Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 41 Kebakaran dalam 3 Bulan, 40 Hektare Lahan Banjar Terdampak

41 Kebakaran dalam 3 Bulan, 40 Hektare Lahan Banjar Terdampak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran lahan Kota Banjar tercatat mencapai 41 kejadian sepanjang Juli hingga September 2026. Berdasarkan data BPBD Kota Banjar, total area terdampak diperkirakan mencapai ±40 hektare, meliputi lahan, perkebunan, sawah, dan lahan kosong.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian selama tiga bulan tersebut. Selain jumlah kejadian yang cukup banyak, luas area terdampak juga memberikan gambaran mengenai skala kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya.

Salah satu kejadian bahkan mencapai 10 hektare, atau sekitar seperempat dari total estimasi area terdampak yang tercatat dalam periode tersebut.

41 Kejadian Tercatat dalam Tiga Bulan

Data BPBD Kota Banjar mencatat 41 kejadian kebakaran hutan dan lahan pada periode Juli–September 2026.

Jika dihitung sebagai rata-rata sederhana, jumlah itu setara dengan lebih dari 13 kejadian per bulan. Namun, angka tersebut tidak berarti kejadian tersebar merata setiap bulan karena data yang tersedia tidak merinci distribusi bulanan secara lengkap.

Penanganan kebakaran selama periode tersebut dilakukan oleh UPTD Penanggulangan Kebakaran Kota Banjar.

Sementara itu, wilayah terdampak mencakup Kota Banjar dan kawasan sekitarnya. Data tersebut menyebut beberapa wilayah, antara lain Banjar, Pataruman, dan Purwaharja.

Dengan cakupan tersebut, kewaspadaan terhadap kebakaran tidak hanya diperlukan pada satu lokasi. Lahan terbuka, perkebunan, sawah, maupun area yang memiliki material kering tetap membutuhkan perhatian ketika kondisi mendukung munculnya api.

Area Terdampak Diperkirakan Mencapai 40 Hektare

Jumlah kejadian menjadi salah satu indikator. Namun, luas area yang terdampak memberikan gambaran lain mengenai skala kebakaran lahan Kota Banjar.

BPBD Kota Banjar memperkirakan total area terdampak mencapai ±40 hektare selama Juli hingga September 2026.

Area tersebut mencakup lahan, perkebunan, sawah, dan lahan kosong. Artinya, kebakaran tidak hanya terjadi pada satu jenis penggunaan lahan.

Selain itu, terdapat satu kejadian dengan luasan terbesar mencapai 10 hektare. Peristiwa tersebut terjadi pada 18 September 2026 di kawasan Lahan Priang, Binangun, Pataruman.

Jika dibandingkan dengan estimasi total 40 hektare, kejadian seluas 10 hektare tersebut menyumbang sekitar seperempat dari keseluruhan area terdampak dalam data periode tersebut.

Angka itu memperlihatkan bahwa skala setiap kejadian dapat berbeda. Karena itu, pemantauan titik api dan pencegahan sejak dini tetap penting, terutama pada lahan yang mudah terbakar.

Pembakaran Lahan dan Sampah Jadi Perhatian

Data BPBD juga mencatat sejumlah penyebab dominan kebakaran.

Di antaranya adalah pembakaran lahan, pembakaran sampah, serta daun atau jerami kering yang terbawa angin.

Keterangan tersebut penting karena sebagian penyebab berkaitan dengan aktivitas pembakaran di lingkungan terbuka. Ketika material di sekitar lokasi berada dalam kondisi kering, api dapat lebih mudah menyebar.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan aktivitas yang menggunakan api, khususnya di dekat lahan terbuka atau material yang mudah terbakar.

Pembakaran sampah juga perlu dilakukan dengan kehati-hatian. Bara atau api yang tidak benar-benar padam dapat menjadi sumber masalah apabila tertiup angin dan mengenai material kering di sekitarnya.

Pataruman Catat Kejadian Terbesar

Pataruman menjadi salah satu wilayah yang tercatat dalam data kebakaran lahan Kota Banjar.

Kejadian terbesar berlangsung pada 18 September 2026 di kawasan Lahan Priang, Binangun, Pataruman. Luas area yang terdampak dalam peristiwa tersebut mencapai 10 hektare.

Selain Pataruman, data BPBD mencantumkan Banjar dan Purwaharja sebagai bagian dari wilayah sebaran kejadian. Wilayah sekitar Kota Banjar juga masuk dalam cakupan catatan tersebut.

Dengan demikian, data tiga bulan itu memberikan gambaran bahwa kebakaran dapat muncul di sejumlah kawasan dengan karakter lahan berbeda.

Pencegahan Dimulai Sebelum Api Membesar

Sebanyak 41 kejadian dalam tiga bulan menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul.

Pencegahan juga membutuhkan peran masyarakat. Menghindari pembakaran lahan secara sembarangan, tidak membakar sampah tanpa pengawasan, serta menjaga material kering agar tidak menjadi sumber api merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Di sisi lain, informasi mengenai titik api juga perlu segera disampaikan kepada petugas apabila masyarakat melihat kebakaran yang berpotensi meluas.

Data BPBD Kota Banjar menunjukkan 41 kejadian dengan estimasi area terdampak ±40 hektare selama Juli–September 2026. Catatan tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat kewaspadaan, terutama ketika kondisi lahan dan material di sekitar mudah terbakar.

Bukan Sekadar Angka

Empat puluh hektare bukan sekadar angka dalam sebuah infografis. Di dalamnya terdapat lahan, perkebunan, sawah, dan ruang terbuka yang terdampak kebakaran.

Api mungkin padam setelah petugas bekerja, tetapi jejak kebakaran tidak selalu hilang secepat nyalanya. Sebelum angka 41 bertambah, pencegahan harus dimulai dari hal paling sederhana: jangan memberi kesempatan kepada api untuk tumbuh. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less