesaikan berbagai tahapan pemeriksaan awal.

Tim seleksi menilai calon dari sejumlah aspek. Karena itu, peserta tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan fisik. Mereka juga harus memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, psikologi, mental ideologi, serta penelitian personel.

Danlanud Wiriadinata mengapresiasi tim penguji dan seluruh calon siswa yang mengikuti rangkaian seleksi dengan tertib.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi mengedepankan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Prinsip tersebut menjadi bagian penting untuk menjaring calon prajurit Tamtama TNI AU yang berkualitas dan memenuhi persyaratan.

“Tidak semua peserta akan terpilih, karena seleksi ini dilakukan secara ketat melalui berbagai tahapan,” ujar Danlanud.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa mengikuti Pantukhir daerah belum berarti seorang peserta otomatis lolos hingga tahap akhir.

Pantukhir Bukan Garis Akhir

Bagi para calon, hasil Pantukhir daerah menjadi bagian penting dalam menentukan perjalanan mereka berikutnya.

Calon yang dinyatakan lolos tingkat daerah akan melanjutkan proses seleksi Tamtama TNI AU 2026 di tingkat pusat. Mereka akan bergabung dengan peserta dari seluruh Indonesia dalam seleksi yang berlangsung secara serentak.

Tahapan pusat tersebut akan berlangsung di Skadik 402 Lanud Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah.

Karena itu, calon yang melangkah ke tingkat pusat masih harus mempertahankan kesiapan mereka. Persiapan fisik dan mental tetap penting, begitu pula kelengkapan administrasi serta kesiapan menghadapi tahapan seleksi berikutnya.

Dengan demikian, Pantukhir daerah lebih tepat dipandang sebagai titik penting dalam perjalanan seleksi, bukan sebagai garis akhir.

Enam Aspek Jadi Bagian Pemeriksaan

Sebelum mengikuti Pantukhir, para calon telah menjalani beberapa pemeriksaan.

Aspek administrasi memastikan peserta memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan dan jasmani melihat kesiapan fisik calon.

Di sisi lain, aspek mental ideologi, litpers, dan psikologi memberikan penilaian dari sisi yang berbeda.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa proses penerimaan calon Tamtama TNI AU tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik. Tim seleksi juga melihat calon secara lebih menyeluruh.

Karena itu, peserta perlu mempersiapkan diri untuk setiap tahapan. Hasil dari satu pemeriksaan tidak dapat dibaca secara terpisah dari keseluruhan proses seleksi.

Dari Wiriadinata Menuju Seleksi Pusat

Setelah Pantukhir daerah, perhatian berikutnya tertuju pada tahapan pusat di Solo.

Peserta yang dinyatakan lolos tingkat daerah akan menghadapi persaingan dengan calon dari berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut membuat persiapan menjadi semakin penting.

Danlanud Wiriadinata juga mengingatkan calon siswa agar tidak mengendurkan persiapan setelah melewati seleksi daerah.

Pesan itu relevan karena perjalanan menuju tahap akhir masih membutuhkan konsistensi. Calon yang berhasil melewati satu tahapan belum tentu otomatis melewati tahapan berikutnya.

Dalam konteks tersebut, Lanud Wiriadinata menjadi salah satu bagian dari rangkaian panjang seleksi calon Tamtama TNI AU tahun 2026.

Pantukhir Jadi Penentu, Perjuangan Belum Selesai

Sidang Pantukhir Daerah turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait di Lanud Wiriadinata. Mereka antara lain Kadispers, Kaintel, Dansatpom, Kasiminpers, Kakes, serta Kasibinjas Lanud Wiriadinata.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mendukung proses pemeriksaan dan penilaian calon sesuai bidang masing-masing.

Sementara itu, calon yang memenuhi kriteria dan melanjutkan ke seleksi pusat harus kembali mempersiapkan diri. Mereka akan menghadapi tahapan yang mempertemukan peserta dari seluruh Indonesia.

Bagi masyarakat, informasi ini penting untuk membedakan antara mengikuti Pantukhir, lolos tingkat daerah, dan lolos seleksi secara keseluruhan. Ketiganya merupakan tahap yang berbeda dalam proses penerimaan calon prajurit.

AlbadarPost juga tidak menyebut 11 peserta sebagai “11 orang yang lolos” karena materi yang tersedia hanya menyebut 11 calon mengikuti Sidang Pantukhir Daerah. Jumlah peserta yang dinyatakan lolos tidak disebutkan secara spesifik.

Pantukhir Tamtama Wiriadinata menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi Tamtama PK Gelombang II/A-93 T.A. 2026. Sebanyak 11 calon mengikuti sidang setelah melewati pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi, litpers, dan psikologi.

Namun, Pantukhir daerah bukan akhir perjalanan. Calon yang dinyatakan lolos akan melanjutkan seleksi tingkat pusat di Skadik 402 Lanud Adi Soemarmo, Solo, bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, hasil Pantukhir bukan alasan untuk berhenti mempersiapkan diri. Justru, tahap berikutnya akan menjadi ujian yang lebih luas.

Di Wiriadinata, 11 calon menjalani satu titik penentuan. Namun bagi mereka yang melangkah ke Solo, perjuangan belum selesai—justru persaingan sebenarnya baru dimulai. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less