Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tabligh Akbar Ciamis Dipadati Warga, Herdiat Pesan Ini

Tabligh Akbar Ciamis Dipadati Warga, Herdiat Pesan Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Tabligh Akbar dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 memadati Alun-Alun Ciamis, Jumat malam, 23 Oktober 2026. Menghadirkan Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Das’ad Latif, kegiatan ini menjadi momentum bagi Bupati Ciamis Herdiat Sunarya untuk mendorong santri terus belajar, berani bercita-cita tinggi, dan mengambil peran dalam kemajuan bangsa.

Kegiatan yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Ciamis tersebut mempertemukan kalangan pesantren, tokoh agama, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kehadiran dua penceramah nasional menjadi daya tarik acara. Namun, pesan tentang masa depan santri juga menjadi bagian penting dari peringatan Hari Santri tahun ini, terutama terkait kesiapan generasi muda pesantren menghadapi perubahan zaman.

Herdiat mendorong santri agar tidak membatasi cita-cita. Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, semangat belajar dan keberanian untuk maju perlu berjalan beriringan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

UAS dan Das’ad Latif Hadir di Tabligh Akbar Ciamis

Alun-Alun Ciamis menjadi lokasi pelaksanaan Tabligh Akbar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026. Panitia menghadirkan Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Das’ad Latif sebagai penceramah dalam kegiatan keagamaan tersebut.

Acara ini menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat sekaligus kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pesantren dan lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan terbuka, pesan keagamaan dapat menjangkau jamaah dari berbagai kalangan.

Peringatan Hari Santri juga memiliki makna yang lebih luas daripada kegiatan seremonial. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mengingat kembali kontribusi pesantren dalam pendidikan, pembinaan akhlak, dan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, pesan yang disampaikan dalam Tabligh Akbar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan di atas panggung. Nilai keagamaan perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, kepedulian sosial, dan semangat menuntut ilmu.

Herdiat Dorong Santri Ciamis Berani Bermimpi Tinggi

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mendorong para santri untuk terus mengembangkan kemampuan dan memiliki cita-cita tinggi. Santri diharapkan tidak hanya memperkuat pengetahuan agama, tetapi juga menyiapkan diri agar mampu berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

Pesan tersebut relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, dan dinamika ekonomi menuntut setiap generasi untuk terus belajar serta meningkatkan keterampilan.

Santri memiliki peluang untuk mengambil peran dalam pendidikan, kewirausahaan, pelayanan masyarakat, maupun bidang profesional lainnya. Bekal ilmu agama dan pembentukan karakter di pesantren dapat menjadi fondasi untuk menjalankan peran tersebut.

Meski demikian, cita-cita tinggi membutuhkan usaha yang konsisten. Kedisiplinan, kemauan belajar, penguasaan keterampilan, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.

Dukungan keluarga, pesantren, masyarakat, dan pemerintah juga diperlukan agar potensi santri berkembang secara optimal. Dengan kesempatan yang memadai, generasi muda pesantren dapat memperluas kontribusinya tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar pendidikan mereka.

Hari Santri Menjadi Momentum Menyiapkan Generasi Masa Depan

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang peran santri dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa. Peringatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam menghadapi tantangan masa kini.

Di Kabupaten Ciamis, Tabligh Akbar menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang mewarnai peringatan tersebut. Namun, penguatan peran santri membutuhkan upaya berkelanjutan, bukan hanya pertemuan atau perayaan tahunan.

Pendidikan yang berkualitas, pembinaan karakter, penguasaan teknologi, dan kesempatan berkarya dapat membantu santri menghadapi perubahan zaman. Pesantren juga dapat terus mengembangkan pendidikan yang memadukan tradisi keilmuan Islam dengan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat.

Pada saat yang sama, masyarakat perlu memberikan ruang bagi santri untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pembangunan. Keterlibatan tersebut dapat dimulai dari lingkungan sekitar melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan kemasyarakatan.

Dengan demikian, keberhasilan peringatan Hari Santri tidak cukup diukur dari ramainya sebuah acara. Dampak yang lebih penting ialah tumbuhnya semangat belajar, kepedulian terhadap sesama, dan kemampuan generasi muda untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Tabligh Akbar Ciamis menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, melainkan juga bagian dari masa depannya. Cita-cita tinggi akan berarti ketika disertai ilmu, akhlak, kerja nyata, dan kontribusi bagi masyarakat. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less