30 Siswa Bersihkan Pantai Karangpapak, Empat Karung Sampah Terkumpul
- account_circle redaktur
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi siswa dan personel kepolisian membersihkan sampah di pantai sebagai edukasi menjaga lingkungan laut.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebanyak 30 siswa kelas VI SDN 01 Cikelet mengikuti aksi bersih-bersih Pantai Karangpapak, Desa Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Rabu (14/10/2026). Bersama personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut serta guru pendamping, mereka mengumpulkan sekitar empat karung sampah sekaligus belajar menjaga kebersihan lingkungan laut.
Kegiatan ini memadukan gotong royong dengan edukasi lingkungan secara langsung. Para siswa tidak hanya memungut sampah di sepanjang bibir pantai, tetapi juga mendapat penjelasan tentang bahaya sampah plastik bagi biota laut dan kelestarian pesisir.
Berdasarkan informasi Polres Garut, sampah yang terkumpul terdiri atas plastik, potongan kayu, dan berbagai jenis sampah anorganik lainnya. Setelah kegiatan selesai, petugas membawa sampah tersebut untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Empat Karung Sampah Terkumpul di Pantai Karangpapak
Aksi di Pantai Karangpapak memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melihat persoalan sampah pesisir secara langsung. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya materi pelajaran, melainkan juga kebiasaan yang membutuhkan tindakan nyata.
Sebanyak 30 siswa kelas VI terlibat dalam kegiatan bersama personel Satpolairud dan guru pendamping. Mereka menyusuri bagian pantai yang menjadi lokasi kegiatan, lalu memungut sampah yang ditemukan di sepanjang bibir pantai.
Hasilnya, sekitar empat karung sampah terkumpul. Jumlah tersebut menjadi catatan konkret dari kegiatan hari itu. Namun, informasi yang tersedia belum merinci berat sampah, komposisi setiap jenis sampah, atau sumber sampah yang ditemukan.
Karena itu, hasil kegiatan ini tidak dapat dijadikan ukuran keseluruhan persoalan sampah di Pantai Karangpapak. Meski demikian, aksi tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan lapangan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak.
Siswa Belajar Dampak Sampah Plastik terhadap Laut
Selain melakukan aksi bersih-bersih, personel Satpolairud memberikan edukasi mengenai dampak sampah plastik terhadap biota laut dan lingkungan pesisir. Para siswa juga diajak membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya serta menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Sampah yang tertinggal di pantai berpotensi terbawa angin, aliran air, atau gelombang menuju laut. Selanjutnya, sampah plastik yang terurai menjadi bagian lebih kecil dapat menambah tekanan terhadap ekosistem apabila tidak tertangani dengan baik.
Oleh sebab itu, upaya menjaga pantai perlu dimulai dari kebiasaan sederhana. Pengunjung dapat membawa kembali kemasan makanan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan tempat sampah yang tersedia.
Sekolah dan keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan tersebut. Jika edukasi diikuti praktik secara konsisten, anak-anak dapat memahami hubungan antara perilaku sehari-hari dan kebersihan lingkungan.
Satpolairud Garut Ajak Masyarakat Peduli Pesisir
Kasatpolairud Polres Garut IPTU Aep Saprudin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai kebersihan dan kelestarian lingkungan laut.
Ia menegaskan bahwa menjaga pantai bukan hanya tanggung jawab petugas atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Keterlibatan siswa diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir. Petugas dapat memberikan edukasi dan mendukung aksi lapangan, sedangkan sekolah, keluarga, pengunjung, dan masyarakat sekitar dapat menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
Namun, keberhasilan edukasi lingkungan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau banyaknya karung sampah yang terkumpul dalam satu kegiatan. Perubahan kebiasaan, konsistensi kegiatan, dan kondisi kebersihan pantai dalam jangka panjang juga perlu menjadi perhatian.
Menjaga Pantai Karangpapak Perlu Dilakukan Berkelanjutan
Pantai Karangpapak merupakan bagian dari kawasan pesisir Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Kebersihannya penting bagi kenyamanan pengunjung sekaligus kelestarian lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, kegiatan gotong royong dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian. Akan tetapi, kegiatan serupa perlu didukung pengelolaan sampah yang memadai, ketersediaan fasilitas pembuangan, dan kebiasaan pengunjung untuk tidak meninggalkan sampah.
Masyarakat dapat berkontribusi dengan membawa pulang sampah pribadi dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Sementara itu, sekolah dapat memperkuat pendidikan lingkungan melalui pembiasaan rutin, bukan hanya kegiatan sesaat.
Empat karung sampah yang terkumpul di Pantai Karangpapak menjadi hasil nyata dari satu aksi bersama. Nilai yang lebih besar terletak pada kebiasaan yang dapat tumbuh setelah kegiatan berakhir. (Red)
- Penulis: redaktur






