Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Purbaya Dicopot, Ini 5 Fakta Pergantian Menkeu Hari Ini

Purbaya Dicopot, Ini 5 Fakta Pergantian Menkeu Hari Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL Purbaya dicopot dari jabatan Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Presiden Prabowo Subianto kemudian menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya. Pergantian ini berlangsung setelah Purbaya sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan dan langsung memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal berikutnya.

Yang menarik, pergantian tersebut berlangsung ketika Purbaya sedang mengikuti rapat dengan Komite IV DPD. Pada saat yang hampir bersamaan, Suahasil mendapat panggilan dari Istana dan kemudian dilantik sebagai Menkeu baru.

Berikut lima fakta penting di balik Purbaya dicopot dari Menkeu.

1. Purbaya Dicopot Setelah Satu Tahun Menjabat

Purbaya Yudhi Sadewa tidak lama menduduki kursi bendahara negara.

Ia mulai menjabat Menteri Keuangan pada September 2025 setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo menggantinya dengan Suahasil Nazara. Catatan Metro TV menyebut Purbaya menjabat sekitar satu tahun enam hari.

Pergantian tersebut sekaligus membuat posisi Menteri Keuangan kembali berubah dalam waktu relatif singkat.

Sebelumnya, Purbaya masuk kabinet dengan membawa pendekatan yang lebih agresif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selama masa jabatannya, sejumlah kebijakan fiskal dan likuiditas menjadi perhatian publik serta pelaku pasar.

Karena itu, pencopotan setelah sekitar satu tahun menjadi salah satu peristiwa politik-ekonomi paling menonjol pada 14 September 2026.

2. Suahasil Nazara Langsung Menggantikan Purbaya

Presiden Prabowo tidak membiarkan posisi Menteri Keuangan kosong.

Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, dilantik sebagai Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029. Pengangkatan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026.

Suahasil bukan figur baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia telah menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal.

Sebelumnya, ia juga pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Latar belakang tersebut membuat pergantian kali ini berbeda dari penunjukan figur yang sama sekali baru di Kementerian Keuangan.

Dengan kata lain, Presiden memilih pejabat yang sudah memahami struktur dan mekanisme kerja Kemenkeu.

3. Alasan Purbaya Dicopot Belum Dijelaskan Pemerintah

Ini merupakan fakta yang tidak boleh dilewati.

Pemerintah belum mengumumkan alasan spesifik mengapa Purbaya dicopot. Karena itu, dugaan mengenai penyebab pergantian tidak boleh ditulis sebagai keputusan resmi pemerintah.

Di sisi lain, pergantian terjadi ketika kebijakan fiskal Indonesia mendapat sorotan.

Reuters melaporkan adanya kekhawatiran investor terkait arah kebijakan, defisit anggaran, pelemahan rupiah, serta sejumlah kebijakan yang dianggap tidak konvensional. Namun, konteks tersebut bukan berarti pemerintah telah menyatakan sebagai alasan resmi pencopotan Purbaya.

Perbedaan antara fakta dan analisis ini penting.

Sebab, menulis “Purbaya dicopot karena defisit” akan menjadi klaim sebab-akibat yang belum dikonfirmasi pemerintah.

4. Nasib Kebijakan Dana di Perbankan Kini Menunggu Suahasil

Salah satu kebijakan yang melekat pada masa Purbaya adalah penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendorong likuiditas dan penyaluran kredit.

Namun, setelah menjadi Menkeu, Suahasil belum memastikan apakah kebijakan penempatan dana pemerintah tersebut akan diteruskan.

Saat ditanya mengenai kelanjutan kebijakan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan, Suahasil meminta waktu untuk kembali ke Kementerian Keuangan dan mempelajari persoalan tersebut terlebih dahulu.

Ini menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan setelah pergantian Menteri Keuangan.

Sebab, perubahan pejabat belum tentu otomatis berarti perubahan kebijakan. Suahasil sendiri mengatakan pergantian ini merupakan kelanjutan pekerjaan di Kementerian Keuangan, bukan sekadar perubahan arah.

Karena itu, publik masih perlu menunggu keputusan resmi mengenai kebijakan dana pemerintah di perbankan.

5. Purbaya Keluar dari Rapat Saat Pergantian Berlangsung

Fakta lain yang menarik terjadi pada hari pencopotan.

Saat itu, Purbaya sedang mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD untuk membahas sejumlah agenda, termasuk RUU APBN 2027 dan nota keuangan.

Ketika sedang memberikan jawaban kepada anggota rapat, Purbaya tiba-tiba meninggalkan ruangan. Ia kemudian terlihat menerima telepon sebelum bergegas pergi.

Pada hari yang sama, Suahasil menjalani proses pelantikan di Istana Negara.

Menariknya, Suahasil mengatakan dirinya baru mendapat pemberitahuan mengenai pelantikan pada pagi hari melalui telepon dari Istana.

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan betapa cepatnya proses pergantian Menteri Keuangan berlangsung pada 14 September 2026.

Setelah Purbaya, Apa yang Berubah?

Pergantian Menteri Keuangan tidak otomatis berarti seluruh kebijakan fiskal pemerintah berubah.

Justru, pernyataan awal Suahasil menunjukkan fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN. Ia juga berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap di bawah batas legal 3 persen terhadap PDB.

Namun, beberapa pertanyaan masih terbuka.

Bagaimana nasib kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan? Apakah pendekatan fiskal akan berubah? Bagaimana pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan kepercayaan investor?

Jawabannya belum sepenuhnya terlihat pada hari pertama Suahasil menjabat.

Purbaya Pergi, Ujian Suahasil Baru Dimulai

Purbaya dicopot setelah sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan. Suahasil Nazara kemudian masuk dengan mandat menjaga kesehatan serta kredibilitas keuangan negara.

Yang berubah hari ini adalah orang di kursi Menteri Keuangan. Yang belum berubah adalah tantangannya: menjaga APBN tetap kredibel, ekonomi tetap bergerak, dan kepercayaan pasar tidak kembali goyah.

Pada akhirnya, pergantian Menkeu bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi bendahara negara. Pertaruhannya jauh lebih besar: bagaimana uang negara dikelola ketika ekonomi sedang menuntut pertumbuhan sekaligus disiplin. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less