Banjar Gencarkan Skrining TBC Gratis dengan X-Ray
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi layanan Screening TBC di Kota Banjar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – TBC Kota Banjar memasuki babak baru. Melalui program skrining TBC dengan X-Ray atau Cek Kesehatan Gratis (CKG), Pemerintah Kota Banjar tidak lagi menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, petugas akan mendatangi desa dan kelurahan untuk menemukan kasus tuberkulosis lebih dini sebelum rantai penularan semakin meluas.
Program tersebut dicanangkan Wali Kota Banjar Sudarsono di Pendopo Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Rabu (29/7/2026). Mengacu pada keterangan resmi Pemerintah Kota Banjar, kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan yang bertujuan mempercepat penemuan kasus TBC sekaligus mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis pada 2030.
Pendekatan jemput bola dipilih karena masih banyak penderita TBC yang belum terdeteksi, terutama mereka yang belum mengalami gejala berat. Dengan pemeriksaan rontgen dada atau X-Ray, tenaga kesehatan diharapkan dapat mengenali dugaan kelainan paru lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Target Pemeriksaan Berpotensi Menjangkau Puluhan Ribu Warga
Pemerintah Kota Banjar menjelaskan bahwa setiap desa dan kelurahan memperoleh alokasi 15 lokus pemeriksaan, dengan target 100 peserta pada setiap lokus.
Berdasarkan data administrasi, Kota Banjar memiliki 16 desa dan 9 kelurahan, sehingga total terdapat 25 wilayah. Jika seluruh wilayah memperoleh alokasi penuh sesuai skema tersebut, maka akan tersedia 375 lokus pemeriksaan dengan potensi sasaran maksimal mencapai 37.500 warga.
Namun demikian, terdapat perbedaan angka dibandingkan informasi yang sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, Saepuddin. Dalam keterangannya pada 19–20 Juli 2026, layanan X-Ray direncanakan berlangsung di 150 lokasi dengan kuota 100 peserta per lokasi atau sekitar 15.000 warga.
Hingga kini belum terdapat penjelasan resmi apakah perbedaan angka tersebut menunjukkan perluasan cakupan program atau hanya perbedaan penyebutan antara wilayah administrasi dan lokus pelayanan.
Karena itu, kejelasan target akhir menjadi penting agar masyarakat, tenaga kesehatan, maupun pemangku kepentingan dapat mengukur keberhasilan program secara objektif setelah pelaksanaannya selesai.
X-Ray Membantu Menemukan Dugaan TBC Lebih Awal
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar Sudarsono menegaskan bahwa investigasi kontak menjadi salah satu strategi paling efektif untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus menekan penyebaran penyakit.
Ia mengajak organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, organisasi profesi, hingga berbagai unsur masyarakat memperkuat kolaborasi demi mencapai target eliminasi TBC pada 2030.
Penggunaan X-Ray memungkinkan petugas mendeteksi gambaran kelainan pada paru-paru, termasuk pada warga yang belum mengalami gejala khas.
Sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), foto rontgen dada merupakan alat skrining yang memiliki sensitivitas tinggi untuk membantu menemukan dugaan TBC paru pada tahap awal.
Meski demikian, hasil rontgen bukanlah penentu diagnosis akhir.
Warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan dugaan TBC tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan, mulai dari evaluasi klinis hingga pemeriksaan dahak atau Tes Cepat Molekuler (TCM), sesuai penilaian tenaga kesehatan.
Dengan kata lain, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya warga yang menjalani rontgen, melainkan juga dari jumlah pasien yang berhasil memperoleh diagnosis, memulai terapi, serta menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
Tantangan Besar Menuju Eliminasi TBC 2030
Data Dinas Kesehatan Kota Banjar sebelumnya menunjukkan 683 penderita TBC menjalani pengobatan sepanjang 2025 hingga semester pertama 2026. Dari jumlah tersebut, 573 pasien telah dinyatakan sembuh atau berhasil menyelesaikan terapi.
Meski demikian, capaian pada semester pertama 2026 belum memenuhi target. Beberapa pasien meninggal dunia, menghentikan pengobatan, atau belum menjalani evaluasi akhir sehingga memengaruhi tingkat keberhasilan terapi.
Program skrining TBC melalui X-Ray menjadi bagian dari upaya mendukung Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Regulasi tersebut menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk serta angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada 2030.
Karena itu, skrining massal menjadi langkah awal yang sangat penting. Namun, proses berikutnya justru menentukan keberhasilan sesungguhnya, yakni memastikan setiap warga yang terindikasi TBC mendapatkan pemeriksaan lanjutan, memulai pengobatan tepat waktu, serta didampingi hingga sembuh.
Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada konsistensi pendampingan, kepatuhan berobat, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Menemukan Lebih Cepat, Menyelamatkan Lebih Banyak
Program X-Ray gratis yang digulirkan Pemerintah Kota Banjar menunjukkan perubahan pendekatan dalam penanggulangan TBC. Pemerintah tidak lagi sekadar menunggu pasien datang, melainkan aktif mencari kasus di tengah masyarakat agar penanganan berlangsung lebih cepat.
Apabila target skrining dapat disertai tindak lanjut yang kuat, program ini berpotensi meningkatkan angka kesembuhan sekaligus menekan penyebaran TBC di Kota Banjar.
Mesin X-Ray memang mampu menemukan bayangan penyakit. Namun, harapan hidup baru benar-benar muncul ketika setiap warga yang terdeteksi mendapat pengobatan hingga sembuh. Itulah langkah nyata menuju Banjar yang bebas TBC pada 2030. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar