Banjar Gandeng Korea, Kebocoran Air Ditarget Turun 20 Persen
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penandatanganan kerja sama Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar dengan perusahaan teknologi Korea Selatan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air bersih, Senin (3/8/27).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya mengatasi kebocoran air Banjar memasuki babak baru. Pemerintah Kota Banjar melalui Perumda Air Minum Tirta Anom resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan, WI.Plat Co., Ltd, yang didampingi PT Supra Internasional Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air bersih, menekan kehilangan air (non-revenue water/NRW), sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar, Senin (3/8/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Banjar Sudarsono, Wakil Wali Kota Supriatna, Sekretaris Daerah Soni Harison selaku Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Anom, jajaran direksi, pegawai Perumda, serta delegasi dari WI.Plat Co., Ltd dan PT Supra Internasional Indonesia.
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Banjar dalam memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki sistem distribusi air yang selama bertahun-tahun menghadapi tingkat kehilangan air cukup tinggi.
Teknologi Korea Dipilih untuk Mendeteksi Kebocoran Lebih Cepat
Wali Kota Banjar Sudarsono menjelaskan bahwa kebocoran jaringan distribusi masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi kinerja Perumda Air Minum Tirta Anom.
Menurutnya, teknologi milik WI.Plat mampu mendeteksi titik-titik kebocoran secara lebih cepat dan akurat sehingga air yang selama ini hilang di jaringan dapat diminimalkan.
“Hari ini Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar menjalin kerja sama dengan perusahaan dari Korea, yaitu WI.Plat Co., Ltd yang didampingi PT Supra Internasional Indonesia. Kerja sama ini berkaitan dengan upaya mengatasi kebocoran air yang selama ini masih tinggi sehingga ke depan dapat ditekan,” ujar Sudarsono.
Selain menghadirkan teknologi pendeteksi kebocoran, kerja sama tersebut juga membawa hibah investasi dari Korea Selatan senilai sekitar Rp15 miliar. Dana itu akan digunakan untuk mendukung pengembangan sistem pengelolaan air bersih agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Pemerintah Kota Banjar menargetkan tingkat kehilangan air turun hingga sekitar 20 persen dalam tiga tahun mendatang. Saat ini, angka kebocoran masih berada di kisaran 40 persen.
Skema Kerja Sama Berlangsung Selama Tiga Tahun
Kolaborasi antara Perumda Air Minum Tirta Anom dan WI.Plat dirancang berlangsung selama tiga tahun.
Dalam skema yang disampaikan pemerintah, implementasi teknologi akan segera dimulai setelah seluruh tahapan administrasi selesai. Perangkat pendeteksi akan dipasang pada jaringan distribusi beserta sistem pendukungnya sehingga kebocoran dapat teridentifikasi lebih dini.
Sudarsono menjelaskan bahwa hasil efisiensi distribusi diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperluas manfaat bagi pelanggan.
Dalam kerja sama tersebut, 70 persen hasil keuntungan menjadi bagian Perumda Air Minum Tirta Anom, sedangkan 30 persen menjadi hak perusahaan mitra dari Korea Selatan sesuai kesepakatan.
Efisiensi Air Dinilai Semakin Penting Saat Musim Kemarau
Direktur Perumda Air Minum Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, mengatakan penerapan teknologi baru menjadi kebutuhan mendesak, terutama ketika musim kemarau meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air bersih.
“Kami ingin menghemat air. Mudah-mudahan dengan sistem yang lebih canggih dari mereka, kehilangan air di Kota Banjar bisa diminimalisasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama ini bukan untuk mengatasi kekeringan secara langsung, melainkan meningkatkan efisiensi distribusi agar air yang diproduksi dapat tersalurkan lebih maksimal kepada pelanggan.
Menurut Fitrah, tingginya tingkat kehilangan air merupakan persoalan yang telah berlangsung sejak sistem pengelolaan air minum dialihkan dari Kabupaten Ciamis kepada Pemerintah Kota Banjar. Karena itu, modernisasi teknologi dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk memperbaiki kinerja perusahaan.
Perumda Imbau Pelanggan Periksa Instalasi Rumah
Selain menjelaskan program kerja sama internasional tersebut, Perumda juga menanggapi keluhan masyarakat terkait kenaikan tagihan air.
Fitrah menjelaskan bahwa pencatatan pemakaian dilakukan berdasarkan angka yang terbaca pada water meter pelanggan. Apabila tagihan meningkat secara tidak wajar, pelanggan disarankan memeriksa instalasi pipa di dalam rumah karena kebocoran setelah meteran menjadi tanggung jawab pemilik rumah.
Ia mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan secara berkala agar kebocoran kecil tidak berkembang menjadi pemborosan air maupun lonjakan tagihan.
Kolaborasi dengan perusahaan teknologi asal Korea Selatan diharapkan menjadi awal transformasi pengelolaan air bersih di Kota Banjar. Selain meningkatkan efisiensi operasional, langkah tersebut juga diharapkan memperkuat kualitas pelayanan publik serta menjaga keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat.
Air yang berhasil diselamatkan bukan sekadar mengurangi kebocoran pipa. Lebih dari itu, setiap tetes yang sampai ke rumah warga menjadi bukti bahwa teknologi, kolaborasi, dan pelayanan publik dapat mengalir menuju tujuan yang sama: kesejahteraan masyarakat. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar