Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Putra Cimahi Juara FJL U-17, Akademi Persib Kalah 5-4

Putra Cimahi Juara FJL U-17, Akademi Persib Kalah 5-4

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Putra Cimahi Bandung merebut gelar juara kategori Gold Fossbolindo Junior League (FJL) Nasional Series 2026 U-17 setelah mengalahkan Akademi Persib Tasikmalaya melalui adu penalti dengan skor 5-4. Hasil tersebut menjadi puncak persaingan kompetisi sepak bola junior yang mempertemukan 24 tim dari berbagai daerah di Indonesia.

Partai final berlangsung di Stadion Gelora Banjar Patroman, Langensari, Kota Banjar, Sabtu (10/10/2026). Pada hari yang sama, kompetisi tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd.

Sementara itu, SKO Riau berhasil menjuarai kategori Silver, sedangkan Mandala Majalengka menempati posisi runner-up. Hasil tersebut melengkapi persaingan dua kategori dalam turnamen nasional kelompok usia U-17 itu.

Putra Cimahi Pastikan Gelar Lewat Adu Penalti

Final kategori Gold mempertemukan Putra Cimahi Bandung dan Akademi Persib Tasikmalaya. Kedua tim bersaing untuk merebut gelar tertinggi dalam FJL Nasional Series 2026 U-17.

Putra Cimahi Bandung akhirnya memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 5-4. Hasil itu mengantarkan mereka ke podium juara, sedangkan Akademi Persib Tasikmalaya harus puas menjadi runner-up.

Skor adu penalti tersebut menjadi penentu gelar juara. Namun, tanpa data pertandingan yang terverifikasi, skor pada waktu normal maupun babak tambahan tidak dapat dipastikan dalam laporan ini.

Bagi kedua tim, partai final menjadi bagian penting dari pengalaman bertanding di level nasional. Selain mengejar trofi, kompetisi seperti ini memberi kesempatan kepada pemain muda untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dari lingkungan pembinaan yang berbeda.

SKO Riau Juara Kategori Silver

Persaingan tidak hanya berlangsung di kategori Gold. Pada kategori Silver, SKO Riau keluar sebagai juara, sementara Mandala Majalengka menempati posisi kedua.

Keberadaan dua kategori memperluas ruang persaingan bagi peserta dalam turnamen tersebut. Selain menguji kemampuan, pertandingan antartim dari berbagai daerah juga memberi pengalaman bagi pemain untuk beradaptasi dengan pola permainan lawan.

FJL Nasional Series 2026 U-17 diikuti 24 tim dari berbagai wilayah Indonesia. Jumlah peserta tersebut menunjukkan cakupan kompetisi yang melampaui persaingan antarklub dalam satu daerah.

Meski demikian, hasil akhir turnamen bukan satu-satunya tolok ukur perkembangan pemain. Konsistensi latihan, evaluasi pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi lanjutan tetap menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet muda.

Wakil Wali Kota Banjar Tutup Kompetisi

Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., secara resmi menutup FJL Nasional Series 2026 U-17 di Stadion Gelora Banjar Patroman, Langensari, Sabtu (10/10/2026).

Dikutip dari Pemerintah Kota Banjar, Supriana mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kompetisi. Ia menilai ajang sepak bola junior berperan strategis dalam membangun sistem pembinaan yang objektif, sistematis, jujur, benar, dan adil.

Menurutnya, kompetisi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi pemain muda berbakat. Karena itu, penyelenggaraan turnamen perlu berjalan seiring dengan pembinaan yang berkelanjutan agar pemain memiliki kesempatan berkembang secara terarah.

Dalam kesempatan tersebut, Supriana menyampaikan harapan agar para peserta terus berlatih dan mampu meraih prestasi hingga tingkat internasional.

“Satu saat nanti, saya akan menyaksikan kalian berlaga di pertandingan ajang internasional yang sangat membanggakan. Teruslah berlatih, jadilah pemain sepak bola yang berprestasi,” ujarnya.

Tantangan Pembinaan Sepak Bola Junior

Penyelenggaraan FJL Nasional Series 2026 U-17 turut menempatkan Kota Banjar sebagai lokasi pertemuan tim-tim sepak bola junior dari berbagai daerah. Kompetisi semacam ini membuka kesempatan bagi pemain untuk mendapatkan pengalaman menghadapi tingkat persaingan yang beragam.

Selain meningkatkan jam terbang, pertandingan dapat membantu pelatih mengevaluasi kemampuan teknik, taktik, disiplin, dan kerja sama tim. Evaluasi tersebut penting untuk menyusun program latihan yang sesuai dengan kebutuhan pemain.

Namun, kompetisi sesaat belum cukup untuk menjamin lahirnya pemain berprestasi. Pembinaan yang konsisten, kualitas kepelatihan, fasilitas latihan, dan kalender pertandingan yang teratur tetap memegang peranan penting.

Hasil FJL Nasional Series 2026 U-17 karena itu dapat menjadi bahan evaluasi bagi klub dan akademi untuk memperbaiki program pembinaan. Para pemain juga perlu menjaga disiplin agar pengalaman bertanding menghasilkan perkembangan nyata.

Gelar juara kini menjadi milik Putra Cimahi Bandung, sedangkan Akademi Persib Tasikmalaya dan peserta lainnya membawa pulang pengalaman dari kompetisi nasional tersebut.

Trofi menentukan pemenang hari ini. Namun, konsistensi pembinaan akan menentukan sejauh mana pemain muda melangkah pada masa depan. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less