Pesta Rakyat Brimob Tasik Sedot Ribuan Warga
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan warga dari 5 kabupaten/kota di Priangan Timur memadati Mako Batalyon D Pelopor Satbrimob saksikan Wayang Golek Cineam, Jumat malam (10/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pesta Rakyat Brimob menjadi magnet bagi ribuan warga yang datang dari lima kabupaten dan kota di wilayah Priangan Timur pada Jumat (10/7/2026) malam. Festival rakyat Satbrimob yang digelar di Mako Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung meriah sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus Hari Jadi Tasikmalaya ke-394. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga arus lalu lintas di jalur Manonjaya-Cineam sempat mengalami kepadatan.
Kegiatan yang digelar Satbrimob Polda Jawa Barat bersama Polresta Tasikmalaya itu menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pertunjukan wayang golek, santunan bagi anak yatim, bazar UMKM, hingga pembagian ratusan doorprize kepada masyarakat.
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto hadir dalam kegiatan tersebut bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Asisten Daerah II, serta tokoh budaya Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan yang akrab disapa Abah Anton.
Wayang Golek Jadi Simbol Pengabdian dan Kepemimpinan
Suasana semakin khidmat saat panitia membuka acara dengan prosesi penyerahan tokoh wayang Abimanyu Bhayangkara. Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Ajang Suhendar, bersama Abah Anton menyerahkan tokoh wayang tersebut kepada Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3 Putra.
Selanjutnya, pertunjukan wayang golek berlangsung di hadapan ribuan penonton yang memadati kawasan mako. Cerita yang disajikan mengangkat nilai kepemimpinan, keberanian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kompol Ajang Suhendar mengatakan wayang bukan sekadar hiburan, melainkan media yang menyampaikan nilai kehidupan.
“Wayang merupakan tuntunan yang mengajarkan kejujuran, keberanian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai itu juga menjadi semangat pengabdian anggota Polri,” ujarnya.
Danyon Sampaikan Harapan Soal Fasilitas Mako
Di tengah kemeriahan Pesta Rakyat Brimob, Kompol Ajang juga menyampaikan harapan terkait kondisi Mako Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar yang telah berdiri sekitar dua tahun di Desa Ancol.
Menurutnya, sejumlah fasilitas masih memerlukan dukungan agar dapat menunjang pelaksanaan tugas personel secara optimal. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi yang ada dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas di lingkungan markas.
“Kami siap mengabdi kepada masyarakat. Namun, kami juga berharap fasilitas yang tersedia dapat semakin mendukung pelaksanaan tugas ke depan,” ungkapnya.
Santunan, UMKM, dan Doorprize Disambut Antusias
Sebelum pertunjukan wayang dimulai, panitia lebih dahulu menyerahkan santunan kepada ratusan anak yatim yang berasal dari Desa Pasir Batang dan Desa Ancol. Penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan dan mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir.
Selain itu, bazar UMKM turut menjadi daya tarik tersendiri. Beragam produk usaha mikro dari pelaku usaha lokal dipamerkan dan menarik perhatian pengunjung. Kehadiran bazar tersebut sekaligus memberi ruang promosi bagi UMKM di wilayah Tasikmalaya.
Suasana semakin semarak ketika panitia menggelar undian doorprize. Masyarakat tampak antusias menunggu pengumuman pemenang yang berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah, mulai dari rice cooker, mesin cuci, lemari es, hingga ratusan hadiah lainnya.
Momentum Mempererat Kedekatan Polri dan Masyarakat
Melalui Pesta Rakyat Brimob, Satbrimob Polda Jawa Barat bersama Polresta Tasikmalaya berupaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan aparat, pemerintah daerah, pelaku UMKM, tokoh budaya, dan warga dalam satu perayaan.
Selain memperingati Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Jadi Tasikmalaya ke-394. Dengan mengangkat unsur budaya lokal melalui wayang golek dan melibatkan masyarakat secara langsung, penyelenggara berharap nilai kebersamaan, gotong royong, serta kedekatan antara Polri dan masyarakat terus terjaga.
Antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi hingga larut malam menunjukkan bahwa kegiatan bernuansa budaya dan sosial masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.
Ketika budaya, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian berpadu dalam satu panggung, kepercayaan masyarakat tidak dibangun lewat kata-kata, melainkan melalui kehadiran dan aksi nyata yang dirasakan bersama. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar