Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ekonomi Jabar Tumbuh, Kenapa Warga Belum Sejahtera?

Ekonomi Jabar Tumbuh, Kenapa Warga Belum Sejahtera?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harga kebutuhan pokok masih menjadi beban bagi banyak keluarga. Sebagian pedagang kecil mengaku omzet belum stabil. Di sisi lain, banyak pekerja informal masih menghadapi penghasilan yang naik turun. Namun, di tengah kenyataan tersebut, Ekonomi Jabar justru mencatat pertumbuhan 5,73 persen pada triwulan II 2026 atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.

Lantas, mengapa ekonomi Jawa Barat tumbuh cukup tinggi, tetapi tidak semua warga merasa hidupnya lebih sejahtera?

Jawabannya terletak pada perbedaan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi mengukur peningkatan nilai produksi barang dan jasa atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara itu, kesejahteraan dipengaruhi oleh banyak faktor lain, mulai dari pendapatan, kualitas pekerjaan, pemerataan manfaat pembangunan, hingga daya beli masyarakat.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan bahwa perekonomian daerah memang bergerak positif. Namun, data yang sama juga memperlihatkan masih adanya tantangan besar agar pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan oleh lebih banyak warga.

Industri Masih Menjadi Motor, Belanja Pemerintah Mendorong Pertumbuhan

Di balik pertumbuhan 5,73 persen, sektor industri pengolahan tetap menjadi penopang utama ekonomi Jabar.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Barat, industri pengolahan memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 1,96 persen. Aktivitas manufaktur di kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Raya, hingga sejumlah kawasan industri lainnya masih menjadi mesin penggerak ekonomi provinsi.

Selain itu, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 18,28 persen secara tahunan.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah melonjak hingga 40,24 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa realisasi belanja pemerintah pada triwulan II ikut mempercepat laju perekonomian.

Namun, pertumbuhan tinggi pada sektor tertentu belum tentu langsung meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat. Manfaatnya sangat bergantung pada seberapa besar aktivitas ekonomi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan menggerakkan usaha kecil di sekitarnya.

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Menjadi Penopang Utama

Meski industri berkembang, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran.

Kontribusinya mencapai 3,03 persen, menunjukkan bahwa belanja masyarakat tetap menjadi fondasi utama perekonomian Jawa Barat.

Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa daya beli masyarakat harus terus dijaga.

Sebagai ilustrasi, seorang pekerja dengan penghasilan tetap belum tentu menikmati peningkatan kesejahteraan apabila harga kebutuhan pokok naik lebih cepat daripada kenaikan pendapatannya. Begitu pula pedagang kecil yang omzetnya belum meningkat secara signifikan meskipun aktivitas ekonomi daerah tumbuh.

Karena itu, menjaga stabilitas harga, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam laporan statistik.

Kemiskinan Turun, Tetapi Kelompok Rentan Masih Besar

Berdasarkan data BPS Jawa Barat, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 6,54 persen, lebih rendah 0,49 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam setahun, sekitar 218.270 orang berhasil keluar dari kategori penduduk miskin.

Meski demikian, Jawa Barat masih memiliki sekitar 3,44 juta penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan.

BPS juga menetapkan garis kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp609.790 per kapita per bulan, dengan sekitar 74,48 persen di antaranya merupakan kebutuhan makanan.

Angka tersebut perlu dipahami secara proporsional. Warga yang pengeluarannya sedikit di atas garis kemiskinan memang tidak lagi masuk kategori miskin, tetapi belum tentu telah memiliki kondisi ekonomi yang aman. Sedikit guncangan, seperti kenaikan harga pangan, biaya kesehatan, atau kehilangan pekerjaan, dapat kembali menekan kondisi keuangan keluarga.

Lapangan Kerja Bertambah, Tetapi Sektor Informal Masih Mendominasi

BPS Jawa Barat juga mencatat tambahan sekitar 205.310 orang yang bekerja dalam periode Februari hingga Mei 2026.

Perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Namun, tantangan berikutnya terletak pada kualitas pekerjaan.

Pada Februari 2026, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat masih mencapai 6,64 persen. Dari sekitar 26,89 juta angkatan kerja, sebanyak 1,79 juta orang belum memperoleh pekerjaan.

Selain itu, hanya sekitar 44,20 persen pekerja yang berada di sektor formal. Sisanya, sekitar 14,01 juta orang, masih bekerja di sektor informal.

Kelompok ini mencakup pedagang kecil, petani, nelayan, buruh harian, pengemudi, pekerja rumahan, hingga pelaku usaha mikro.

Mereka berperan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Namun, sebagian besar belum menikmati kepastian pendapatan, perlindungan kerja, maupun jaminan sosial sebagaimana pekerja formal.

Pertumbuhan Ekonomi Baru Bermakna Jika Manfaatnya Merata

Melihat berbagai indikator tersebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat memang patut diapresiasi. Industri tetap berkembang, investasi bergerak, kemiskinan menurun, dan kesempatan kerja bertambah.

Namun, ukuran keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada tingginya angka pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan baru memiliki arti ketika manfaatnya mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, mulai dari buruh pabrik di kawasan industri, petani di wilayah Priangan, nelayan di pesisir Pangandaran, pedagang pasar di Tasikmalaya, hingga jutaan pekerja informal yang setiap hari menjadi bagian dari denyut ekonomi Jawa Barat.

Data ekonomi memberikan gambaran bahwa arah pembangunan bergerak positif. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin inklusif sehingga kesejahteraan tidak hanya tercermin dalam laporan statistik, tetapi juga benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Grafik ekonomi yang terus menanjak memang layak diapresiasi. Namun, keberhasilan pembangunan baru benar-benar terasa ketika buruh tak lagi cemas menghadapi biaya hidup, petani memperoleh hasil yang layak, pedagang kecil melihat dagangannya semakin laris, dan pekerja informal memiliki masa depan yang lebih pasti. Sebab, ukuran kemajuan bukan hanya seberapa tinggi ekonomi tumbuh, melainkan seberapa banyak warga yang ikut tumbuh bersamanya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekelompok orang tersenyum dan saling mendukung dalam suasana hangat sebagai gambaran lingkungan positif dan sehat

    9 Tanda Lingkungan Positif yang Sering Tidak Disadari

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa lebih tenang hanya karena berada di sekitar orang tertentu? Atau sebaliknya, cepat lelah meski tidak melakukan apa-apa? Hal seperti ini sering dianggap sepele, padahal bisa jadi itu tanda lingkungan positif atau justru sebaliknya. Banyak orang mencari ciri lingkungan positif, pergaulan sehat, atau suasana yang mendukung perkembangan diri, tetapi tidak benar-benar […]

  • Menghadap Laut Pangandaran

    Menghadap Laut Pangandaran 2026: Cara Berbeda Sambut HUT RI

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Menghadap Laut Pangandaran 2026 membawa cara berbeda dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bukan hanya upacara dan perlombaan, momentum ini mengajak masyarakat melihat kembali hubungan dengan pantai, laut, dan lingkungan pesisir yang menjadi bagian penting kehidupan Pangandaran. Kegiatan Menghadap Laut 2026 dijadwalkan berlangsung di Pantai Barat Pangandaran pada Sabtu, 15 Agustus […]

  • Ilustrasi reflektif umat Islam dalam memahami makna Kuntum Khaira Ummah sebagai umat terbaik dalam Al-Qur’an.

    Kuntum Khaira Ummah: Umat Terbaik atau Sekadar Klaim?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kuntum Khaira Ummah kembali jadi pengingat. Istilah yang berarti umat terbaik dalam Islam ini sering dikutip dalam ceramah, status media sosial, hingga forum diskusi. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan yang jarang dibahas secara jujur: apakah kuntum khaira ummah masih kita jalankan, atau hanya kita banggakan? Surah Ali ‘Imran ayat 110 memberi […]

  • takdir Allah

    Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama menegaskan bahwa setiap nafas manusia tidak pernah lepas dari ketentuan takdir Allah. Pesan ini menempatkan kehidupan manusia sebagai rangkaian pilihan dan peristiwa yang selalu berada dalam kehendak-Nya, sekaligus membawa dampak langsung pada sikap hidup umat dalam menghadapi nikmat maupun ujian. Penegasan tersebut merujuk pada ajaran Syekh Athoillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam […]

  • Sate Maranggi khas Purwakarta dengan potongan daging empuk, bumbu meresap, disajikan bersama sambal oncom dan nasi hangat.

    Kenapa Sate Maranggi Rasanya Lebih Nagih? Ini Rahasianya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira Sate Maranggi hanya sate biasa tanpa bumbu kacang. Namun faktanya, justru di situlah letak rahasia terbesar yang selama ini jarang dibahas. Rasa khasnya tidak muncul dari saus tambahan, melainkan dari teknik tradisional yang hampir terlupakan. Ketika pecinta kuliner mencari Sate Maranggi asli, sate khas Purwakarta ini selalu muncul sebagai […]

  • Muscab PPP Tasikmalaya

    Muscab PPP Tasikmalaya Memanas, Otong Koswara Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang tinggal menghitung hari, dijadwalkan pada 18 April 2026. Empat nama kini mencuat dan bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Mereka adalah Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya, Tedi Gunandi, dan Enjang Bilawini. Kontestasi […]

expand_less