KBLI Barbershop 2025 Berubah, Bisnis Pangkas Rambut Masih Menarik?
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi pegawai Barbershop sedang melayani pelanggan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – KBLI Barbershop 2025 perlu diperhatikan pelaku usaha pangkas rambut, terutama mereka yang sedang mengurus NIB atau mengecek kembali legalitas usahanya. Dalam KBLI 2025, kegiatan Aktivitas Penataan dan Pangkas Rambut tercantum pada kode 96210, yang mencakup pemangkasan, penataan, pewarnaan, pengeritingan, pelurusan rambut hingga pencukuran dan perapihan jenggot, kumis, serta jambang.
Perubahan klasifikasi tersebut muncul ketika pemerintah menerapkan KBLI 2025 sebagai sistem klasifikasi terbaru. Pada KBLI 2020, aktivitas pangkas rambut tercantum dengan kode 96111. Namun, pelaku usaha tidak sebaiknya sekadar mengganti angka secara otomatis karena sistem OSS menjelaskan bahwa hubungan kode lama dan kode baru perlu diperiksa melalui mekanisme konversinya.
Di sisi lain, perubahan kode tidak menghapus peluang bisnis. Justru, sejumlah program pelatihan pada 2026 masih menempatkan keterampilan barbershop sebagai salah satu jalur pengembangan kompetensi, peluang kerja, dan kewirausahaan.
KBLI Barbershop 2025 Menggunakan Kode 96210
OSS mencantumkan 96210 – Aktivitas Penataan dan Pangkas Rambut dalam KBLI 2025. Ruang lingkupnya meliputi pencucian rambut, pemangkasan dan pemotongan, penataan, pengecatan atau pewarnaan, pengeritingan, pelurusan, serta kegiatan sejenis. Kode tersebut juga mencakup pencukuran dan perapihan jenggot, kumis, dan jambang.
Sementara itu, pada KBLI 2020, kode 96111 – Aktivitas Pangkas Rambut mencakup usaha jasa pemangkas dan perawatan rambut, termasuk kumis, jambang, dan jenggot. OSS secara khusus menyebut barber shop dalam uraian kegiatan tersebut.
Karena itu, pemilik usaha yang menemukan kode 96111 pada dokumen lama perlu memahami versi klasifikasi yang digunakan.
OSS menyediakan menu konversi untuk mengecek hubungan antara KBLI 2020 dan KBLI 2025. Pemerintah juga mengingatkan pelaku usaha agar memeriksa uraian serta ruang lingkup kegiatan sebelum mendaftarkan legalitas melalui OSS.
Jadi, persoalannya bukan sekadar 96111 versus 96210. Yang lebih penting adalah memastikan kode yang digunakan benar-benar sesuai dengan aktivitas usaha yang dijalankan.
Jangan Asal Tambah KBLI untuk Semua Layanan
Barbershop modern sering menawarkan layanan yang lebih luas daripada potong rambut.
Ada usaha yang juga menjual pomade, sampo, minyak rambut, atau produk perawatan lainnya. Sebagian bahkan mengembangkan layanan tambahan dengan karakter kegiatan yang berbeda.
Di sinilah pemilik usaha perlu berhati-hati.
Kode 96210 digunakan untuk aktivitas penataan dan pangkas rambut. Jika sebuah usaha menjalankan kegiatan lain di luar ruang lingkup tersebut, pelaku usaha perlu mengecek apakah kegiatan tambahan itu memiliki klasifikasi tersendiri.
Pendekatan seperti ini lebih aman daripada menyalin KBLI dari NIB barbershop lain.
Untuk pelaku usaha yang masih bingung membaca perubahan klasifikasi tersebut, panduan KBLI Barbershop 2025 dan perubahan kode usaha dapat menjadi referensi tambahan sebelum melakukan pengecekan melalui OSS.
Namun, rujukan tersebut tetap perlu dibandingkan dengan informasi terbaru pada sistem OSS karena OSS merupakan sumber resmi klasifikasi dan konversi kegiatan usaha.
Peluang Usaha Barbershop Masih Ada pada 2026
Pertanyaan berikutnya lebih menarik: setelah kode usahanya berubah, apakah barbershop masih layak dijadikan peluang bisnis?
Data 2026 memberikan sejumlah indikator.
Pada 27 Juli 2026, ANTARA melaporkan Pusat Pelatihan Kerja dan Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo membuka pelatihan pangkas rambut atau barbershop. Program tersebut diikuti 20 peserta dan berlangsung dari 24 Juni hingga 5 Agustus 2026.
Peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik agar memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha pangkas rambut secara mandiri. Kepala Subbagian Tata Usaha PPKPI Pasar Rebo juga menyebut pelatihan tersebut berkaitan dengan kebutuhan sektor ekonomi kreatif sekaligus peluang kerja.
Indikator lain datang dari Kalimantan Tengah. Pada Juni 2026, Dinas Pemuda dan Olahraga setempat menggelar pelatihan tematik pangkas rambut dengan target 40 peserta dari kalangan pemuda. ANTARA menyebut program itu diarahkan untuk mengoptimalkan peluang usaha dan memperluas lapangan kerja.
Dua data tersebut memang bukan statistik pertumbuhan industri barbershop nasional. Namun, keduanya menunjukkan bahwa keterampilan pangkas rambut masih dipandang sebagai salah satu kompetensi yang dapat diarahkan ke dunia kerja dan kewirausahaan pada 2026.
Peluang Ada, Persaingan Juga Nyata
Calon pengusaha tidak cukup melihat jumlah pelanggan potensial.
Barbershop merupakan bisnis jasa yang sangat bergantung pada pengalaman konsumen. Lokasi, kualitas potongan, kebersihan, pelayanan, harga, kenyamanan, dan kemampuan mempertahankan pelanggan ikut menentukan.
Karena itu, membuka barbershop bukan sekadar membeli kursi, cermin, mesin cukur, dan gunting.
Pemilik usaha juga harus menghitung biaya sewa, peralatan, listrik, air, bahan habis pakai, gaji atau bagi hasil barber, promosi, serta biaya operasional harian.
Di sisi pemasaran, digitalisasi juga semakin relevan. Pelanggan dapat menemukan barbershop melalui Google Search, Google Maps, media sosial, atau platform pesan. Maka, keberadaan digital dapat membantu usaha baru memperkenalkan lokasi, layanan, harga, dan jam operasional.
Namun, promosi digital tetap bukan jaminan.
Usaha harus mampu mengubah kunjungan pertama menjadi pelanggan yang kembali.
Barbershop Tasikmalaya Punya Peluang, Tetapi Jangan Asal Buka
Untuk pelaku usaha di Tasikmalaya dan kawasan Priangan Timur, peluang barbershop tetap menarik untuk dikaji.
Pasarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan potong rambut bersifat berulang. Akan tetapi, tingkat persaingan juga membuat calon pengusaha perlu melakukan survei sebelum menentukan lokasi.
Jangan hanya bertanya apakah tempat tersebut ramai.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: siapa yang ramai di sana?
Apakah lingkungan didominasi pelajar, mahasiswa, pekerja, keluarga, atau komunitas tertentu? Berapa kisaran harga yang berlaku? Apa layanan yang belum banyak tersedia? Dan yang paling penting, apa alasan pelanggan memilih satu barbershop dibandingkan tempat lain?
Pertanyaan tersebut akan menentukan model bisnis.
Barbershop sederhana dapat bermain di harga dan kecepatan. Sementara itu, konsep premium dapat menawarkan pengalaman berbeda, tetapi tentu membutuhkan investasi yang lebih besar.
Jadi, peluang usaha tidak bisa dinilai hanya dari tren.
Punya NIB Lama? Jangan Panik
Perubahan dari KBLI 2020 ke KBLI 2025 juga menimbulkan pertanyaan bagi pemilik barbershop lama.
Pemilik usaha sebaiknya tidak langsung menganggap harus membuat NIB baru hanya karena kode KBLI berubah. OSS menyediakan mekanisme konversi dan panduan untuk melihat hubungan kode lama dengan kode baru.
Langkah yang lebih tepat adalah mengecek kode yang tercantum dalam data usaha, mencocokkannya dengan aktivitas aktual, kemudian melihat hasil konversi di OSS.
Jika terdapat kegiatan usaha tambahan, pemeriksaan perlu dilakukan lebih lanjut agar seluruh aktivitas tercermin secara tepat dalam legalitas usaha.
Dengan begitu, perubahan KBLI tidak perlu dilihat sebagai masalah semata. Bagi pelaku usaha, perubahan tersebut justru dapat menjadi momentum untuk menata ulang data bisnis.
Bisnis Barbershop Bukan Sekadar Soal Gunting
KBLI Barbershop 2025 menunjukkan bahwa aspek legalitas perlu berjalan bersama perkembangan usaha.
Kode 96210 memberi kerangka klasifikasi bagi aktivitas penataan dan pangkas rambut. Pada saat yang sama, data pelatihan 2026 menunjukkan bahwa keterampilan barbershop masih menjadi salah satu pintu masuk yang digunakan pemerintah untuk membuka peluang kerja dan usaha.
Tetapi peluang tidak otomatis berubah menjadi keuntungan.
Calon pengusaha harus menghitung pasar, lokasi, biaya, keterampilan tenaga kerja, strategi pemasaran, dan kemampuan mempertahankan pelanggan. Setelah itu, barulah legalitas ditata sesuai aktivitas usaha.
Barbershop mungkin dimulai dengan gunting dan mesin cukur. Namun, usaha yang mampu bertahan membutuhkan jauh lebih banyak: pelanggan yang kembali, pengelolaan yang disiplin, dan legalitas yang tepat sejak awal. (Red)
- Penulis: redaktur







