Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » BPS Ungkap Fakta Penduduk Kota Banjar, Terkecil di Jabar

BPS Ungkap Fakta Penduduk Kota Banjar, Terkecil di Jabar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tak banyak yang menyangka, penduduk Kota Banjar terus bertambah setiap tahun, tetapi posisinya belum bergeser sebagai kota dengan jumlah penduduk paling sedikit di Jawa Barat. Data terbaru BPS Kota Banjar menunjukkan jumlah penduduk Kota Banjar mencapai 211.964 jiwa pada 2025. Bahkan, proyeksi 2026 memperlihatkan tren kenaikan populasi, namun selisihnya masih cukup jauh dibandingkan kota-kota lain di provinsi ini.

Fakta tersebut menjadi menarik karena di tengah pertumbuhan penduduk yang positif, populasi Kota Banjar belum mampu mengejar kota-kota tetangga seperti Kota Tasikmalaya, Kota Cimahi, Kota Cirebon maupun Kota Sukabumi. Kondisi ini bukan sekadar angka statistik, tetapi juga menjadi gambaran arah pembangunan, kebutuhan layanan publik, hingga peluang ekonomi di masa depan.

Penduduk Bertambah, Posisi Banjar Belum Berubah

Berdasarkan publikasi Kota Banjar Dalam Angka 2026, jumlah penduduk Kota Banjar terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2022, jumlahnya sekitar 205,14 ribu jiwa, kemudian naik menjadi 207,51 ribu jiwa pada 2023, 209,79 ribu jiwa pada 2024, dan 211,96 ribu jiwa pada 2025. Proyeksi BPS menunjukkan jumlah tersebut kembali meningkat menjadi sekitar 214,08 ribu jiwa pada 2026.

Meski grafiknya terus bergerak naik, Kota Banjar tetap berada di posisi terbawah dalam daftar jumlah penduduk kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sebaliknya, Kota Tasikmalaya diproyeksikan memiliki sekitar 767,85 ribu jiwa, atau lebih dari tiga kali lipat jumlah penduduk Kota Banjar.

Sementara itu, jumlah penduduk Jawa Barat secara keseluruhan diperkirakan mencapai 51,16 juta jiwa pada 2026. Dengan angka tersebut, kontribusi penduduk Kota Banjar hanya sekitar 0,4 persen dari total penduduk provinsi.

Kota Kecil, Tantangan Pembangunan Berbeda

Ukuran populasi yang relatif kecil bukan berarti menjadi kelemahan. Sebaliknya, kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang berbeda dibandingkan daerah berpenduduk besar.

Jumlah penduduk yang lebih sedikit dapat mempermudah pengelolaan pelayanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga administrasi pemerintahan. Namun di sisi lain, basis tenaga kerja, pasar konsumsi, dan potensi penerimaan daerah juga cenderung lebih terbatas.

Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang jauh lebih penting daripada sekadar mengejar pertumbuhan jumlah penduduk.

Langensari Tumbuh Paling Cepat

Di tingkat kecamatan, pertumbuhan penduduk menunjukkan dinamika yang cukup menarik.

Langensari mencatat laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yakni 1,49 persen per tahun pada periode 2020–2025. Posisi berikutnya ditempati Purwaharja dengan 1,40 persen, Pataruman 0,96 persen, dan Kecamatan Banjar 0,84 persen.

Secara keseluruhan, laju pertumbuhan penduduk Kota Banjar mencapai 1,13 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan penduduk mulai menyebar ke sejumlah wilayah, tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota.

Pataruman Menjadi Rumah Bagi Tiga dari Sepuluh Warga Banjar

Jika dilihat dari jumlah penduduk, Kecamatan Pataruman menjadi wilayah dengan populasi terbesar.

Sebanyak 64.172 jiwa tinggal di kecamatan ini atau sekitar 30,27 persen dari total penduduk Kota Banjar.

Langensari berada di posisi kedua dengan 61.054 jiwa, disusul Kecamatan Banjar sebanyak 60.889 jiwa. Adapun Purwaharja menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit, yakni 25.849 jiwa.

Menariknya, kecamatan dengan penduduk terbanyak belum tentu menjadi kawasan terpadat.

Kecamatan Banjar Justru Paling Padat

Kecamatan Banjar mencatat kepadatan penduduk tertinggi, yaitu 2.330 jiwa per kilometer persegi.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Langensari (1.896 jiwa/km²), Purwaharja (1.504 jiwa/km²) maupun Pataruman (1.187 jiwa/km²).

Rata-rata kepadatan penduduk Kota Banjar sendiri berada di angka 1.636 jiwa per kilometer persegi.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa luas wilayah memiliki pengaruh besar terhadap tingkat kepadatan penduduk.

Bonus Demografi Masih Menjadi Modal Banjar

Di balik jumlah penduduk yang relatif kecil, Kota Banjar masih memiliki modal penting.

Kelompok usia produktif masih mendominasi struktur penduduk. Kelompok umur 25–29 tahun menjadi yang terbesar dengan 17.188 jiwa, disusul kelompok usia 30–34 tahun, 20–24 tahun, dan 0–4 tahun yang masing-masing berjumlah lebih dari 16 ribu jiwa.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Kota Banjar masih berada pada fase bonus demografi. Jika kesempatan kerja, pendidikan, dan investasi mampu berkembang seiring pertumbuhan penduduk, struktur usia produktif ini dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Data BPS juga mencatat rasio jenis kelamin sebesar 100,72, yang berarti komposisi penduduk laki-laki dan perempuan berada dalam kondisi yang relatif seimbang.

Seluruh data tersebut bersumber dari publikasi Kota Banjar Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar dan memuat statistik kependudukan Kota Banjar tahun 2025 serta perbandingan jumlah penduduk kabupaten/kota di Jawa Barat hingga 2026.

Kota Banjar Tak Perlu Berlomba Soal Jumlah

Besarnya sebuah kota tidak selalu ditentukan oleh banyaknya penduduk. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap pertambahan penduduk diikuti oleh peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

Jumlah penduduk bisa terus bertambah setiap tahun. Namun, kota akan benar-benar tumbuh ketika setiap warganya memiliki kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik. Itulah pekerjaan rumah terbesar Kota Banjar di masa depan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpres Kesehatan 2026 memperkuat sistem layanan kesehatan nasional terpadu dari pusat hingga daerah untuk masyarakat Indonesia

    Langkah Besar Prabowo: Perpres Kesehatan 2026 Siap Ubah Sistem Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah tantangan layanan kesehatan yang belum sepenuhnya merata, pemerintah akhirnya mengambil langkah besar. Perpres Kesehatan 2026 resmi ditetapkan sebagai fondasi baru dalam membenahi sistem kesehatan nasional. Regulasi pengelolaan kesehatan ini tidak hanya mengatur, tetapi juga menyatukan arah kebijakan dari pusat hingga desa. Sejak awal, Perpres Kesehatan 2026 dirancang untuk menjawab […]

  • disiplin ASN

    Pemkab Bogor Memberhentikan Dua ASN Disdik

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Pemkab Bogor memberhentikan dua ASN Disdik karena pelanggaran disiplin demi menjaga integritas layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Bogor menjatuhkan sanksi disiplin terberat kepada dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan. Keduanya diberhentikan dengan hormat tanpa permintaan sendiri setelah terbukti melanggar disiplin ASN. Keputusan ini penting karena menyangkut integritas aparatur negara, […]

  • Fatherless

    Bupati Garut Ingatkan Bahaya Fatherless, Ayah Diminta Letakkan HP dan Dekati Anak

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fenomena fatherless menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Garut. Melalui momentum tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengajak para ayah untuk memperkuat peran mereka di dalam keluarga. Menurutnya, kehadiran seorang ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus hadir secara emosional agar mampu membentuk […]

  • gizi keluarga

    Spaghetti Jamur Creamy, Edukasi Gizi Seimbang

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Spaghetti jamur creamy bisa menjadi menu gizi keluarga seimbang jika diolah tepat dan berbasis kebutuhan nutrisi harian. albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu berbasis pasta kini tidak lagi identik dengan makanan cepat saji rendah nilai gizi. Di tingkat keluarga, spaghetti justru dapat menjadi sarana edukasi gizi keluarga jika diolah dengan bahan yang tepat dan teknik memasak yang […]

  • Ilustrasi sinematik pusat gempa Pacitan magnitudo 6,4 di laut selatan Jawa berdasarkan analisis BMKG.

    Penyebab Gempa Pacitan Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah saat jarum jam menunjukkan pukul 01.06 WIB, Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Warga di Pacitan dan berbagai daerah lain di selatan Jawa terbangun oleh guncangan yang berlangsung beberapa detik. Dalam waktu singkat, laporan gempa menyebar luas di media sosial. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan […]

  • lingkungan kerja tidak sehat

    7 Tanda Lingkungan Kerja Sudah Tidak Sehat, Jangan Abaikan Sebelum Terlambat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa cepat lelah, sulit fokus, dan kehilangan semangat setiap kali masuk kantor? Bisa jadi Anda sedang berada di lingkungan kerja tidak sehat. Kondisi ini sering muncul perlahan. Namun, jika dibiarkan, suasana kerja toxic, kantor yang tidak kondusif, dan hubungan kerja yang buruk dapat merusak kesehatan mental, produktivitas, bahkan karier. Banyak orang […]

expand_less