Kebakaran Cigalontang, Rumah Panggung Dasep Rugi Rp50 Juta
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebakaran rumah panggung milik Dasep di Kampung Rancamaya, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu malam (17/10/2026).(Dok. Damkar Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Cigalontang menghanguskan satu rumah panggung milik Dasep di Kampung Rancamaya RT 02/RW 02, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Sisa pembakaran di dalam rumah diduga memicu kobaran api yang sulit dikendalikan warga. Peristiwa tersebut menimbulkan estimasi kerugian Rp50 juta, tetapi tidak menyebabkan korban luka maupun meninggal dunia.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan pada pukul 20.59 WIB. Satu menit kemudian, personel dari Markas Komando Patriot berangkat menuju lokasi dan tiba pada pukul 21.19 WIB. Tim mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan enam personel untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
Informasi yang dilansir dari Damkar Garut menyebutkan, operasi penanganan berakhir pada pukul 22.30 WIB dengan dukungan masyarakat setempat. Petugas juga berupaya melindungi bangunan di sekitar lokasi, termasuk masjid dan madrasah.
Sisa Pembakaran Diduga Memicu Kebakaran Cigalontang
Menurut keterangan warga dalam laporan penanganan, api diduga berasal dari sisa pembakaran di dalam rumah panggung. Warga sempat mencoba mengatasi kobaran api menggunakan peralatan seadanya sebelum meminta bantuan petugas.
Namun, api semakin membesar hingga sulit dikendalikan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat menghubungi pusat layanan pemadam kebakaran agar petugas segera datang ke lokasi.
Meski laporan awal mengarah pada sisa pembakaran, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Karena itu, dugaan tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan hasil pemeriksaan resmi.
Peristiwa ini memperlihatkan risiko yang muncul ketika sisa pembakaran tidak benar-benar padam. Bara yang masih menyala dapat memicu api kembali, terutama apabila berada dekat material yang mudah terbakar.
Dua Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Menurut Garut Intan News (6/10/2026), Kepala Disdamkarmat Garut, Usep Basuki Eko, menyebut petugas Garut terkadang menangani kebakaran di Tasikmalaya dan Sumedang, terutama kawasan perbatasan, demi mempercepat penanganan dan menyelamatkan jiwa.
Respons petugas berlangsung setelah laporan masuk pada pukul 20.59 WIB. Tim berangkat pukul 21.00 WIB dan mencapai Kampung Rancamaya 19 menit kemudian.
Sebanyak enam personel dengan dukungan dua unit mobil pemadam menjalankan operasi pemadaman dan pendinginan. Setelah api berhasil ditangani, petugas menyelesaikan penanganan pada pukul 22.30 WIB.
Dengan demikian, operasi berlangsung selama sekitar 91 menit sejak laporan diterima. Perhitungan tersebut menggunakan selisih waktu pukul 20.59 hingga 22.30 WIB, bukan semata-mata durasi pemadaman setelah petugas tiba.
Warga turut membantu proses penanganan. Selain berupaya memadamkan api pada tahap awal, masyarakat mendukung petugas selama operasi berlangsung.
Petugas juga melakukan perlindungan terhadap bangunan di sekitar titik kebakaran, termasuk masjid dan madrasah. Langkah ini penting karena penjalaran api dapat menambah jumlah bangunan terdampak dan memperbesar kerugian.
Kerugian Ditaksir Rp50 Juta, Satu Jiwa Selamat
Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah panggung milik Dasep. Laporan penanganan memperkirakan kerugian material mencapai Rp50 juta.
Di tengah kerusakan yang terjadi, satu jiwa berhasil diselamatkan. Laporan yang tersedia juga menyatakan tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia.
Meski begitu, estimasi kerugian tersebut belum tentu sama dengan nilai akhir setelah pendataan lebih lanjut. Informasi mengenai rincian kerusakan bangunan dan hasil pemeriksaan penyebab kebakaran juga belum tercantum dalam bahan laporan yang diterima.
Ketiadaan korban jiwa menjadi kabar penting dalam peristiwa ini. Namun, kejadian tersebut tetap menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit bagi pemilik rumah.
Kebakaran rumah juga berpotensi mengancam bangunan di sekitarnya. Karena itu, upaya petugas melindungi masjid dan madrasah menjadi bagian penting dari penanganan, bukan sekadar pemadaman pada bangunan yang terbakar.
Warga Perlu Memastikan Bara Benar-Benar Padam
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan pembakaran di dalam maupun di sekitar rumah. Sebelum meninggalkan lokasi, pastikan api telah padam sepenuhnya dan tidak menyisakan bara yang berpotensi menyulut material di sekitarnya.
Selain itu, jangan meninggalkan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan. Apabila api membesar dan tidak lagi dapat dikendalikan dengan aman, warga sebaiknya segera menjauh dari area berbahaya dan menghubungi layanan pemadam kebakaran setempat.
Pencegahan menjadi langkah penting karena penanganan setelah api membesar membutuhkan pengerahan personel, armada, serta dukungan masyarakat. Sementara itu, kerusakan bangunan dan kerugian material dapat terjadi dalam waktu singkat.
Satu rumah panggung terbakar, kerugian ditaksir Rp50 juta. Peristiwa di Cigalontang ini menjadi pengingat tegas: jangan anggap bara kecil sudah aman sebelum benar-benar padam.
- Penulis: redaktur
