245 Lulusan Tasikmalaya Masuk Program Magang Nasional
- account_circle redaktur
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

245 Lulusan Tasikmalaya masuk Program Magang Nasional, Senin (21/9/2026).(Dok. Pemda Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 245 lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti program pemagangan nasional. Di saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong BLUD, dunia usaha, dunia industri, dan perusahaan untuk memperluas kesempatan magang Kabupaten Tasikmalaya.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., saat memimpin apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (21/9/2026).
Program ini menjadi salah satu upaya mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan pengalaman kerja secara langsung. Bagi peserta, ruang magang dapat menjadi kesempatan untuk mengenal ritme pekerjaan, membangun kompetensi, sekaligus memahami kebutuhan dunia usaha.
Namun, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada peserta. Ketersediaan perusahaan dan institusi yang bersedia menjadi tempat pemagangan juga menjadi bagian penting.
245 Lulusan Mulai Menapaki Dunia Kerja
Program magang Kabupaten Tasikmalaya melibatkan 245 lulusan perguruan tinggi dalam skema pemagangan nasional. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja.
Kehadiran peserta dalam program tersebut menjadi penting karena transisi dari bangku kuliah menuju dunia profesional tidak selalu berlangsung sederhana.
Pengetahuan akademik memberikan fondasi. Sementara itu, lingkungan kerja menghadirkan persoalan yang membutuhkan kemampuan komunikasi, kedisiplinan, adaptasi, tanggung jawab, dan penyelesaian masalah.
Karena itu, masa pemagangan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan yang telah mereka miliki.
Wabup Asep meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
“Melalui program pemagangan ini, mereka memiliki wadah untuk terus belajar, memotivasi diri dan meningkatkan kompetensi. Harapannya, ketika masuk ke dunia kerja, mereka benar-benar sudah siap,” ujar Asep dalam pemberitaan mengenai program tersebut.
Pesan itu menempatkan pemagangan bukan sekadar kegiatan sementara, melainkan bagian dari proses mempersiapkan lulusan menghadapi lingkungan profesional.
Perusahaan Diminta Ikut Membuka Kesempatan Magang
Di balik bertambahnya peserta, terdapat kebutuhan lain yang tidak kalah penting: tempat pemagangan.
Wabup Asep mengajak seluruh BLUD, dunia usaha, dunia industri, serta perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya untuk berpartisipasi sebagai penyelenggara maupun mitra pemagangan.
“Saya mengajak seluruh BLUD, dunia usaha, dunia industri, serta perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya untuk berpartisipasi menjadi penyelenggara maupun mitra pemagangan,” ujar Wabup Asep.
Ajakan tersebut membuka ruang bagi sektor swasta dan institusi pelayanan publik untuk mengambil bagian dalam proses pengembangan sumber daya manusia.
Sebab, pengalaman kerja tidak cukup diperoleh melalui teori. Peserta membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka melihat proses kerja secara langsung, memahami standar operasional, berinteraksi dengan rekan kerja, serta mengenal tanggung jawab profesional.
Karena itu, semakin banyak institusi yang menyediakan ruang pemagangan, semakin luas pula pilihan lingkungan kerja yang dapat dipelajari peserta.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui DPMPTSPTK juga telah mempublikasikan informasi terkait program pemagangan nasional dan perluasan kesempatan kerja di daerah.
Pemagangan Disertai Perlindungan Jaminan Sosial
Agenda di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya membahas kesempatan magang.
Pada apel tersebut juga berlangsung penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan perjanjian pemagangan bagi peserta program magang nasional.
Dokumen tersebut diberikan kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis, serta tenaga nonkesehatan dan tenaga nonmedis.
Selain itu, terdapat penyerahan Surat Izin Praktik bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis peserta magang nasional.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa aspek pemagangan juga bersinggungan dengan administrasi dan perlindungan peserta.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya kepada Kepala Kantor BPJS Cabang Tasikmalaya.
Dengan demikian, agenda ketenagakerjaan hari itu mencakup dua sisi. Pertama, memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman kerja. Kedua, memperhatikan perlindungan sosial bagi pekerja.
Penghargaan Penelitian Surveilans Turut Diberikan
Selain agenda pemagangan Kabupaten Tasikmalaya, apel pagi tersebut juga menjadi momentum pemberian penghargaan di bidang kesehatan.
Sertifikat penghargaan diberikan kepada juara 2 Minigrant Awardee FETP Intermediate dan Frontline melalui penelitian berjudul “Gambaran Audit Kualitas Data Surveilans dan Pembuatan Buletin SKDR pada Rumah Sakit di Wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Tahun 2025-2026.”
Penelitian tersebut berkaitan dengan audit kualitas data surveilans dan pembuatan buletin SKDR pada rumah sakit di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
Agenda ini menambah dimensi lain dalam kegiatan tersebut. Selain menyiapkan sumber daya manusia melalui program magang, pemerintah juga memberikan apresiasi terhadap pengembangan kualitas data dan surveilans kesehatan.
Tantangan Setelah Seremoni
Bagi 245 peserta, agenda pelepasan hanyalah awal.
Tahap yang lebih menentukan berada pada saat mereka menjalani pemagangan di tempat kerja. Di sana, pengalaman, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta kompetensi akan diuji dalam situasi yang lebih nyata.
Sementara bagi perusahaan dan institusi mitra, tantangannya adalah menyediakan lingkungan pemagangan yang benar-benar memberi ruang belajar.
Karena itu, keberhasilan magang Kabupaten Tasikmalaya pada akhirnya tidak cukup dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti program.
Perhatian berikutnya perlu diarahkan pada kualitas pelaksanaan, pengalaman yang diperoleh peserta, keterlibatan mitra, serta relevansi keterampilan yang mereka dapatkan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sebab, nilai sebuah program magang bukan berhenti ketika peserta dilepas. Nilainya baru benar-benar terlihat ketika pengalaman di tempat kerja berubah menjadi keterampilan, keterampilan berubah menjadi kepercayaan diri, dan kepercayaan diri membuka jalan menuju pekerjaan yang nyata. (Red)
- Penulis: redaktur







