Kapolri Cup 2026: Polda Jabar Jalani Laga Hidup Mati
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi pertandingan bulu tangkis.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kapolri Cup 2026 memasuki fase paling menentukan. Polda Jabar menghadapi laga hidup mati pada babak perempat final Bulu Tangkis Kapolri Cup yang berlangsung Kamis, 30 Juli 2026. Kemenangan akan mengantarkan wakil Jawa Barat ke semifinal, sedangkan kekalahan langsung mengakhiri perjalanan mereka. Karena memakai sistem gugur, setiap poin memiliki arti besar bagi peluang merebut gelar.
Momentum itu datang setelah Polda Jabar memperlihatkan mental kuat pada babak 16 besar. Tim mampu bangkit dari tekanan dan membalikkan keadaan untuk memastikan tempat di delapan besar. Kini, tantangan berikutnya menanti dengan level persaingan yang jauh lebih ketat.
Bangkit dari Tekanan pada Babak 16 Besar
Perjalanan menuju perempat final tidak berlangsung mulus. Pada partai pembuka, pasangan Dwi Putranto dan Mulyadi belum mampu menyumbangkan angka bagi Polda Jabar.
Mereka menyerah dari pasangan Hilmi Nasrullah Modeong dan Nolly Kinda dalam dua gim. Gim pertama berlangsung sengit hingga skor 20-22 sebelum lawan mengunci kemenangan melalui gim kedua dengan skor 21-14.
Namun demikian, Polda Jabar segera merespons situasi tersebut. Pasangan Sopian Asyauri dan Zaenal Mutaqin tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka mengendalikan ritme permainan dan mengalahkan Marvel Rivansel Tunas bersama Rodrigo Sevcenko Kamang Kumaat dengan skor 21-10 dan 21-13.
Hasil itu membuat kedudukan kembali imbang sehingga penentuan tiket perempat final harus berlangsung pada partai ketiga.
Robby dan Sandy Jadi Penentu Kemenangan
Tekanan terbesar hadir pada partai terakhir. Robby Maulana dan Sandy Satria memikul tanggung jawab menentukan nasib Polda Jabar di Kapolri Cup 2026.
Pasangan tersebut menghadapi Farizi Adlan dan Gleovardo Oktavianus dalam duel yang berlangsung ketat sejak awal. Gim pertama berjalan dramatis hingga akhirnya dimenangkan Robby dan Sandy dengan skor 24-22.
Setelah melewati momen krusial tersebut, kepercayaan diri mereka meningkat. Permainan menjadi lebih lepas dan dominan. Mereka kemudian menutup gim kedua dengan kemenangan 21-10 sekaligus memastikan skor beregu berubah menjadi 2-1 untuk Polda Jabar.
Seusai pertandingan, Robby mengakui bahwa partai penentuan membawa tekanan tersendiri. Meski demikian, ia menilai pengalaman tersebut menjadi bekal penting menghadapi pertandingan berikutnya.
Menurut Robby, seluruh pemain harus meningkatkan fokus, membaca kondisi lapangan lebih cepat, serta menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan agar peluang lolos ke semifinal semakin besar.
Jadwal Perempat Final Masih Ditunggu
Hingga Kamis pagi, panitia belum merilis jadwal lengkap yang memuat jam pertandingan, lapangan, maupun lawan yang akan dihadapi Polda Jabar. Informasi tersebut belum tercantum pada Match Centre PBSI.
Walaupun demikian, pertandingan perempat final dipastikan berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026. Oleh sebab itu, para pendukung masih perlu menunggu pembaruan resmi dari penyelenggara mengenai detail pelaksanaan pertandingan.
Situasi tersebut membuat seluruh peserta harus tetap menjaga kesiapan. Selain kondisi fisik, kemampuan beradaptasi terhadap jadwal pertandingan juga menjadi faktor penting pada fase gugur seperti sekarang.
Kapolri Cup 2026 Semakin Memanas
Kapolri Cup 2026 berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di tiga arena, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta, GOR Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu, Jakarta.
Kejuaraan hasil kolaborasi Polri, PBSI, dan National Paralympic Committee Indonesia ini digelar untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Pada kategori Polri saja, sebanyak 558 atlet yang tergabung dalam 62 regu ikut bersaing memperebutkan gelar juara.
Persaingan yang semakin ketat membuat setiap pertandingan memiliki nilai yang sama pentingnya dengan partai final. Karena itu, konsistensi permainan dan kekuatan mental menjadi pembeda utama bagi setiap tim yang ingin melangkah lebih jauh.
Polda Jabar kini hanya berjarak satu kemenangan lagi dari semifinal. Akan tetapi, peluang tersebut hanya bisa diwujudkan apabila seluruh pasangan kembali tampil solid, disiplin, dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang muncul di lapangan.
Di fase gugur, sejarah tidak ditulis oleh tim yang paling diunggulkan, melainkan oleh mereka yang mampu bertahan saat tekanan mencapai puncaknya. Hari ini, Polda Jabar memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa mental juara lebih berharga daripada sekadar status favorit. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar