1.014 Personel Tutup Garuda Canti Dharma III
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun yang mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jumat (31/7/2026). (Foto: Puspen TNI).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Deretan bendera dari berbagai negara berkibar di kawasan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jumat (31/7/2026). Suasana itu menandai berakhirnya Multinational Peacekeeping Exercise (MPE) Garuda Canti Dharma III Tahun 2026, latihan perdamaian internasional yang mempertemukan 1.014 peserta dari 22 negara. Momentum tersebut bukan sekadar seremoni penutupan, tetapi juga menjadi simbol semakin kuatnya posisi Indonesia dalam mendukung misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui diplomasi militer yang profesional dan kolaboratif.
Berdasarkan keterangan resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI, upacara penutupan dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun yang mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Sentul Menjadi Titik Temu Pasukan Perdamaian Dunia
Upacara penutupan berlangsung di PMPP TNI, Sentul, Kabupaten Bogor. Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, mulai dari Pejabat Utama Mabes TNI, Komandan PMPP TNI, perwakilan kementerian dan lembaga, unsur Polri, atase pertahanan negara sahabat, hingga para komandan Peacekeeping Center.
Kehadiran peserta dari 22 negara menunjukkan tingginya kepercayaan komunitas internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah latihan pemeliharaan perdamaian berskala multinasional.
Bagi Indonesia, kepercayaan tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan menyelenggarakan latihan internasional, tetapi juga memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam membangun kerja sama pertahanan yang berorientasi pada perdamaian.
Panglima TNI: Latihan Ini Investasi Strategis
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, ditegaskan bahwa latihan multinasional seperti Garuda Canti Dharma bukan sekadar agenda tahunan.
Panglima TNI menyampaikan bahwa latihan ini merupakan investasi strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama internasional, dan meningkatkan kesiapan bersama dalam mendukung perdamaian dunia.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa diplomasi pertahanan tidak hanya dilakukan melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui latihan bersama yang membangun pemahaman, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama di lapangan.
Mengapa Latihan Ini Penting?
Operasi pemeliharaan perdamaian PBB melibatkan personel dari berbagai negara yang memiliki bahasa, budaya, dan prosedur kerja berbeda. Karena itu, latihan bersama menjadi sarana penting untuk menyamakan pola koordinasi sebelum menjalankan misi di wilayah konflik.
Selama Garuda Canti Dharma III, para peserta menjalani berbagai skenario yang dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas, profesionalisme, kemampuan mengambil keputusan, serta koordinasi dalam menghadapi tantangan yang lazim ditemui pada operasi perdamaian internasional.
Melalui latihan tersebut, para peserta tidak hanya berlatih secara teknis, tetapi juga membangun rasa saling percaya yang menjadi fondasi penting dalam setiap misi PBB.
PMPP TNI Semakin Dikenal di Tingkat Internasional
PMPP TNI merupakan pusat pelatihan yang mempersiapkan personel Indonesia sebelum bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian di bawah bendera PBB.
Selain melatih personel nasional, fasilitas ini juga menjadi tempat penyelenggaraan berbagai latihan internasional yang mempertemukan negara-negara mitra untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat jejaring kerja sama.
Melalui penyelenggaraan Garuda Canti Dharma III, PMPP TNI kembali memperlihatkan kemampuannya sebagai salah satu pusat pelatihan perdamaian yang diperhitungkan di kawasan.
Diplomasi Militer yang Melahirkan Kepercayaan
Keberhasilan latihan ini tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian kegiatan, tetapi juga dari hubungan yang terbangun antarpeserta.
Selama beberapa hari latihan, personel dari berbagai negara saling bertukar pengalaman, menyelaraskan prosedur, serta membangun komunikasi yang akan menjadi bekal ketika bertugas dalam misi perdamaian internasional.
Hubungan yang terjalin selama latihan diharapkan terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata pada berbagai operasi pemeliharaan perdamaian di masa mendatang.
Berakhirnya Garuda Canti Dharma III bukanlah akhir dari kerja sama internasional yang telah dibangun. Sebaliknya, latihan ini menjadi pijakan untuk memperkuat sinergi antarnegara dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Bagi Indonesia, keberhasilan menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggara latihan multinasional ini memperlihatkan komitmen yang konsisten dalam mendukung stabilitas dan perdamaian dunia melalui jalur diplomasi pertahanan.
Perdamaian tidak dibangun hanya di ruang perundingan. Perdamaian lahir dari kepercayaan, latihan yang berkelanjutan, dan kemauan berbagai bangsa untuk berdiri di sisi yang sama. Melalui Garuda Canti Dharma III, Indonesia kembali menunjukkan bahwa kontribusi nyata bagi dunia dimulai dari kesiapan untuk bekerja bersama. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar