Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kebakaran Ciamis, Rumah di Cipaku Rugi Ditaksir Rp65 Juta

Kebakaran Ciamis, Rumah di Cipaku Rugi Ditaksir Rp65 Juta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Ciamis melanda rumah permanen milik Nudin Hasanudin, 52 tahun, seorang pedagang di Dusun Sindangjaya RT 001/RW 011, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Minggu (18/10/2026). Laporan awal menduga korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran. Peristiwa ini menimbulkan taksiran kerugian Rp65 juta, tanpa korban jiwa.

Kebakaran diketahui ketika seorang warga yang melintas melihat kepulan asap dan percikan api dari rumah tersebut. Warga sekitar berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya itu tidak berhasil mengendalikan kobaran api sehingga pemilik rumah menghubungi Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali.

Dikutip dari Damkar Ciamis, petugas menerima laporan sekaligus berangkat menuju lokasi pada pukul 08.20 WIB. Enam personel dengan dua unit armada—mobil pancar dan mobil suplai air—tiba di lokasi pukul 08.30 WIB. Petugas menyelesaikan penanganan pada pukul 10.00 WIB setelah melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemeriksaan area terdampak.

Warga Melihat Asap dan Percikan Api

Peristiwa di Desa Ciakar bermula ketika seorang warga yang melintas melihat tanda-tanda kebakaran dari rumah Nudin. Kepulan asap dan percikan api kemudian menarik perhatian warga di sekitar lokasi.

Masyarakat berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan yang tersedia. Akan tetapi, kobaran api belum dapat dikendalikan sehingga pemilik rumah meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Laporan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik. Meski demikian, informasi yang tersedia belum memuat hasil pemeriksaan teknis yang memastikan penyebab kebakaran. Karena itu, dugaan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai kesimpulan final.

Enam Personel Damkar Tangani Kebakaran Cipaku

Pos WMK Kawali mengerahkan enam personel menggunakan dua armada untuk menangani kebakaran. Petugas tiba sepuluh menit setelah laporan masuk, kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan.

Setelah api terkendali, petugas memeriksa area terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Tim juga melakukan pendataan sebagai bagian dari penanganan kejadian.

Operasi berakhir pukul 10.00 WIB. Dengan demikian, penanganan berlangsung sekitar 100 menit sejak laporan diterima hingga operasi selesai.

Perangkat desa, masyarakat setempat, Polsek Kawali, PLN, dan Babinmas turut mendukung penanganan. Keterlibatan mereka membantu koordinasi di lokasi selama petugas bekerja.

Kerugian Ditaksir Rp65 Juta, Tidak Ada Korban Jiwa

Rumah permanen milik Nudin memiliki ukuran bangunan 8 × 10 meter. Laporan kejadian mencatat taksiran kerugian material mencapai Rp65 juta.

Di tengah kerugian tersebut, laporan menyebut tidak ada korban jiwa. Namun, data yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci tingkat kerusakan bangunan, barang-barang yang terdampak, maupun hasil pemeriksaan penyebab kebakaran.

Angka Rp65 juta masih berupa estimasi, bukan nilai akhir hasil penilaian terperinci. Karena itu, penyebutan “ditaksir” tetap penting untuk menjaga ketepatan informasi.

Kebakaran rumah dapat menimbulkan kerugian besar meskipun tidak merenggut korban jiwa. Selain itu, api yang tidak segera dikendalikan berpotensi mengancam penghuni dan bangunan di sekitarnya.

Periksa Instalasi Listrik untuk Mencegah Kebakaran

Masyarakat perlu memeriksa instalasi listrik secara berkala, terutama kabel, sambungan, stopkontak, dan peralatan yang digunakan setiap hari. Kabel terkelupas, sambungan longgar, serta penggunaan listrik yang melampaui kapasitas dapat meningkatkan risiko gangguan.

Selain itu, gunakan peralatan listrik sesuai standar dan hindari menumpuk beban berlebihan pada satu stopkontak. Jika muncul percikan, bau terbakar, atau tanda gangguan lainnya, jauhi area berbahaya dan mintalah bantuan tenaga yang kompeten.

Apabila api mulai membesar, jangan mengambil risiko dengan mencoba memadamkannya sendiri. Utamakan keselamatan penghuni, menjauh dari sumber bahaya, dan segera hubungi layanan pemadam kebakaran. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less