Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Banyak Warga Tak Tahu, Tugu Pahlawan Banjar Simpan Sejarah Besar

Banyak Warga Tak Tahu, Tugu Pahlawan Banjar Simpan Sejarah Besar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Ribuan orang melintasi kawasan Tugu Pahlawan Banjar setiap hari. Kendaraan datang silih berganti, aktivitas warga terus berjalan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar berhenti untuk melihat monumen itu lebih dekat. Padahal, Tugu Pahlawan Banjar menyimpan jejak Tentara Pelajar Siliwangi, kisah perjuangan para pelajar yang mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di balik prasasti yang mulai kusam, tersimpan potongan sejarah penting Kota Banjar yang perlahan memudar dari ingatan masyarakat.

Dari kejauhan, patung seorang tentara berdiri tegak menghadap jalan. Sosok itu seolah tetap berjaga, meski puluhan tahun telah berlalu sejak perang mempertahankan kemerdekaan usai. Namun ketika langkah mendekat, dinding putih yang mulai mengelupas, lumut yang merambat di beberapa sisi, serta tulisan prasasti yang mulai memudar menjadi pemandangan yang sulit diabaikan.

Monumen itu bukan sekadar penghias ruang publik. Ia adalah pengingat bahwa Banjar pernah menjadi bagian dari sejarah besar perjuangan bangsa.

Jejak Tentara Pelajar yang Masih Terpahat di Prasasti

Prasasti utama pada monumen menyebutkan bahwa lokasi tersebut dipersembahkan bagi Tentara Pelajar Siliwangi Kompi Banjar di bawah pimpinan Letnan Satu Herman Sarens Soediro.

Nama itu bukan sekadar ukiran di atas batu. Ia menjadi penanda bahwa para pelajar pernah berdiri di garis depan mempertahankan republik yang baru merdeka. Mereka meninggalkan ruang kelas, memanggul senjata, lalu ikut menghadapi agresi militer demi menjaga Indonesia tetap berdiri.

Di sisi lain monumen terdapat prasasti penghormatan kepada Pahlawan Nasional Letnan Anumerta Soediro Wirjo Soeharjo, Kepala Logistik Yon IV Resimen X Brigade Guntur.

Prasasti itu mencatat bahwa Soediro Wirjo Soeharjo gugur di Panyusupan, Pamarican, Banjar, saat Agresi Militer Belanda pada 19 Desember 1947. Fakta tersebut menunjukkan bahwa wilayah Banjar memiliki jejak sejarah yang erat dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Tugu Pahlawan Banjar

Tugu Pahlawan di Kota Banjar, Senin (3/8/2026).

Monumen yang Menyimpan Lebih dari Sekadar Batu

Tidak semua kota memiliki monumen yang secara khusus mengenang kiprah Tentara Pelajar. Karena itu, Monumen Pahlawan Banjar memiliki arti yang jauh melampaui fungsi sebagai bangunan peringatan.

Di tempat inilah masyarakat dapat membaca langsung nama-nama pejuang, mengenali peristiwa sejarah, sekaligus memahami bahwa kemerdekaan Indonesia juga diperjuangkan oleh anak-anak muda yang seusianya tidak jauh berbeda dengan pelajar masa kini.

Pengalaman melihat prasasti secara langsung menghadirkan kesan yang berbeda dibanding sekadar membaca buku sejarah. Setiap ukiran nama menghadirkan cerita, setiap tanggal mengingatkan bahwa perjuangan tidak pernah lahir tanpa pengorbanan.

Mulai Terlupakan di Tengah Ramainya Kota

Ironisnya, semakin pesat perkembangan kota, semakin sedikit pula warga yang mengenal sejarah monumen tersebut.

Hasil pengamatan AlbadarPost menunjukkan kondisi Tugu Pahlawan Banjar masih kokoh, tetapi sejumlah bagian memerlukan perhatian. Cat dinding mulai mengelupas, lumut tampak pada beberapa sisi bangunan, sedangkan sebagian tulisan prasasti sudah tidak seterang ketika pertama kali dipasang.

Kondisi itu memang tidak menghilangkan nilai sejarahnya. Namun, apabila perawatan terus tertunda, generasi mendatang bisa semakin sulit membaca jejak perjuangan yang tersimpan di sana.

Padahal, monumen sejarah tidak hanya membutuhkan pelestarian fisik. Ia juga memerlukan perhatian publik agar kisah yang dikandungnya tetap hidup.

Peluang Besar Menjadi Wisata Sejarah Kota Banjar

Di banyak daerah, monumen sejarah justru berkembang menjadi destinasi edukasi yang ramai dikunjungi pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan.

Peluang serupa terbuka bagi Tugu Pahlawan Banjar. Papan informasi yang lebih lengkap, kode QR berisi kisah perjuangan, tur sejarah lokal, hingga kegiatan belajar luar kelas dapat menghidupkan kembali fungsi monumen sebagai ruang edukasi.

Langkah sederhana tersebut bukan hanya memperkenalkan sejarah kepada generasi muda, melainkan juga memperkuat identitas Kota Banjar sebagai daerah yang memiliki jejak perjuangan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semakin banyak masyarakat mengenal sejarahnya, semakin besar pula peluang monumen ini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah Banjar.

Mengingat Sejarah Berarti Menjaga Masa Depan

Kemerdekaan tidak lahir begitu saja. Ada pelajar yang rela meninggalkan bangku sekolah, ada pejuang yang tidak pernah kembali ke rumah, dan ada nama-nama yang kini hanya tersisa di atas prasasti.

Tugu Pahlawan Banjar menjadi pengingat bahwa sejarah tidak selalu berada di museum besar atau halaman buku pelajaran. Kadang, ia berdiri diam di tengah kota, menunggu seseorang berhenti beberapa menit untuk membacanya.

Monumen ini mengajarkan satu hal sederhana: bangsa yang besar bukan hanya membangun gedung-gedung baru, tetapi juga merawat jejak perjuangan yang telah mengantarkannya menuju kemerdekaan.

Prasasti bisa memudar, cat tembok bisa mengelupas, bahkan monumen dapat dimakan usia. Namun, jika masyarakat berhenti mengenang para pejuangnya, yang benar-benar hilang bukan sekadar sebuah tugu, melainkan ingatan tentang harga mahal yang pernah dibayar untuk sebuah kemerdekaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang Muslim membaca Al-Quran di dalam masjid saat malam Ramadhan sebagai refleksi hikmah Nuzulul Quran.

    Hikmah Nuzulul Quran: Pesan “Iqra” yang Mengubah Cara Manusia Melihat Hidup

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com. LIFESTYLE – Hikmah Nuzulul Quran menjadi pelajaran penting bagi umat Islam karena peristiwa turunnya Al-Quran atau Nuzulul Quran menandai awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Momen turunnya wahyu ini tidak hanya menjadi sejarah Islam, tetapi juga menjadi titik awal perubahan cara manusia memahami kehidupan. Selain itu, peristiwa tersebut membawa pesan kuat bahwa […]

  • Pekerja Indonesia di Malaysia

    Malaysia Hampir Jadi Negara Berpendapatan Tinggi, Nasib PMI?

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pekerja Indonesia di Malaysia kembali menjadi sorotan setelah Bank Dunia mencatat Malaysia semakin dekat masuk kategori negara berpendapatan tinggi (high-income economy). Indikator yang digunakan adalah Gross National Income (GNI) per kapita, yang kini mencapai sekitar US$13.351 atau setara lebih dari Rp250 juta per tahun. Angka tersebut merupakan ukuran rata-rata pendapatan nasional […]

  • Pengeroyokan Dobo

    Pengeroyokan Dobo Banjar Picu Reaksi Warga, Polisi Redam Situasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pengeroyokan Dobo yang terjadi di DRT Karaoke, Jalan Pengairan Dobo, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, tidak hanya berujung pada proses hukum. Insiden yang berlangsung pada Jumat malam (17/7/2026) itu juga sempat memicu reaksi sebagian warga yang mendatangi Mapolres Banjar. Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah kepolisian memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara. […]

  • daftar negara terkaya

    Negara Kecil Kuasai Daftar Negara Terkaya Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Negara kecil kembali menguasai daftar negara terkaya dunia tahun 2026. Ukuran wilayah dan jumlah penduduk terbukti tidak lagi menjadi penentu utama kesejahteraan. Data pendapatan per kapita terbaru justru menempatkan negara-negara dengan populasi terbatas sebagai pemimpin ekonomi global. Luksemburg mempertahankan posisi teratas sebagai negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Negara […]

  • Gus Yaqut tahanan rumah

    Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah: Apa Kata KUHAP?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu Gus Yaqut jadi tahanan rumah tidak hanya ramai secara politik, tetapi juga menarik jika dilihat dari perspektif hukum. Banyak yang bertanya, apakah pengalihan penahanan Gus Yaqut dari rutan ke rumah sesuai dengan aturan? Dalam konteks ini, tahanan rumah Gus Yaqut sebenarnya telah diatur dalam KUHAP dan regulasi hukum pidana Indonesia. […]

  • Takdir Allah

    Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di tengah budaya yang serba cepat, banyak orang ingin semua hal terjadi sesuai jadwal yang mereka susun sendiri. Takdir Allah, ketetapan Allah, dan qadha serta qadar sering kali hanya diterima ketika sejalan dengan keinginan. Sebaliknya, saat kenyataan berbeda, hati mulai gelisah, doa terasa seolah belum dijawab, bahkan kesabaran ikut diuji. Fenomena itu […]

expand_less