Diky Chandra: Jangan Takut Kalah, Terus Berlatih
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

llustrasi kejuaraan karate di GOR Sukapura Tasikmalaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, mengingatkan para atlet karate agar tidak takut menghadapi kekalahan. Menurutnya, setiap pertandingan merupakan bagian dari proses untuk membentuk atlet yang lebih kuat, disiplin, dan percaya diri.
Pesan tersebut disampaikan Diky saat menghadiri kejuaraan karate di GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/9/2026).
Informasi mengenai kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya tersebut dikutip dari Pemkot Tasikmalaya. Portal resmi Kota Tasikmalaya mencatat Rd. Diky Candra Negara sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Diky Chandra: Jangan Takut Kalah
Diky Chandra memberikan dorongan kepada para atlet agar tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Terus berlatih, jangan takut kalah, karena setiap pertandingan adalah proses untuk menjadi lebih kuat, disiplin, dan percaya diri,” kata Diky Chandra, sebagaimana dikutip dari informasi Pemkot Tasikmalaya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pertandingan tidak hanya menjadi arena untuk mencari kemenangan. Bagi atlet, setiap laga juga menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.
Karena itu, kekalahan tidak semestinya membuat seorang atlet berhenti berusaha. Sebaliknya, hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan pada latihan berikutnya.
Menang Adalah Bonus, Sportivitas Tetap Utama
Selain mengingatkan atlet agar tidak takut kalah, Diky juga menekankan pentingnya perjuangan dan sportivitas.
“Menang adalah bonus, tetapi perjuangan dan sportivitas adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan sportivitas sebagai bagian penting dalam pembinaan atlet. Kemampuan teknis memang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan, tetapi karakter juga menentukan bagaimana seorang atlet menghadapi kompetisi.
Menghormati lawan, mematuhi aturan, menerima hasil pertandingan, serta tetap menjaga sikap menjadi bagian dari proses tersebut.
Dengan demikian, pertandingan tidak hanya menghasilkan pemenang dan mereka yang kalah. Lebih jauh, kompetisi dapat menjadi ruang untuk membentuk mental dan karakter atlet.
GOR Sukapura Jadi Arena Pembinaan Olahraga
GOR Sukapura Dadaha merupakan salah satu fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota Tasikmalaya. Data pada portal resmi Pemkot mencatat GOR Sukapura berada di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya.
Tempat tersebut juga digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan bela diri. Pada Juli 2026, misalnya, GOR Sukapura menjadi lokasi Pasanggiri Ibing Pencak Silat Se-Priangan Timur yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
Untuk agenda karate pada 12–13 September 2026, informasi penyelenggara yang tersedia secara publik mencantumkan Kejurdo BKC Kota Tasikmalaya (Ketum Cup V) Tahun 2026 di GOR Sukapura Dadaha.
Karena terdapat perbedaan penyebutan nama kegiatan dalam informasi yang tersedia, AlbadarPost tidak memaksakan penyebutan “Bandung Karate Cup” sebagai nama resmi kejuaraan tanpa konfirmasi tambahan dari sumber primer.
Langkah tersebut penting agar pemberitaan tetap akurat dan tidak mencampurkan dua informasi kegiatan yang berbeda.
Kekalahan Bisa Menjadi Bahan Evaluasi
Bagi atlet, pertandingan merupakan bagian dari perjalanan panjang. Tidak semua laga berakhir dengan kemenangan.
Ada latihan yang harus diulang. Ada teknik yang perlu diperbaiki. Ada pula pengalaman menghadapi lawan yang menjadi pelajaran berharga untuk pertandingan berikutnya.
Dalam konteks pembinaan, keberanian untuk kembali berlatih setelah mengalami kekalahan justru menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan seorang atlet.
Kemenangan pun bukan alasan untuk berhenti berkembang.
Atlet yang berhasil mempertahankan prestasinya tetap membutuhkan disiplin untuk berlatih, menjaga kondisi fisik, meningkatkan teknik, dan mempertahankan mental bertanding.
Karena itu, pesan Diky Chandra tentang “jangan takut kalah” memiliki makna lebih luas daripada sekadar motivasi sebelum pertandingan.
Dari Arena Pertandingan Menuju Mental Juara
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui berbagai kegiatan olahraga memiliki ruang untuk mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari daerah.
Namun, prestasi tidak muncul secara instan.
Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari latihan, kompetisi, evaluasi, hingga keberanian untuk kembali mencoba setelah mengalami kegagalan.
Di titik itulah sportivitas menjadi penting.
Seorang atlet tidak hanya dinilai dari medali yang dibawa pulang. Cara menghadapi kemenangan, cara menerima kekalahan, dan sikap terhadap lawan juga menjadi bagian dari perjalanan menuju prestasi.
Pesan Diky Chandra akhirnya sederhana: jangan takut kalah, terus berlatih, dan jadikan setiap pertandingan sebagai proses untuk menjadi lebih kuat.
Sebab, juara bukan hanya mereka yang berdiri di podium, tetapi juga mereka yang berani bertanding, mampu menerima hasil, lalu kembali berlatih untuk menjadi lebih baik. (Red)
- Penulis: redaktur






