Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Zidane Resmi Latih Prancis, Ujian Besarnya Baru Dimulai

Zidane Resmi Latih Prancis, Ujian Besarnya Baru Dimulai

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIAZidane Timnas Prancis akhirnya bukan lagi sekadar wacana. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Timnas Prancis atau Les Bleus. Keputusan itu mengakhiri era panjang Didier Deschamps sekaligus membuka babak baru bagi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Namun, penunjukan ini bukan hanya soal pergantian pelatih. Publik kini menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar: mampukah Zidane mengulang kesuksesannya di level klub saat memimpin tim nasional?

Berdasarkan informasi yang dirilis TVRISport mengutip pengumuman Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Zidane akan memimpin Les Bleus hingga 2030. Debut kompetitifnya dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026 saat Prancis menghadapi Turki dalam ajang UEFA Nations League.

Mengapa Zidane Menjadi Pilihan Paling Logis?

Bagi Federasi Sepak Bola Prancis, memilih Zidane bukan sekadar menunjuk nama besar.

Ia merupakan ikon sepak bola Prancis, mantan juara dunia, sekaligus pelatih dengan koleksi trofi yang sulit ditandingi. Selama menangani Real Madrid, Zidane membangun reputasi sebagai sosok yang mampu mengelola pemain bintang, menjaga stabilitas ruang ganti, serta tampil tenang dalam tekanan besar.

Presiden FFF Philippe Diallo mengatakan bahwa Zidane telah lama menyimpan impian memimpin Timnas Prancis. Kini, impian itu berubah menjadi kenyataan.

“Salah satu mimpinya adalah melatih Timnas Prancis,” ujar Diallo.

Sementara itu, Zidane mengaku menerima amanah tersebut dengan rasa bangga sekaligus penuh tanggung jawab.

“Tentu saja sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar menjadi pelatih tim nasional Prancis,” katanya.

Rekam Jejak Zidane Sulit Dibantah

Nama Zidane sebagai pelatih melambung bersama Real Madrid. Sebelum dipercaya menangani tim utama, ia terlebih dahulu meniti karier dari akademi.

Perjalanan kepelatihannya meliputi:

  • Real Madrid U-17 (2012–2013)
  • Real Madrid Castilla (2014–2016)
  • Real Madrid (2016–2018)
  • Real Madrid (2019–2021)
  • Timnas Prancis (2026–sekarang)

Selama membesut Real Madrid, Zidane meraih sederet gelar bergengsi:

  • 3 Liga Champions
  • 2 Liga Spanyol
  • 2 Piala Super Spanyol
  • 2 Piala Super Eropa
  • 2 Piala Dunia Antarklub

Catatan tersebut menjadi alasan kuat mengapa banyak pihak menilai Zidane sebagai sosok yang tepat memimpin Les Bleus.

Tantangan Zidane Justru Dimulai Hari Ini

Meski membawa reputasi luar biasa, pekerjaan Zidane tidak akan semudah ketika menangani Real Madrid.

Sepak bola tim nasional memiliki karakter berbeda. Waktu latihan lebih singkat, pilihan pemain bergantung pada performa klub masing-masing, sedangkan tekanan publik datang hampir setiap hari.

Selain itu, Zidane harus melanjutkan warisan Didier Deschamps yang memimpin Prancis selama 14 tahun dengan berbagai pencapaian penting di panggung internasional.

Di sisi lain, regenerasi pemain terus berjalan. Kylian Mbappe masih menjadi wajah utama Les Bleus, tetapi sejumlah talenta muda juga mulai bermunculan. Karena itu, Zidane perlu menemukan keseimbangan antara pengalaman dan energi baru agar Prancis tetap kompetitif.

Keberhasilan membangun identitas permainan akan menjadi tolok ukur pertama kepemimpinannya.

Debut Melawan Turki Jadi Ujian Awal

Waktu adaptasi Zidane terbilang singkat.

Laga UEFA Nations League melawan Turki pada 25 September 2026 akan menjadi pertandingan resmi pertamanya bersama Timnas Prancis.

Pertandingan tersebut diprediksi menyedot perhatian dunia. Pengamat ingin melihat apakah filosofi permainan Zidane langsung terlihat atau justru membutuhkan proses sebelum mencapai bentuk terbaik.

Hasil pertandingan memang penting. Namun, cara Prancis bermain kemungkinan akan menjadi sorotan yang tidak kalah besar.

Harapan Baru, Target Lama: Juara Dunia

Penunjukan Zidane menunjukkan bahwa FFF tidak ingin sekadar menjaga prestasi. Federasi berharap Les Bleus kembali menjadi standar sepak bola dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Pengalaman Zidane sebagai juara dunia ketika masih menjadi pemain, ditambah keberhasilannya mengangkat Real Madrid menjadi penguasa Eropa, menjadi modal berharga untuk membangun generasi baru Timnas Prancis.

Meski demikian, trofi tidak datang hanya karena nama besar. Zidane harus membuktikan bahwa pendekatan, kepemimpinan, dan strateginya mampu membawa Les Bleus tetap berada di jalur juara.

Bagi para pendukung Prancis, era baru telah dimulai. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana sang legenda menulis bab berikutnya dari perjalanan sepak bola negaranya.

Zinedine Zidane telah menaklukkan Eropa sebagai pelatih. Kini panggungnya lebih besar, tekanannya lebih berat, dan hadiahnya jauh lebih bersejarah. Jika mampu membawa Les Bleus kembali berjaya, ia tidak hanya dikenang sebagai legenda, tetapi juga sebagai arsitek lahirnya era emas baru sepak bola Prancis. (GZ)

  • Penulis: redaktur
expand_less