Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tugu Pahlawan Banjar Simpan Kisah Pertempuran Panyusupan

Tugu Pahlawan Banjar Simpan Kisah Pertempuran Panyusupan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Lalu lintas kendaraan terus mengalir di depan Tugu Pahlawan Banjar. Warga datang dan pergi tanpa banyak yang menyadari bahwa monumen di jantung Kota Banjar itu menyimpan kisah besar tentang Pertempuran Panyusupan, jejak Tentara Pelajar Siliwangi, dan pengorbanan para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda I.

Saat AlbadarPost mengunjungi lokasi, patung prajurit di atas monumen tampak tetap tegak menghadap jalan. Dari kejauhan, bangunan itu terlihat seperti tugu penghormatan pada umumnya. Namun, ketika mendekati prasasti, nama-nama pejuang, tanggal bersejarah, serta kalimat penghormatan yang dipahat di atas batu menghadirkan kisah yang jarang diketahui masyarakat.

Salah satu nama yang terpahat adalah Letnan Anumerta R. Soediro Wirjo Soeharjo, Kepala Logistik Yon IV Resimen X Brigade Guntur. Prasasti menyebutkan bahwa ia gugur dalam Pertempuran Panyusupan di wilayah Pamarican pada 19 Desember 1947, ketika perjuangan mempertahankan kemerdekaan masih berlangsung sengit di Jawa Barat.

Prasasti yang Menjadi Penghubung Sejarah Banjar

Prasasti utama di Tugu Pahlawan Banjar didedikasikan kepada Tentara Pelajar Siliwangi Kompi Banjar di bawah pimpinan Letnan Satu Herman Sarens Soediro. Keberadaan prasasti tersebut menunjukkan bahwa para pelajar ikut berada di garis depan perjuangan mempertahankan Republik Indonesia.

Di sisi lain monumen, prasasti penghormatan kepada Letnan Anumerta R. Soediro Wirjo Soeharjo mengingatkan bahwa Banjar pernah menjadi bagian dari wilayah yang menghadapi langsung dampak Agresi Militer Belanda I.

Monumen ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para pahlawan. Lebih dari itu, tugu tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan bangsa juga lahir dari daerah-daerah yang kini tampak tenang.

Pertempuran Panyusupan, Ketika Basis Gerilya Diserang

Berdasarkan penelitian Tita Nursanti, Uung Runalan Soedarmo, dan Wulan Sondarika dalam J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Galuh edisi Februari 2023 berjudul Peranan Herman Sarens Soediro dalam Kemerdekaan Republik Indonesia (1942–1950), Banjar dan Pamarican menjadi salah satu basis gerilya Divisi Siliwangi setelah Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda I.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa pasukan Indonesia menerapkan strategi perang gerilya dengan merusak jalan, jembatan, rel kereta api, dan jalur komunikasi guna menghambat pergerakan pasukan Belanda. Selanjutnya, basis pertahanan dipindahkan ke kawasan Panyusupan yang memiliki kondisi geografis lebih menguntungkan.

Saat itu, Letnan R. Soediro Wirjo Soeharjo memimpin sekitar 200 personel yang terdiri atas Tentara Republik Indonesia dan Tentara Pelajar Siliwangi. Sebagian pasukan menjalankan operasi di sejumlah titik sehingga kekuatan di markas utama berkurang.

Pada waktu yang sama, Letnan Herman Sarens Soediro mendapat tugas menuju Markas Besar Tentara di Yogyakarta untuk melaporkan kondisi pasukan serta kebutuhan logistik. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Belanda untuk melancarkan serangan melalui jalur Sidamulih menuju basis gerilya di Panyusupan.

Pertempuran berlangsung dalam situasi yang tidak seimbang. Jumlah personel yang terbatas dan minimnya persenjataan membuat pasukan Indonesia menghadapi tekanan besar. Dalam pertempuran itulah Letnan R. Soediro Wirjo Soeharjo gugur bersama sejumlah prajurit lainnya pada 19 Desember 1947.

Lebih dari Sekadar Monumen di Tengah Kota

Hasil pengamatan AlbadarPost menunjukkan kondisi Tugu Pahlawan Banjar masih berdiri kokoh. Meski demikian, beberapa bagian mulai mengalami penurunan kondisi. Cat dinding tampak mengelupas, lumut muncul di sejumlah sisi, sedangkan sebagian tulisan prasasti mulai memudar karena usia.

Kondisi tersebut tidak mengurangi nilai sejarah yang dimiliki monumen ini. Sebaliknya, keadaan itu menjadi pengingat bahwa pelestarian sejarah bukan hanya soal menjaga bangunan, melainkan juga memastikan kisah di baliknya tetap dikenal masyarakat.

Keberadaan tugu ini juga membuka peluang pengembangan wisata edukasi sejarah. Sekolah, komunitas sejarah, hingga pemerintah daerah dapat memanfaatkannya sebagai ruang belajar terbuka agar generasi muda memahami bahwa Banjar memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Mengapa Kisah Ini Penting Hari Ini?

Banyak orang mengenal pertempuran besar yang terjadi di berbagai daerah Indonesia. Namun, tidak semua mengetahui bahwa kawasan Banjar dan Pamarican juga menjadi bagian dari perjuangan tersebut.

Pertempuran Panyusupan menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun melalui pengorbanan di banyak daerah, termasuk wilayah yang kini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Karena itu, Tugu Pahlawan Banjar bukan sekadar penanda lokasi. Monumen ini menjadi jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan keberanian para pejuang yang memilih bertahan meski menghadapi keterbatasan personel, logistik, dan persenjataan.

Cat tembok bisa memudar, prasasti dapat dimakan usia, tetapi keberanian para pejuang tidak boleh hilang dari ingatan. Selama Tugu Pahlawan Banjar masih berdiri, Pertempuran Panyusupan akan terus mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari pengorbanan orang-orang yang memilih bertahan ketika menyerah menjadi pilihan yang lebih mudah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gelondongan kayu

    Gelondongan Kayu Pascabanjir: Regulasi Hutan Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pemerintah wajib transparan mengungkap gelondongan kayu banjir bandang demi keadilan ekologis. Risiko Publik yang Tak Boleh Dianggap Remeh albadarpost.com, EDITORIAL – Gelondongan kayu berukuran masif terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara. Video yang viral memicu pertanyaan sederhana namun berbahaya: dari mana kayu-kayu itu berasal? Publik menduga praktik ilegal logging sebagai biang utamanya. […]

  • Pendaftaran TNI AD 2026

    Pendaftaran TNI AD 2026 Dibuka, Catat Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pendaftaran TNI AD 2026 resmi dibuka. Kesempatan mengikuti rekrutmen TNI AD 2026 melalui jalur Bintara PK maupun Tamtama PK Gelombang III Tahun Anggaran 2026 kembali hadir bagi putra-putri Indonesia yang ingin mengabdi kepada bangsa. Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Kodam III/Siliwangi dan situs resmi rekrutmen TNI AD. Setiap tahun, […]

  • doa dimudahkan urusan

    Saat Hidup Terasa Sulit, Amalkan Doa Ini untuk Jalan Keluar

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa dimudahkan urusan saat menghadapi masalah hidup, tekanan pekerjaan, atau kesulitan rezeki. Doa agar segala urusan lancar, doa dimudahkan rezeki, hingga amalan pembuka jalan menjadi harapan spiritual yang terus dicari. Dalam Islam, doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga bentuk keyakinan penuh kepada Allah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. […]

  • AI dan Fatwa

    Ketika AI Mulai Menjawab Fatwa, Apa Kata Ulama?

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – “Ustaz, hukum paylater bagaimana menurut Islam?” Pertanyaan seperti itu dahulu hampir selalu disampaikan langsung kepada kiai, ustaz, atau guru agama. Namun hari ini, sebagian orang justru mengetikkannya terlebih dahulu ke aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Dalam hitungan detik, jawaban pun muncul lengkap dengan dalil, pendapat ulama, bahkan perbandingan mazhab. Fenomena AI dan […]

  • hikmah maulid nabi

    Hikmah Maulid Nabi: Pembaharuan Komitmen pada Etika Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Rayakan Maulid Nabi dengan makna mendalam: pembaharuan komitmen pada etika kemanusiaan dan ajakan menjadi agen perubahan positif. albadarpost.com, HIKMAH. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menjadi momen penting bagi umat Islam. Namun, di balik kemeriahan seremonial, terdapat pesan mendalam yang perlu direnungkan: Hikmah Maulid Nabi: Pembaharuan Komitmen pada Etika Kemanusiaan. Momen ini bukan sekadar mengenang […]

  • Desa Digital

    Desa Digital Cibiru Wetan Bikin Pelayanan Warga Lebih Cepat dan Transparan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desa digital kini bukan lagi sekadar konsep masa depan. Transformasi layanan berbasis teknologi mulai benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat desa. Salah satu contohnya terlihat di Desa Cibiru Wetan yang menghadirkan sistem pelayanan terintegrasi melalui Simpel Desa dan BaleDesa. Langkah digitalisasi desa itu tidak hanya menghadirkan layanan yang lebih cepat, tetapi juga […]

expand_less