Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 260 Becak Listrik Garut Dibagikan, Pengayuh Senior Dapat Kemudahan

260 Becak Listrik Garut Dibagikan, Pengayuh Senior Dapat Kemudahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Becak listrik Garut mulai hadir sebagai wajah baru transportasi tradisional di Kabupaten Garut. Sebanyak 260 unit becak listrik dibagikan secara gratis kepada para pengemudi becak, dengan prioritas pengayuh berusia senior, dalam penyerahan di Gedung Pendopo Garut, Selasa, 29 September 2026.

Program tersebut bukan hanya menyangkut kendaraan baru. Bagi pengayuh yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah, keberadaan tenaga listrik dapat membantu mengurangi beban saat bekerja.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Garut melihat becak listrik sebagai salah satu peluang untuk mendukung aktivitas pariwisata di kawasan perkotaan.

Dengan begitu, bantuan ini mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: penghidupan pengayuh, perubahan teknologi, dan potensi transportasi wisata Garut.

260 Becak Listrik Dibagikan Gratis

Penyerahan 260 becak listrik Garut berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota.

Penerima merupakan masyarakat yang bekerja sebagai pengayuh becak. Program tersebut memprioritaskan pengemudi berusia minimal 55 tahun sebagai bagian dari perhatian kepada pengayuh senior.

Seluruh unit diberikan secara cuma-cuma dan menjadi hak milik pribadi penerima.

Bagi pengayuh senior, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar kendaraan. Mereka tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi, sementara kebutuhan tenaga fisik dalam mengayuh dapat berkurang.

Pemerintah daerah juga berharap keberadaan becak listrik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi aktivitas masyarakat.

Karena itu, distribusi kendaraan tersebut tidak berhenti pada aspek bantuan sosial. Ada pula harapan agar becak listrik memiliki fungsi ekonomi yang berkelanjutan.

Pengayuh Senior Tak Lagi Sepenuhnya Mengandalkan Tenaga

Salah satu perubahan utama terletak pada sistem penggeraknya.

Dikutip dari Pemda Garut, Wakil Bupati Garut Putri Karlina menyampaikan bahwa becak listrik dapat memberikan kemudahan bagi pengemudi, termasuk ketika melewati jalan menanjak. Ia juga menyebut kendaraan tersebut memiliki ruang yang lebih luas dibandingkan becak yang biasa digunakan.

Namun, kemudahan tersebut tetap membutuhkan penyesuaian.

Pengemudi perlu memahami cara mengoperasikan kendaraan, mengatur penggunaan baterai, dan melakukan perawatan secara berkala. Dengan demikian, manfaat becak listrik tidak hanya bergantung pada kendaraan, tetapi juga pada kemampuan pengemudi merawat dan menggunakannya.

Berdasarkan keterangan pihak terkait yang dikutip Pemkab Garut, kendaraan tersebut disebut memiliki jarak tempuh hingga sekitar 30 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Pengemudi juga mendapat arahan mengenai waktu pengisian baterai.

Jarak tempuh tersebut tentu dapat dipengaruhi kondisi penggunaan di lapangan, seperti beban, karakter jalan, dan pola pemakaian.

Becak Listrik Dibidik untuk Pariwisata

Ada alasan lain mengapa becak listrik Garut menarik perhatian.

Pemkab Garut melihat kendaraan tersebut memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata. Wisatawan yang ingin berkeliling kawasan kota dapat memanfaatkan becak sebagai alternatif transportasi jarak pendek.

Gagasan ini sekaligus memberikan peluang baru bagi pengayuh.

Jika wisatawan menjadi pengguna tambahan, maka aktivitas mengantar penumpang tidak hanya bergantung pada kebutuhan warga lokal. Pengemudi berpotensi memperoleh pasar yang lebih luas, terutama di kawasan yang memiliki daya tarik wisata dan pusat aktivitas masyarakat.

Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan yang jelas.

Ketersediaan titik pengisian daya, rute yang sesuai, kenyamanan penumpang, tarif yang transparan, serta kemampuan pengemudi memberikan pelayanan akan ikut menentukan apakah becak listrik benar-benar dapat berkembang sebagai bagian dari transportasi wisata.

Karena itu, pembagian unit merupakan tahap awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Bantuan Menyentuh Penghidupan Pengayuh

Program tersebut juga membawa sisi sosial yang cukup kuat.

Pengayuh becak senior masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada usia yang tidak lagi muda, pekerjaan yang mengandalkan kekuatan fisik tentu menghadirkan tantangan tersendiri.

Informasi Pemkab Garut menyebut terdapat pengayuh berusia 70 hingga 80 tahun yang masih menjalankan pekerjaan tersebut. Karena itu, prioritas kepada pengemudi senior menjadi salah satu bagian penting dalam program bantuan.

Bagi penerima, becak listrik bukan hanya benda baru yang dibawa pulang.

Kendaraan tersebut menjadi alat untuk mempertahankan mata pencaharian dengan cara kerja yang diharapkan lebih ringan.

Salah seorang penerima dari Kecamatan Karangpawitan, Samsul, menyebut bantuan tersebut membantu aktivitasnya mencari nafkah sehari-hari.

Setelah Dibagikan, Tantangannya Justru Dimulai

Sebanyak 260 unit telah disalurkan. Namun, keberhasilan program tidak hanya dapat dilihat dari jumlah kendaraan yang diterima masyarakat.

Tahap berikutnya adalah memastikan kendaraan tersebut tetap berfungsi dan benar-benar memberikan manfaat ekonomi.

Pengemudi membutuhkan pemahaman tentang pengisian baterai, perawatan, serta penggunaan yang sesuai. Dukungan suku cadang dan layanan teknis juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan kendaraan.

Jika becak listrik diarahkan untuk pariwisata, aspek pelayanan akan menjadi semakin penting.

Wisatawan membutuhkan transportasi yang mudah ditemukan, nyaman, dan memiliki informasi yang jelas.

Karena itu, masa depan becak listrik Garut akan ditentukan oleh apa yang terjadi setelah seremoni penyerahan selesai.

Bukan hanya berapa banyak unit yang dibagikan, tetapi seberapa jauh kendaraan tersebut membantu pengayuh senior mempertahankan penghasilan dan membuka ruang baru bagi mobilitas wisata di Garut.

Becak listrik bukan sekadar becak yang diberi baterai. Di Garut, 260 unit kendaraan itu membawa harapan yang lebih besar: membuat pengayuh senior tetap produktif, sekaligus memberi kesempatan bagi transportasi tradisional untuk menemukan wajah barunya di tengah geliat pariwisata. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less