Penyerangan EPA Persib di Batang, Polisi Amankan Terduga Pelaku
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi insiden penyerangan rombongan EPA Persib di Batang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penyerangan rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Polisi mengamankan seorang pria berinisial BPA (33) yang diduga terlibat dalam perusakan bus rombongan pada Minggu malam, 11 Oktober 2026.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian setelah insiden yang dilaporkan turut melibatkan kekerasan fisik terhadap seorang ofisial dan dugaan pengambilan barang milik rombongan. Sementara itu, manajemen Persib Bandung mengecam kejadian tersebut dan mendesak aparat mengusut kasus secara profesional, objektif, serta transparan.
Informasi penangkapan disampaikan melalui pemberitaan DetikJabar dan DetikJateng pada Senin (12/10/2026). Adapun pernyataan manajemen Persib mengenai insiden tersebut dimuat DetikJabar dalam laporan terpisah pada hari yang sama.
Polisi Amankan Terduga Pelaku Penyerangan EPA Persib
Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama menyampaikan bahwa polisi mengamankan BPA setelah melakukan penyelidikan atas laporan perusakan dan dugaan penganiayaan.
Menurut keterangan yang dikutip DetikJateng, polisi menduga pria tersebut melakukan pelemparan batu ke bus rombongan Persib U-18. Penyelidik mengembangkan dugaan itu berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.
Meski demikian, status BPA masih sebagai terduga pelaku. Aparat perlu mendalami keterlibatannya melalui pemeriksaan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Polisi juga masih perlu mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. Karena itu, penangkapan satu orang belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh rangkaian insiden telah terungkap.
Bus Rusak, Ofisial Dilaporkan Mengalami Kekerasan
Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu malam (11/10/2026), sekitar pukul 21.27 WIB, ketika rombongan Persib U-18 singgah di Rest Area KM 360 Tol Batang.
Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip DetikJateng, rombongan berjumlah sekitar 30 orang dan menggunakan satu bus setelah menyelesaikan agenda pertandingan kelompok usia U-18 di Solo.
Insiden itu dilaporkan mengakibatkan kaca bus pecah. Selain kerusakan kendaraan, seorang ofisial juga dilaporkan mengalami kekerasan fisik.
Manajemen Persib turut menyebut adanya dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial serta perlengkapan pertandingan tim EPA U-18. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara lengkap nilai kerugian maupun seluruh barang yang hilang.
Rincian tersebut masih membutuhkan konfirmasi dari pihak klub dan aparat. Dengan demikian, pemberitaan perlu membedakan dampak yang telah disampaikan sumber dengan detail yang belum terverifikasi.
Persib Desak Pengusutan Berjalan Transparan
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa tindakan kekerasan, perusakan kendaraan, dan dugaan pengambilan barang tanpa hak tidak dapat dibenarkan atas nama rivalitas sepak bola.
Menurut pernyataan yang dimuat DetikJabar, manajemen meminta aparat mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat serta menindak mereka yang terbukti bersalah sesuai hukum.
Persib juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I.League selaku operator kompetisi. Langkah itu bertujuan agar insiden mendapat perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Namun, pelaporan kepada organisasi sepak bola tidak menggantikan proses pidana. Aparat tetap perlu mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, serta memastikan pertanggungjawaban setiap pihak berdasarkan hasil penyelidikan.
Bagi Persib, keselamatan personel dan pemain muda menjadi perhatian utama. Klub juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap mereka yang terdampak berjalan baik.
Bobotoh Diminta Menahan Diri
Di tengah perkembangan kasus, Persib mengimbau Bobotoh agar tidak terpancing provokasi dan tidak melakukan aksi balasan yang melanggar hukum.
Manajemen memahami kemarahan dan kekecewaan suporter. Meski demikian, klub meminta semua pihak mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Imbauan tersebut penting agar insiden tidak berkembang menjadi konflik baru. Rivalitas sepak bola semestinya berlangsung dalam batas sportivitas, bukan berubah menjadi intimidasi, kekerasan, atau perusakan yang mengancam keselamatan orang lain.
Selain itu, publik perlu berhati-hati dalam menyimpulkan keterlibatan kelompok tertentu. Identitas dan tanggung jawab setiap pihak harus mengacu pada hasil pemeriksaan, bukan dugaan yang berkembang di media sosial.
Keselamatan Pemain Muda Tak Boleh Diabaikan
Kasus penyerangan EPA Persib di Batang kembali menyoroti pentingnya keamanan perjalanan tim usia muda. Pemain yang mengikuti kompetisi membutuhkan lingkungan yang mendukung pembinaan, termasuk perlindungan selama perjalanan menuju dan kembali dari pertandingan.
Karena itu, pengusutan insiden ini perlu berjalan hingga fakta-fakta penting terungkap. Publik berhak mengetahui perkembangan perkara, sementara pihak yang diperiksa tetap berhak memperoleh proses hukum yang adil.
AlbadarPost akan mengutamakan perkembangan yang bersumber dari keterangan resmi Persib, kepolisian, dan lembaga terkait. Pembaruan juga perlu mencakup hasil pemeriksaan terduga pelaku, perkembangan penyelidikan, serta kejelasan mengenai kerugian dan kondisi personel terdampak.
Penangkapan terduga pelaku merupakan langkah awal, bukan akhir perkara. Keselamatan pemain muda harus terlindungi, fakta harus terungkap, dan siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum. (Red)
- Penulis: redaktur






