Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 207 Penerima di Priangan Timur, Ini Peta Bantuan BAZNAS

207 Penerima di Priangan Timur, Ini Peta Bantuan BAZNAS

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penyaluran BAZNAS Jabar pada Agustus 2026 mencatat 2.711 penerima manfaat di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 207 penerima tercatat di lima wilayah Priangan Timur yang tercantum dalam laporan, yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Tasikmalaya.

Data tersebut bersumber dari Laporan Penyaluran BAZNAS Provinsi Jawa Barat Agustus 2026, dengan keterangan data per 10 September 2026.

Secara keseluruhan, dana yang disalurkan mencapai Rp2.989.259.463. Penyaluran tersebut tersebar di 24 kota/kabupaten, 134 kecamatan, dan 201 desa/kelurahan.

Menariknya, distribusi bantuan tidak hanya bergerak pada satu sektor. Laporan mencatat penyaluran melalui lima program, yaitu Jabar Peduli, Jabar Cerdas, Jabar Sehat, Jabar Mandiri, serta Jabar Takwa.

Garut dan Kabupaten Tasikmalaya Catat Penerima Terbanyak

Dari lima wilayah Priangan Timur yang tercantum dalam laporan, Kabupaten Garut mencatat 92 penerima. Penyaluran tersebut tersebar di 11 kecamatan dan 14 desa/kelurahan.

Rinciannya meliputi:

  • Jabar Cerdas: 20 penerima
  • Jabar Peduli: 35 penerima
  • Jabar Takwa: 24 penerima
  • Jabar Sehat: 13 penerima

Sementara itu, Kabupaten Tasikmalaya mencatat 89 penerima yang tersebar di sembilan kecamatan dan 10 desa/kelurahan.

Komposisinya berbeda dengan Garut. Program Jabar Takwa mencatat 53 penerima, kemudian Jabar Peduli 18 penerima, Jabar Cerdas 10 penerima, dan Jabar Sehat delapan penerima.

Jika digabung, Garut dan Kabupaten Tasikmalaya mencatat 181 penerima, atau sekitar 87,4 persen dari total 207 penerima pada lima wilayah tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar penerima dalam kelompok wilayah yang dicantumkan berada di dua kabupaten tersebut. Namun, data itu tidak dengan sendirinya menunjukkan tingkat kebutuhan sosial setiap daerah, karena laporan yang tersedia tidak menjelaskan dasar penentuan jumlah penerima per wilayah.

D'Arrian Collections

Ciamis, Pangandaran, dan Kota Tasikmalaya

Tiga wilayah lainnya mencatat jumlah penerima yang lebih kecil.

Kabupaten Ciamis tercatat memiliki lima penerima di satu kecamatan dan satu desa/kelurahan. Seluruhnya masuk dalam program Jabar Peduli.

Berikutnya, Kabupaten Pangandaran mencatat dua penerima di dua kecamatan dan dua desa/kelurahan. Keduanya tercatat dalam program Jabar Sehat.

Sementara itu, Kota Tasikmalaya mencatat 19 penerima di dua kecamatan dan dua desa/kelurahan.

Rinciannya terdiri atas:

  • Jabar Peduli: 10 penerima
  • Jabar Cerdas: 5 penerima
  • Jabar Sehat: 4 penerima

Dengan demikian, subtotal lima wilayah yang tercantum dalam laporan dapat dihitung secara langsung:

92 + 89 + 5 + 2 + 19 = 207 penerima.

Perlu dicatat, angka 207 tersebut merupakan subtotal lima wilayah yang tercantum dalam laporan BAZNAS Jabar, bukan klaim bahwa seluruh wilayah yang secara geografis dapat disebut Priangan Timur tercakup dalam angka tersebut.

Jabar Sehat Jadi Program dengan Penerima Terbanyak

Pada tingkat Jawa Barat, Jabar Sehat menjadi program dengan jumlah penerima terbesar, yakni 1.328 penerima.

Berikutnya:

  • Jabar Peduli: 1.011 penerima
  • Jabar Takwa: 189 penerima
  • Jabar Cerdas: 175 penerima
  • Jabar Mandiri: 8 penerima

Jika dilihat berdasarkan kategori asnaf, penerima terbanyak berada pada kelompok miskin sebanyak 2.298 penerima.

Laporan juga mencatat 220 penerima non-zakat, 189 fiisabilillah, tiga fakir, dan satu gharimin.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa penyaluran BAZNAS Jabar pada periode tersebut mencakup kebutuhan yang beragam. Bidang kesehatan dan kemanusiaan menjadi dua kelompok program dengan jumlah penerima terbesar.

Angka Penyaluran Perlu Dibaca Bersama Konteks

Bagi masyarakat di wilayah yang tercantum, angka 207 memberikan gambaran mengenai distribusi bantuan selama periode Agustus 2026.

Namun, angka penerima sebaiknya tidak dibaca sebagai ukuran tunggal tingkat kemiskinan atau kebutuhan suatu daerah. Jumlah penerima dapat dipengaruhi oleh mekanisme program, jenis bantuan, sasaran penerima, serta proses penyaluran yang digunakan lembaga.

Karena itu, data tersebut lebih tepat dipahami sebagai potret distribusi penyaluran BAZNAS Jabar pada satu periode, bukan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial ekonomi masing-masing wilayah. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less