7 Tradisi Ramadhan Paling Unik di Dunia, Nomor 4 Bikin Kaget

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan ternyata tidak dirayakan dengan cara yang sama di setiap negara.
Beberapa tradisi Ramadhan di dunia bahkan terdengar sangat unik dan jarang diketahui banyak orang.
Di berbagai belahan dunia, masyarakat memiliki tradisi Ramadan unik di berbagai negara yang membuat suasana bulan suci terasa lebih meriah. Dari meriam penanda berbuka hingga penjaga sahur keliling, semuanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Islam.
Beberapa di antaranya bahkan sudah berlangsung ratusan tahun.
Dan hingga sekarang, tradisi tersebut masih terus dijaga.
Lalu, apa saja tradisi yang membuat Ramadan di dunia terasa berbeda?
1. Meriam Penanda Berbuka di Timur Tengah
Di sejumlah negara Timur Tengah, masyarakat memiliki tradisi menembakkan meriam saat waktu berbuka tiba.
Tradisi ini dikenal sebagai Ramadan Cannon.
Pada masa lalu, meriam digunakan sebagai penanda waktu berbuka sebelum ada pengeras suara masjid. Sekarang, tradisi tersebut tetap dipertahankan karena dianggap bagian penting dari sejarah Ramadan.
Setiap kali meriam ditembakkan, warga biasanya berkumpul untuk menyaksikan momen tersebut.
2. Lentera Ramadhan yang Mewarnai Kota Mesir
Jika Anda berjalan di jalanan Mesir saat Ramadan, suasana malam terlihat sangat berbeda.
Lampu lentera warna-warni menghiasi rumah, toko, dan gang-gang kecil.
Tradisi ini dikenal sebagai Fanous Ramadan.
Anak-anak biasanya membawa lentera sambil bernyanyi menyambut datangnya bulan suci. Karena itu, Ramadan di Mesir sering terasa sangat meriah dan penuh warna.
3. Penjaga Sahur Keliling di Suriah
Sebelum alarm ponsel dikenal luas, masyarakat Suriah memiliki cara unik untuk membangunkan sahur.
Seorang pria berjalan keliling kampung sambil memukul drum.
Ia memanggil nama warga satu per satu agar bangun sahur.
Tradisi ini dikenal sebagai Musaharati.
Meskipun zaman sudah modern, beberapa kota masih mempertahankan tradisi ini karena dianggap bagian dari identitas Ramadan.
4. Tradisi Ngabuburit di Indonesia
Indonesia memiliki tradisi yang sangat populer menjelang waktu berbuka puasa.
Masyarakat menyebutnya ngabuburit.
Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan berjalan-jalan, berburu takjil, atau berkumpul bersama teman.
Tradisi sederhana ini justru membuat suasana Ramadan di Indonesia terasa sangat hidup.
5. Tradisi Anak-anak Berbagi di Uni Emirat Arab
Menjelang Ramadan, anak-anak di Uni Emirat Arab merayakan tradisi bernama Haq Al Laila.
Mereka mengenakan pakaian tradisional lalu berkeliling rumah warga.
Anak-anak tersebut menyanyikan lagu khusus dan menerima permen atau kacang dari penduduk setempat.
Tradisi ini melambangkan kebahagiaan menyambut bulan Ramadan.
6. Buka Puasa Bersama di Jalanan Turki
Di Turki, suasana berbuka puasa sering terlihat sangat meriah.
Pemerintah kota biasanya menyiapkan meja panjang di jalan-jalan utama.
Warga berkumpul untuk berbuka puasa bersama meskipun tidak saling mengenal.
Tradisi ini memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan selama Ramadan.
7. Chaand Raat di Pakistan
Menjelang Idul Fitri, masyarakat Pakistan merayakan malam yang disebut Chaand Raat.
Pada malam ini, orang-orang pergi ke pasar untuk membeli pakaian baru dan menghias tangan dengan henna.
Jalanan kota menjadi sangat ramai dan penuh warna.
Tradisi ini menandai bahwa Ramadan segera berakhir dan Hari Raya Idul Fitri akan segera tiba.
Tradisi Ramadhan yang Membuat Dunia Terasa Lebih Dekat
Setiap negara memang memiliki budaya yang berbeda.
Namun Ramadan selalu membawa pesan yang sama.
Bulan suci ini menghadirkan kebersamaan, kepedulian, dan kegembiraan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Karena itu, mengenal berbagai tradisi Ramadhan di dunia membuat kita semakin memahami betapa luas dan beragamnya budaya Islam. (ARR)




