Harkitnas 2026 di Ciamis Soroti Ancaman Era Digital terhadap Generasi Muda
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Rabu (20/5/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Harkitnas Ciamis atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kabupaten Ciamis berlangsung khidmat di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026). Namun di balik prosesi upacara bendera dan barisan peserta yang tertib, ada pesan kuat yang menjadi sorotan utama tahun ini: ancaman era digital terhadap generasi muda Indonesia.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan nasional tersebut.
Ratusan peserta hadir dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, ASN, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga tokoh masyarakat.
Momentum itu tidak hanya menjadi seremoni tahunan.
Tetapi juga ruang refleksi tentang arah masa depan bangsa di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat.
Kedaulatan Bangsa Kini Tak Hanya Soal Wilayah
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang dibacakan Bupati Ciamis, ditegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini telah berubah.
Jika dulu perjuangan bangsa berfokus pada kedaulatan wilayah dan kemerdekaan fisik, kini tantangan terbesar mulai bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
“Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Herdiat.
Pernyataan itu langsung menempatkan literasi digital sebagai isu penting dalam peringatan Harkitnas tahun ini.
Karena perkembangan teknologi tidak hanya membawa kemajuan.
Tetapi juga menghadirkan ancaman baru bagi generasi muda.
Tema “Jaga Tunas Bangsa” Jadi Sorotan
Tema nasional Hari Kebangkitan Nasional tahun ini yakni:
“Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”
Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama ketika anak-anak dan remaja semakin akrab dengan dunia digital sejak usia dini.
Pemerintah menilai generasi muda bukan hanya aset bangsa.
Tetapi juga titik paling rentan terhadap:
- hoaks,
- perundungan digital,
- kecanduan media sosial,
- hingga paparan konten negatif.
Karena itu, perlindungan anak di ruang digital mulai menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam amanat tersebut, pemerintah juga menyinggung penerapan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.
Kebijakan tersebut menjadi langkah untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan aman bagi anak-anak Indonesia.
Pemerintah Soroti Program Strategis Nasional
Selain isu digital, pemerintah juga menyoroti berbagai program strategis nasional yang sedang dijalankan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa program yang disebut dalam amanat antara lain:
- Program Makan Bergizi Gratis,
- pembangunan Sekolah Rakyat,
- Sekolah Garuda,
- layanan kesehatan gratis,
- hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Program-program tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Karena kebangkitan bangsa hari ini tidak cukup hanya lewat pembangunan infrastruktur.
Tetapi juga melalui pembangunan manusia.

Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kabupaten Ciamis berlangsung khidmat di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026).
Suasana Upacara Berlangsung Khidmat
Sejak pagi, suasana halaman Pendopo Kabupaten Ciamis terlihat dipenuhi peserta upacara dengan formasi yang tertib.
Barisan pelajar berdiri tegak mengikuti jalannya prosesi. Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi pengibaran bendera Merah Putih.
Di tengah upacara, suasana terasa hening saat amanat dibacakan.
Ada pelajar yang berdiri sambil memegang topi di dada. Ada ASN yang tampak serius menyimak isi pidato.
Dan di tengah dunia yang semakin sibuk dengan layar ponsel, suasana seperti itu terasa semakin jarang ditemukan.
Herdiat Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Literasi Digital
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, Herdiat Sunarya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat persatuan dan solidaritas sosial.
Menurutnya, tantangan bangsa hari ini tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri.
Karena itu, budaya gotong royong dan kepedulian sosial harus tetap dijaga.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Herdiat.
Ajakan tersebut dinilai penting di tengah perubahan sosial yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi.
Karena modernisasi kadang membuat hubungan sosial masyarakat semakin renggang.
Padahal kekuatan bangsa Indonesia selama ini lahir dari rasa kebersamaan.
Harkitnas Jadi Pengingat untuk Semua Generasi
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kabupaten Ciamis tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat persatuan tidak boleh berhenti hanya dalam seremoni upacara.
Nilai perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Apalagi tantangan masa depan kini tidak lagi terlihat dalam bentuk penjajahan fisik.
Tetapi hadir melalui perang informasi, disinformasi, dan perubahan budaya yang bergerak sangat cepat.
Karena itu, menjaga generasi muda hari ini sama pentingnya dengan menjaga masa depan bangsa itu sendiri.
Bendera Merah Putih memang hanya berkibar beberapa jam di halaman Pendopo Ciamis pagi itu.
Tetapi pesan Harkitnas tahun ini jauh lebih panjang: bangsa yang gagal menjaga generasi mudanya… perlahan sedang kehilangan arah masa depannya sendiri. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar