Inggris ke Semifinal, Bellingham Hancurkan Harapan Norwegia
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bellingham, penentu kemenangan Inggris (Foto: ROBERTO SCHMIDT/AFP).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Inggris lolos semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Laga Inggris vs Norwegia di perempat final menyajikan pertarungan yang berlangsung ketat sejak menit pertama hingga peluit akhir, sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penentu kemenangan lewat dua gol penting.
Bagi Norwegia, hasil ini terasa menyakitkan. Mereka sempat berada di atas angin dan hanya berjarak beberapa puluh menit dari tiket semifinal. Namun, efektivitas Inggris pada momen-momen krusial mengubah arah pertandingan.
Schjelderup Buka Harapan Norwegia
Pertandingan langsung berlangsung dengan tempo tinggi. Inggris lebih banyak menguasai bola, sedangkan Norwegia mengandalkan transisi cepat setiap kali berhasil merebut penguasaan.
Strategi itu membuahkan hasil pada menit ke-36.
Andreas Schjelderup memanfaatkan celah di lini belakang Inggris untuk membawa Norwegia unggul 1-0. Gol tersebut membuat para pendukung Norwegia di stadion bergemuruh. Di sisi lapangan, para pemain Inggris tampak berusaha tetap tenang meski tertinggal.
Keunggulan itu nyaris bertahan hingga jeda.
Namun, pada masa tambahan waktu babak pertama, Jude Bellingham menunjukkan kualitasnya. Ia menyelesaikan peluang dengan tenang dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut bukan hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga mengangkat kembali kepercayaan diri Inggris sebelum memasuki ruang ganti.
VAR Warnai Babak Kedua
Selepas turun minum, pertandingan semakin terbuka. Kedua tim saling bertukar serangan dan memaksa lini pertahanan bekerja lebih keras.
Norwegia sempat kembali mencetak gol. Akan tetapi, wasit membatalkannya setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR. Dalam proses serangan, Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran sehingga gol tersebut tidak disahkan.
Inggris pun mengalami situasi serupa. Salah satu gol mereka juga tidak dihitung, sementara beberapa peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Meski terus saling menekan, skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Pertandingan pun harus ditentukan lewat babak tambahan.
Kesalahan Kecil yang Mengubah Segalanya
Awal babak perpanjangan waktu menjadi titik balik pertandingan.
Morgan Rogers melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Kiper Ørjan Nyland sebenarnya mampu menjangkau bola, tetapi tepisannya tidak sempurna.
Bola liar langsung disambar Jude Bellingham.
Gol.
Inggris berbalik unggul 2-1 pada menit ke-93.
Selepas gol tersebut, ritme pertandingan berubah. Norwegia meningkatkan intensitas serangan dan mencoba menekan hingga menit-menit terakhir. Sebaliknya, Inggris bermain lebih disiplin sambil memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengulur tekanan lawan.
Beberapa peluang sempat tercipta, tetapi pertahanan The Three Lions mampu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Bellingham Tampil Sebagai Pembeda
Kemenangan Inggris lahir dari kombinasi kualitas individu dan ketenangan dalam mengambil keputusan.
Bellingham menjadi sosok paling menentukan melalui dua gol yang dicetaknya pada waktu-waktu krusial. Penampilannya kembali menunjukkan mengapa ia menjadi salah satu gelandang paling berpengaruh di turnamen ini.
Selain itu, kesalahan kecil Nyland saat mengantisipasi tembakan Morgan Rogers memberi kesempatan yang langsung dimanfaatkan Inggris. Di pertandingan dengan tensi setinggi perempat final Piala Dunia, satu detail seperti itu dapat menentukan nasib sebuah tim.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kedalaman skuad Inggris. Pemain-pemain yang masuk pada babak tambahan mampu menjaga intensitas permainan sehingga tekanan terhadap Norwegia tidak pernah benar-benar berkurang.
Inggris Tinggal Selangkah Lagi Menuju Final
Kemenangan ini membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026 sekaligus menjaga peluang mereka meraih gelar dunia yang telah lama dinantikan.
Sementara itu, Norwegia harus mengakhiri perjalanan mereka di babak delapan besar. Meski gagal melangkah lebih jauh, performa tim asuhan mereka sepanjang turnamen tetap layak mendapat apresiasi karena mampu bersaing dengan sejumlah kekuatan besar dunia.
Bagi Inggris, kemenangan ini menjadi modal penting menghadapi tantangan berikutnya. Momentum, kepercayaan diri, dan performa Jude Bellingham menjadi kombinasi yang membuat The Three Lions semakin percaya diri menatap perebutan tiket ke final.
Di fase gugur, tidak selalu tim yang bermain paling indah yang menang. Sering kali, kemenangan menjadi milik tim yang mampu memanfaatkan satu peluang lebih baik daripada lawannya. Inggris melakukannya, dan kini hanya dua langkah lagi menuju trofi Piala Dunia 2026. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar