Kemarau Datang, Sumur Bor Banyuresmi Jadi Harapan Warga
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih. (Foto : IG Kodim 0611 Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sumur bor Banyuresmi di Kampung Sukaeurih, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, diharapkan membantu warga menghadapi persoalan air bersih saat musim kemarau. Fasilitas tersebut hadir di tengah kondisi warga yang selama ini mengandalkan sumber air yang bergantung pada curah hujan.
Peresmian sumur bor berlangsung pada Senin (24/8/2026). Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih hadir dalam kegiatan tersebut, sementara Dandim 0611/Garut Letkol Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P., bersama jajaran Kodim 0611/Garut mendampingi rangkaian acara.
Informasi mengenai kegiatan tersebut dirilis oleh Kodim 0611/Garut.
Bagi masyarakat Kampung Sukaeurih, perhatian terhadap fasilitas ini bukan semata soal seremoni peresmian. Persoalan utamanya berkaitan dengan kebutuhan air yang harus mereka penuhi ketika musim kemarau berlangsung.
Warga Mengandalkan Sumber Air yang Dipengaruhi Hujan
Ketersediaan air di Kampung Sukaeurih selama ini berkaitan erat dengan kondisi curah hujan. Ketika hujan turun secara rutin, kebutuhan air relatif lebih mudah dipenuhi.
Namun, memasuki musim kemarau, situasinya dapat berubah. Sumber air yang bergantung pada hujan berpotensi mengalami penurunan sehingga kebutuhan masyarakat menjadi lebih sulit dipenuhi.
Karena itu, kehadiran sumur bor Garut di kawasan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk membantu menyediakan akses terhadap sumber air.
Meski demikian, manfaat fasilitas tersebut tetap perlu dilihat dari pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah warga lebih mudah mendapatkan air dan apakah sumber tersebut mampu membantu ketika musim kemarau berlangsung, menjadi ukuran penting setelah fasilitas digunakan.
Dengan kata lain, nilai sebuah sumur bor tidak hanya terletak pada pembangunan fisiknya, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan masyarakat.
Pencarian Sumber Air Dilakukan hingga Puluhan Meter
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menjelaskan bahwa pembangunan sumber air tersebut dilakukan setelah pencarian titik yang memiliki potensi air.
Dalam keterangannya, ia menyebut kedalaman pencarian sumber air dapat mencapai sekitar 50 meter hingga 100 meter pada sejumlah titik.
“Alhamdulillah kita sudah dibuatkan sumber air ini yang memang kedalamannya sampai 50, bahkan ada yang sampai 100 meteran untuk mendapatkan sumber air.”
Keterangan tersebut tidak berarti sumur bor di Kampung Sukaeurih secara otomatis memiliki kedalaman 100 meter. Angka tersebut merujuk pada kedalaman pencarian sumber air yang disampaikan Pangdam dalam kegiatan tersebut.
Penjelasan ini penting agar informasi mengenai sumur bor Banyuresmi tetap sesuai dengan data yang tersedia.
Selain itu, proses pencarian titik sumber air menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas tersebut membutuhkan penentuan lokasi yang memiliki potensi air sebelum pengeboran dilakukan.
Dandim 0611/Garut Pastikan Fasilitas Bisa Dimanfaatkan
Dandim 0611/Garut Letkol Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P., turut memastikan fasilitas sumur bor di Kampung Sukaeurih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan peresmian, Danrem Tarumanagara dan Dandim bersama jajaran Kodim 0611/Garut mendampingi rangkaian kegiatan yang berlangsung di lokasi.
Perhatian terhadap keberlanjutan pemanfaatan menjadi bagian penting setelah fasilitas tersebut selesai dibangun. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga akses terhadap air yang dapat mereka manfaatkan secara berkelanjutan.
Karena itu, pengelolaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan fasilitas akan menjadi faktor penting dalam menentukan dampaknya bagi warga.
Ketersediaan air bersih Banyuresmi juga memiliki kaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Air dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, sehingga keberadaan sumber alternatif dapat membantu warga ketika sumber lain mengalami keterbatasan.
Setelah Diresmikan, Manfaatnya yang Akan Diuji
Peresmian menjadi penanda bahwa fasilitas sumur bor telah hadir. Namun, tahap yang tidak kalah penting justru dimulai setelah kegiatan tersebut selesai.
Warga akan menjadi pihak yang paling mengetahui apakah fasilitas itu benar-benar membantu kebutuhan mereka. Pemanfaatan secara rutin akan memberikan gambaran mengenai seberapa besar manfaat sumur bor bagi masyarakat.
Di sisi lain, keberlanjutan fasilitas juga membutuhkan perhatian. Perawatan sarana, pengelolaan akses, dan pemanfaatan sumber air secara bijak perlu berjalan bersama agar fasilitas dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dengan demikian, pembangunan sumur bor di Kampung Sukaeurih tidak perlu dilihat hanya dari acara peresmiannya. Dampak yang dirasakan warga jauh lebih penting.
Berdasarkan informasi Kodim 0611/Garut, fasilitas tersebut hadir untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan air ketika musim kemarau. Selanjutnya, pemanfaatan di lapangan akan menjadi bagian penting untuk melihat hasil nyatanya.
Bagi warga Kampung Sukaeurih, harapannya sederhana. Ketika hujan mulai jarang turun, mereka tetap memiliki sumber air yang dapat diandalkan.
Sebab, keberhasilan sebuah sumur bukan ketika pita peresmian dipotong. Keberhasilannya justru terlihat ketika kemarau datang, warga membutuhkan air, dan sumber itu benar-benar bisa membantu. (GZ)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar