Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesta Rakyat Brimob Tasik Sedot Ribuan Warga

Pesta Rakyat Brimob Tasik Sedot Ribuan Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pesta Rakyat Brimob menjadi magnet bagi ribuan warga yang datang dari lima kabupaten dan kota di wilayah Priangan Timur pada Jumat (10/7/2026) malam. Festival rakyat Satbrimob yang digelar di Mako Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung meriah sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus Hari Jadi Tasikmalaya ke-394. Antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga arus lalu lintas di jalur Manonjaya-Cineam sempat mengalami kepadatan.

Kegiatan yang digelar Satbrimob Polda Jawa Barat bersama Polresta Tasikmalaya itu menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pertunjukan wayang golek, santunan bagi anak yatim, bazar UMKM, hingga pembagian ratusan doorprize kepada masyarakat.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto hadir dalam kegiatan tersebut bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Asisten Daerah II, serta tokoh budaya Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan yang akrab disapa Abah Anton.

Wayang Golek Jadi Simbol Pengabdian dan Kepemimpinan

Suasana semakin khidmat saat panitia membuka acara dengan prosesi penyerahan tokoh wayang Abimanyu Bhayangkara. Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Ajang Suhendar, bersama Abah Anton menyerahkan tokoh wayang tersebut kepada Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3 Putra.

Selanjutnya, pertunjukan wayang golek berlangsung di hadapan ribuan penonton yang memadati kawasan mako. Cerita yang disajikan mengangkat nilai kepemimpinan, keberanian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kompol Ajang Suhendar mengatakan wayang bukan sekadar hiburan, melainkan media yang menyampaikan nilai kehidupan.

“Wayang merupakan tuntunan yang mengajarkan kejujuran, keberanian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai itu juga menjadi semangat pengabdian anggota Polri,” ujarnya.

Danyon Sampaikan Harapan Soal Fasilitas Mako

Di tengah kemeriahan Pesta Rakyat Brimob, Kompol Ajang juga menyampaikan harapan terkait kondisi Mako Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar yang telah berdiri sekitar dua tahun di Desa Ancol.

Menurutnya, sejumlah fasilitas masih memerlukan dukungan agar dapat menunjang pelaksanaan tugas personel secara optimal. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi yang ada dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas di lingkungan markas.

“Kami siap mengabdi kepada masyarakat. Namun, kami juga berharap fasilitas yang tersedia dapat semakin mendukung pelaksanaan tugas ke depan,” ungkapnya.

Santunan, UMKM, dan Doorprize Disambut Antusias

Sebelum pertunjukan wayang dimulai, panitia lebih dahulu menyerahkan santunan kepada ratusan anak yatim yang berasal dari Desa Pasir Batang dan Desa Ancol. Penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan dan mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir.

Selain itu, bazar UMKM turut menjadi daya tarik tersendiri. Beragam produk usaha mikro dari pelaku usaha lokal dipamerkan dan menarik perhatian pengunjung. Kehadiran bazar tersebut sekaligus memberi ruang promosi bagi UMKM di wilayah Tasikmalaya.

Suasana semakin semarak ketika panitia menggelar undian doorprize. Masyarakat tampak antusias menunggu pengumuman pemenang yang berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah, mulai dari rice cooker, mesin cuci, lemari es, hingga ratusan hadiah lainnya.

Momentum Mempererat Kedekatan Polri dan Masyarakat

Melalui Pesta Rakyat Brimob, Satbrimob Polda Jawa Barat bersama Polresta Tasikmalaya berupaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan aparat, pemerintah daerah, pelaku UMKM, tokoh budaya, dan warga dalam satu perayaan.

Selain memperingati Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Jadi Tasikmalaya ke-394. Dengan mengangkat unsur budaya lokal melalui wayang golek dan melibatkan masyarakat secara langsung, penyelenggara berharap nilai kebersamaan, gotong royong, serta kedekatan antara Polri dan masyarakat terus terjaga.

Antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi hingga larut malam menunjukkan bahwa kegiatan bernuansa budaya dan sosial masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.

Ketika budaya, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian berpadu dalam satu panggung, kepercayaan masyarakat tidak dibangun lewat kata-kata, melainkan melalui kehadiran dan aksi nyata yang dirasakan bersama. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Lingkungan Hidup

    Dana Lingkungan Hidup Rp22 Triliun Siap Dimanfaatkan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah mendorong percepatan pemanfaatan Dana Lingkungan Hidup senilai sekitar Rp22 triliun yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Dana Lingkungan Hidup Rp22 triliun tersebut disiapkan untuk mendukung pembangunan hijau, memperkuat perlindungan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis. Upaya percepatan ini menjadi salah satu fokus pemerintah agar manfaat dana […]

  • Kasus DPRD Banjar

    Kuasa Hukum Korban Buka Fakta Kasus DPRD Banjar

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus DPRD Banjar terkait dugaan penipuan yang menyeret seorang oknum anggota DPRD Kota Banjar berinisial ARM terus berproses. Dalam konferensi pers pada Jumat (17/7/2026), kuasa hukum korban, Dede Cairul, S.H., M.H., memaparkan kronologi perkara, menjelaskan posisi hukum kliennya, sekaligus meluruskan isu yang menyebut korban menolak Restorative Justice (RJ). Menurutnya, korban justru membuka […]

  • Gaji Guru Rp5 Juta

    DPR Dorong Gaji Layak Guru Minimal Rp5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian nasional. Usulan gaji guru Rp5 juta yang didorong Komisi X DPR RI muncul setelah berbagai data menunjukkan bahwa penghasilan tenaga pendidik, terutama guru honorer, masih jauh dari kategori layak. Dikutip dari laman resmi DPR RI, usulan peningkatan kesejahteraan guru tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam […]

  • Ilustrasi kasus korupsi di lingkungan peradilan Indonesia yang melibatkan pertemuan niat jahat antara aparat hukum dan korporasi

    Pertemuan Niat Jahat dan Bahaya Korupsi di Peradilan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Korupsi di lingkungan peradilan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada konsep pertemuan niat jahat, sebuah istilah yang menegaskan bahwa korupsi tidak terjadi secara kebetulan. Sebaliknya, praktik ini lahir dari kesadaran, komunikasi, dan kepentingan yang saling bertemu antara pihak pemberi dan penerima. Dalam konteks hukum, peradilan seharusnya menjadi benteng […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

  • jangan putus asa

    Sudah Terlalu Jauh dari Allah? Jangan Putus Asa

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada masa ketika seseorang merasa dirinya sudah terlalu jauh dari Allah. Dosa bertambah, ibadah berantakan, hati terasa berat, lalu muncul pikiran, “Masih pantaskah saya kembali?” Ironisnya, manusia sering lebih cepat menghukum dirinya daripada memperbaiki dirinya. Ketika melakukan kesalahan, kita mudah berkata, “Namanya juga manusia.” Namun, ketika hendak bertobat, tiba-tiba masa lalu berubah […]

expand_less