Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Keledai Penggilingan dan Manusia yang Tak Pernah Sampai

Keledai Penggilingan dan Manusia yang Tak Pernah Sampai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHPuncak segala tujuan bukanlah jabatan, kekayaan, ketenaran, ataupun pujian manusia. Tujuan hidup kepada Allah itulah pesan yang berulang kali diajarkan para ulama. Namun, mengapa begitu banyak orang merasa hidupnya terus maju, padahal sesungguhnya hanya berputar di tempat?

Bayangkan seekor keledai yang sejak pagi menarik batu penggilingan. Langkahnya tak pernah berhenti. Debu beterbangan. Nafasnya tersengal. Dari kejauhan ia tampak bekerja keras. Akan tetapi, ketika matahari tenggelam, ia justru berdiri di titik yang sama.

Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari memilih gambaran itu untuk menyentil manusia.

Satirnya sederhana, tetapi sulit dibantah.

“Jangan berpindah dari satu alam ke alam yang lain sehingga engkau seperti keledai penggilingan. Ia berjalan, tetapi kembali ke tempat semula. Berangkatlah dari seluruh alam menuju Sang Pencipta alam. Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah puncak segala tujuan.”

Firman Allah SWT:

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنتَهَىٰ

“Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah puncak segala tujuan.” (QS An-Najm: 42)

Boleh jadi, yang berubah selama ini hanya tujuan dunia yang kita kejar. Hatinya belum pernah benar-benar bergerak.

Dunia Tidak Pernah Datang dengan Wajah yang Sama

Hari ini dunia mengetuk pintu melalui uang.

Besok ia memakai jas jabatan.

Lusa ia datang membawa popularitas.

Ketika semua itu gagal memikat, dunia mengenakan pakaian yang jauh lebih rapi. Ia menyelinap lewat mimbar dakwah, lewat amal saleh, lewat sedekah, bahkan lewat ibadah.

Di situlah satir Al-Hikam terasa begitu tajam.

Tidak semua orang yang rajin beribadah benar-benar sedang menuju Allah.

Ada yang mengejar penghormatan.

Ada yang ingin disebut alim.

Ada yang ingin dipandang dermawan.

Ada pula yang berharap segala amal menjadi jalan tercepat memperoleh kekayaan atau kedudukan.

Secara lahiriah semuanya tampak mulia.

Namun pusat perjalanannya belum berubah.

Allah belum menjadi tujuan.

Allah hanya dijadikan jalan.

Padahal Al-Qur’an menegaskan:

“Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”

(QS Al-Bayyinah: 5)

Kesibukan Belum Tentu Menunjukkan Arah

Fenomena itu sangat mudah ditemukan.

Seseorang berpindah pekerjaan karena berharap hidup lebih baik.

Setelah gajinya naik, ia mengejar rumah.

Rumah tercapai, muncul target kendaraan.

Setelah kendaraan terbeli, lahir ambisi jabatan.

Jabatan diraih, giliran penghargaan.

Begitu seterusnya.

Daftar keinginan terus bertambah.

Sementara daftar rasa cukup semakin pendek.

Ironisnya, pola yang sama juga bisa terjadi dalam urusan ibadah.

Hari ini seseorang mengejar pujian.

Besok ia menghindari pujian.

Namun kemudian muncul keinginan baru agar dikenal sebagai orang yang paling ikhlas.

Hawa nafsu ternyata sangat kreatif mencari pintu masuk.

Karena itulah Imam Ibnu Athaillah mengingatkan agar manusia tidak sekadar berpindah dari satu “alam” menuju “alam” lainnya.

Yang harus berubah bukan objek yang dikejar.

Melainkan arah hati.

Riya yang Kasar Mudah Terlihat, yang Halus Justru Berbahaya

Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan bahwa ada syirik yang begitu halus sehingga sering tidak disadari.

Beliau bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”

Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu?”

Beliau menjawab,

“Riya.”

(HR Ahmad)

Riya tidak selalu tampil dalam bentuk yang kasar.

Kadang ia berbisik pelan.

Ia membuat seseorang rajin beribadah agar dipuji.

Jika pujian tidak datang, ia kecewa.

Jika sanjungan berkurang, semangatnya ikut turun.

Ketika itulah manusia sebenarnya masih berjalan mengelilingi penggilingan yang sama.

Nabi Isa Mengajukan Pertanyaan yang Sulit Dijawab

Dalam syarah Al-Hikam diceritakan bahwa Nabi Isa a.s. pernah bertanya kepada para Hawariyyin.

“Semua kenikmatan yang kalian rasakan berasal dari Allah. Lalu manakah yang lebih bernilai, pemberian-Nya atau Dzat yang memberi?”

Pertanyaan itu terdengar sederhana.

Namun semakin dipikirkan, semakin mengguncang.

Banyak orang sibuk menghitung nikmat.

Sedikit yang sibuk mengenal Pemberi nikmat.

Padahal nikmat akan selesai.

Sedangkan Allah Mahakekal.

Jangan Hanya Ganti Target, Ubah Arah Perjalanan

Mungkin inilah kritik paling halus dalam Al-Hikam.

Masalah terbesar manusia bukan karena ia berjalan terlalu lambat.

Masalahnya, ia sering salah arah.

Ia mengganti pekerjaan.

Ia mengganti rumah.

Ia mengganti kendaraan.

Ia bahkan mengganti cara beribadah.

Namun orientasi hidupnya tetap sama.

Dunia.

Keikhlasan bukan berarti dilarang berharap rezeki, kesehatan, atau kemudahan hidup.

Islam justru mengajarkan umatnya untuk berdoa dan berikhtiar.

Akan tetapi, semua itu tidak boleh menggantikan posisi Allah sebagai tujuan utama.

Allah SWT berfirman:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

(QS Az-Zariyat: 56)

Ketika Allah menjadi pusat orientasi, pekerjaan berubah menjadi ibadah.

Ilmu berubah menjadi cahaya.

Harta menjadi amanah.

Jabatan menjadi tanggung jawab.

Popularitas berubah menjadi ujian.

Segala sesuatu kembali menemukan tempatnya.

Pulang Sebelum Langkah Kehabisan Arah

Mungkin hari ini kita tampak sibuk.

Kalender penuh.

Agenda padat.

Target terus bertambah.

Namun Al-Hikam mengajukan satu pertanyaan yang tidak pernah usang.

Setelah semua langkah itu, sebenarnya kita sedang menuju siapa?

Sebab perjalanan hidup tidak dinilai dari panjangnya jalan yang ditempuh, melainkan dari arah yang dipilih.

Orang yang berjalan perlahan menuju Allah jauh lebih dekat daripada orang yang berlari mengejar dunia tanpa tujuan yang benar.

Keledai penggilingan tidak pernah salah karena memang tidak mengenal tujuan. Yang patut takut justru manusia yang mengira dirinya sudah dekat dengan Allah, padahal yang berubah hanya daftar ambisinya. Jangan hanya mengganti impian. Gantilah arah hati. Sebab ketika napas terakhir tiba, dunia berhenti di belakang, sementara perjalanan menuju Allah baru benar-benar dimulai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korupsi PMT

    KPK Percepat Penuntasan Kasus Korupsi PMT untuk Bayi dan Ibu Hamil

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    KPK percepat penyelidikan dugaan korupsi PMT. Sprindik umum segera terbit untuk mengungkap pelaku penyimpangan program makanan tambahan. albadarpost.com, LENSA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mendekati tahap akhir penyelidikan dugaan korupsi PMT (Program Makanan Tambahan) untuk bayi dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan periode 2016–2020. Lembaga antirasuah itu memastikan siap mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) […]

  • Foto aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Cikurubuk dengan latar bangunan kios tradisional, simbol ekonomi kerakyatan.

    Strategi Pemkot dalam Upaya Revitalisasi Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pasar tradisional merupakan ruang vital dalam struktur ekonomi kerakyatan Indonesia. Ketika masyarakat berbelanja di pasar, roda ekonomi lokal bergerak, keterlibatan UMKM meningkat, dan jalinan sosial antarwarga semakin kuat. Di Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk merupakan salah satu pusat perdagangan lokal yang telah membentuk kehidupan ekonomi warga selama puluhan tahun. Namun dalam beberapa waktu […]

  • Pinjol Ilegal

    OJK Tasikmalaya Warning Babinsa: Jangan Tergoda Pinjol Ilegal

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pinjol ilegal kembali menjadi perhatian serius di Tasikmalaya. Kali ini, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tasikmalaya memberikan peringatan langsung kepada ratusan Babinsa jajaran Kodim 0612 Tasikmalaya terkait bahaya pinjaman online ilegal yang semakin marak dan meresahkan masyarakat. Peringatan tersebut disampaikan Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, saat kegiatan sosialisasi literasi keuangan […]

  • Lomba Content Creator Harkopnas 2026

    Lomba Content Creator Harkopnas 2026 Resmi Dibuka

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Lomba Content Creator Harkopnas 2026 resmi menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). Melalui kompetisi kreatif bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Kementerian Koperasi mengajak masyarakat menghasilkan karya edukatif yang mengangkat nilai, peran, dan manfaat koperasi di Indonesia. Kompetisi ini terbuka bagi masyarakat luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, kreator konten, […]

  • Peluncuran Program SADESA Satu Desa Satu Sarjana oleh Pemkab Tasikmalaya dengan beasiswa penuh pendidikan tinggi bagi pemuda desa

    SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar ini langsung mengubah mimpi ribuan anak desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program SADESA (Satu Desa Satu Sarjana) pada Selasa (03/02/2026). Lewat program ini, pemuda desa berprestasi mendapatkan beasiswa penuh dari semester pertama hingga lulus kuliah. Bagi banyak keluarga desa, kuliah sering terasa seperti impian mahal. Namun kini, pintu itu […]

  • Laziiz Tasikmalaya

    Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa […]

expand_less