Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Porprov Jabar 2026: 240 Atlet Esports Berebut Gelar Juara

Porprov Jabar 2026: 240 Atlet Esports Berebut Gelar Juara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebanyak 240 atlet akan meramaikan persaingan esports Porprov XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi. Mereka akan bertanding dalam enam nomor selama delapan hari, mulai 8 hingga 15 November 2026, di Gedung Suyati, Universitas Muhammadiyah Indonesia.

Kompetisi ini menghadirkan Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, Garena Free Fire, Honor of Kings, EA FC (FIFA) Terbuka, dan eFootball PES Beregu Terbuka. Setiap nomor memiliki jadwal pertandingan tersendiri, termasuk rangkaian final yang berlangsung hingga hari terakhir.

Bagi kontingen kabupaten dan kota se-Jawa Barat, ajang ini bukan sekadar kesempatan mengejar medali. Porprov juga menjadi panggung untuk mengukur hasil pembinaan daerah sekaligus melihat potensi atlet yang dapat berkembang menuju kompetisi nasional.

Ketua KONI Jawa Barat Muhammad Budiana menjelaskan bahwa peserta esports Porprov merupakan hasil proses kualifikasi. Sebanyak 25 kabupaten dan kota mengikuti babak kualifikasi pada September 2025 sebelum proses seleksi menetapkan 19 daerah peserta.

“Untuk Porprov 2026, tuan rumah pelaksana cabang olahraga esports adalah Kota Bekasi,” kata Budiana dalam wawancara bersama Kompas TV yang dikutip publikasi resmi panitia Porprov pada 15 September 2026.

Enam Nomor Esports, Persaingan Dimulai 8 November

Rangkaian pertandingan esports Porprov Jabar 2026 dimulai pada Minggu, 8 November. Dua nomor membuka kompetisi, yakni Free Fire pukul 10.00–13.00 WIB dan PUBG Mobile pukul 13.00–15.45 WIB.

Persaingan berlanjut pada Senin, 9 November. Jadwal yang dipublikasikan panitia mencantumkan final PUBG Mobile pukul 10.00–13.00 WIB, kemudian final Free Fire pukul 13.00–16.45 WIB.

Selanjutnya, giliran eFootball dan Mobile Legends: Bang Bang yang mengisi agenda pada 10 dan 11 November. Kedua nomor tersebut mendapat jadwal pertandingan pukul 10.00–15.00 WIB pada masing-masing hari.

Pada Kamis, 12 November, panitia menjadwalkan pertandingan Mobile Legends pukul 10.00–10.45 WIB dan eFootball pukul 10.50–11.35 WIB. Setelah jeda, final Mobile Legends berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB, disusul final eFootball pukul 14.35–15.30 WIB.

Honor of Kings dan EA FC Menentukan Gelar Terakhir

Persaingan berlanjut pada 13 dan 14 November melalui nomor Honor of Kings dan EA FC. Keduanya mendapat jadwal pertandingan pukul 10.00–15.00 WIB.

Puncak kompetisi berlangsung pada Minggu, 15 November. Jadwal mencantumkan pertandingan Honor of Kings pukul 10.00–10.45 WIB, kemudian EA FC pukul 10.50–11.35 WIB.

Setelah jeda, final Honor of Kings dijadwalkan pukul 13.00–14.30 WIB. Berikutnya, final EA FC berlangsung pukul 14.35–15.30 WIB.

Dengan demikian, 15 November menjadi hari terakhir rangkaian pertandingan esports Porprov XV Jawa Barat 2026. Enam nomor akan menentukan para peraih gelar setelah seluruh tahapan kompetisi selesai.

Rekam Jejak Medali Jadi Modal Esports Jawa Barat

Persaingan di Bekasi memiliki konteks lebih luas karena esports Jawa Barat sudah mencatat prestasi di tingkat nasional. Pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, cabang ini menyumbangkan satu medali emas dan dua perunggu untuk kontingen Jawa Barat.

Medali emas berasal dari nomor Free Fire. Sementara itu, dua medali perunggu diraih melalui Mobile Legends: Bang Bang dan Lokapala.

Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Porprov penting bagi pembinaan atlet. Kompetisi tingkat provinsi dapat membantu pengurus memetakan kemampuan pemain, mengevaluasi hasil latihan, dan menemukan talenta yang berpeluang melangkah ke level lebih tinggi.

Budiana menjelaskan bahwa pembinaan esports Jawa Barat berjalan secara berjenjang. Prosesnya dimulai dari komunitas dan klub, kemudian berlanjut melalui pengurus cabang di kabupaten dan kota hingga Pengprov Esports Jawa Barat dan KONI Jawa Barat.

Ia juga menyebut 10 atlet dan satu pelatih esports asal Jawa Barat terpilih memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 di Jepang. Informasi tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan daerah memiliki hubungan dengan kebutuhan prestasi di tingkat internasional.

Siapa Kontingen dan Atlet yang Patut Diperhatikan?

Persaingan enam nomor tentu mengundang perhatian terhadap kontingen dan pemain yang berpotensi meraih medali. Namun, hingga pemeriksaan data resmi pada 4 November 2026, halaman cabang esports KONI Jawa Barat belum menampilkan daftar nama atlet maupun hasil pertandingan yang dapat menjadi dasar penetapan unggulan.

Karena itu, belum tepat menyebut kabupaten atau kota tertentu sebagai favorit juara. Penilaian tersebut perlu menunggu informasi bagan pertandingan, daftar pemain, rekam prestasi pada babak kualifikasi, atau hasil kompetisi sebelumnya.

Meski demikian, setiap nomor memiliki tantangan berbeda. Free Fire dan PUBG Mobile menuntut koordinasi tim, strategi bertahan, serta kemampuan membaca situasi permainan. Mobile Legends dan Honor of Kings menguji komunikasi, penguasaan objektif, dan pengambilan keputusan.

Sementara itu, EA FC dan eFootball mengandalkan kemampuan membaca pola permainan, mengatur strategi, serta memanfaatkan peluang. Perbedaan karakter tersebut membuat persaingan enam nomor esports tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga kecermatan dan disiplin atlet.

Bekasi Menjadi Panggung Pembuktian Atlet Daerah

Gedung Suyati, Universitas Muhammadiyah Indonesia, akan menjadi tempat para atlet menunjukkan kemampuan dan membawa nama daerah masing-masing. Bagi masyarakat, pertandingan ini juga membuka kesempatan untuk mengenal esports sebagai cabang olahraga kompetitif.

Materi publikasi panitia mencantumkan keterangan free entry. Meski demikian, calon penonton sebaiknya memeriksa kembali ketentuan akses masuk melalui kanal resmi penyelenggara sebelum datang ke lokasi.

Selain itu, penonton perlu memperhatikan jadwal setiap nomor agar tidak melewatkan pertandingan yang ingin disaksikan. Panitia juga dapat melakukan penyesuaian teknis, sehingga informasi terbaru tetap perlu dipantau.

Sebanyak 240 atlet, enam nomor pertandingan, dan delapan hari kompetisi akan menjadi bagian dari perjalanan esports Porprov Jabar 2026. Setiap kontingen membawa target masing-masing, sementara para atlet memiliki kesempatan membuktikan hasil latihan dan pembinaan di daerah.

Di balik layar dan perangkat permainan, ada nama daerah, kerja keras atlet, serta ambisi untuk membuktikan bahwa prestasi Jawa Barat juga tumbuh di arena esports. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less