Dari Warung hingga UMKM Ciamis, Semua Didata
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, Selasa (23/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi masih terasa sejuk di kawasan Pendopo Bupati Ciamis, Selasa, 23 Juni 2026. Di halaman yang biasanya menjadi pusat berbagai kegiatan pemerintahan, ratusan aparatur dan petugas lapangan berkumpul dalam satu tujuan yang sama. Mereka bersiap menjalankan Sensus Ekonomi Ciamis 2026, sebuah pendataan besar yang akan memotret aktivitas ekonomi masyarakat dari tingkat paling kecil hingga sektor usaha yang lebih besar.
Sensus Ekonomi Ciamis atau SE2026 menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi riil dunia usaha di Tatar Galuh. Pendataan ekonomi ini tidak hanya menghitung jumlah usaha yang ada, tetapi juga merekam perkembangan, potensi, dan tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi di berbagai wilayah.
Sebanyak 1.486 petugas diterjunkan untuk menyisir seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan di Kabupaten Ciamis. Mereka akan mendatangi berbagai jenis usaha, mulai dari warung kelontong, pedagang rumahan, UMKM, hingga pelaku usaha skala yang lebih besar.
Dari Warung Kecil hingga Usaha Besar Akan Didata
Banyak orang mungkin menganggap sensus hanya berkaitan dengan jumlah penduduk. Padahal, Sensus Ekonomi memiliki peran yang tidak kalah penting.
Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat mengetahui bagaimana aktivitas ekonomi bergerak di tengah masyarakat. Data tersebut akan menunjukkan sektor usaha yang tumbuh, wilayah yang memiliki potensi besar, hingga bidang usaha yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Karena itu, setiap data yang dikumpulkan memiliki nilai strategis. Sebuah warung kecil di sudut kampung, misalnya, tetap menjadi bagian penting dari peta ekonomi daerah.
Begitu pula usaha rumahan yang memproduksi makanan ringan, toko pakaian, bengkel, jasa digital, hingga pelaku usaha pertanian dan perdagangan lainnya.

Apel gabungan di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Selasa (23/6/2026).
Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Bupati Ciamis.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan saat ini tidak dapat lagi bertumpu pada perkiraan semata.
Menurutnya, kebijakan yang baik lahir dari data yang baik. Program yang tepat sasaran juga membutuhkan informasi yang lengkap dan akurat.
Karena itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menjadi fondasi dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan daerah.
Data yang terkumpul nantinya dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara lebih nyata. Selain itu, pemerintah juga dapat melihat persebaran aktivitas ekonomi serta peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Ribuan Petugas Jadi Ujung Tombak Pendataan
Pelaksanaan sensus tahun ini melibatkan 1.486 petugas lapangan.
Kepala BPS Kabupaten Ciamis Ahmad Luqman menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri atas 1.310 petugas pendataan dan 176 petugas pemeriksa lapangan.
Pendataan telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, petugas akan mendatangi berbagai pelaku usaha untuk melakukan pencatatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di balik angka 1.486 petugas itu, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan setiap data yang masuk memiliki kualitas yang baik.
Karena itu, para petugas diminta bekerja secara profesional, jujur, disiplin, dan penuh integritas.
Pesan yang disampaikan kepada mereka cukup sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: datalah dengan hati, layani dengan ramah, dan catat dengan benar.
Bukan Sekadar Pendataan, tetapi Investasi Masa Depan
Sensus Ekonomi sering kali terlihat sebagai kegiatan administratif. Padahal dampaknya jauh lebih besar.
Data yang dihasilkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan pelayanan publik.
Semakin akurat data yang dimiliki, semakin besar peluang pemerintah menyusun program yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Karena itu, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS dan petugas lapangan. Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang berkualitas.
Ketika petugas datang melakukan pendataan, masyarakat sebenarnya sedang ikut berkontribusi dalam membangun arah pembangunan daerah untuk tahun-tahun mendatang.
Setiap usaha yang didata mungkin hanya berupa angka di lembar sensus. Namun di balik angka itu, ada cerita perjuangan, ada denyut ekonomi, dan ada masa depan Ciamis yang sedang dipetakan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar