Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

Ramadhan Pergi, Kita Sibuk Apa? Sindiran Halus yang Menyentil

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIPerpisahan Ramadhan selalu datang dengan cara yang ironis. Di awal bulan, kita menyambutnya seperti tamu agung. Kita berburu jadwal imsak, menyiapkan target ibadah, bahkan berjanji akan khatam Al-Qur’an. Namun, saat Ramadhan hampir pergi, suasana berubah. Ramadhan sebagai tamu mulia, bulan penuh berkah, dan waktu terbaik beribadah justru kita lepas dalam keadaan setengah hati.

Lucunya, kita sering lebih siap menyambut Lebaran daripada memuliakan detik terakhir Ramadhan. Padahal, justru di penghujung inilah nilai ibadah mencapai puncaknya.

Tamu Mulia yang Disambut Meriah, Dilepas Biasa Saja

Di hari pertama Ramadhan, masjid penuh. Saf rapat, suara tilawah terdengar di mana-mana. Bahkan, media sosial ikut ramai dengan konten religi.

Namun demikian, memasuki hari ke-20, suasana mulai berubah. Jamaah berkurang. Al-Qur’an mulai jarang dibuka. Notifikasi diskon Lebaran justru lebih menarik perhatian.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila datang sepuluh malam terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Nabi justru meningkatkan ibadah saat kita mulai mengendur. Di sinilah ironi itu terasa.

Ketika Lailatul Qadar Datang, Kita Justru Sibuk

Semua orang ingin mendapatkan Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan itu sering disebut dalam ceramah, bahkan menjadi target utama ibadah.

Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Namun, kenyataannya sering berbeda. Saat peluang itu datang, sebagian orang justru sibuk memilih baju baru, mengejar diskon, atau memikirkan menu Lebaran.

Selain itu, waktu malam yang seharusnya diisi dengan doa malah habis untuk hal yang tidak mendesak. Dengan kata lain, kita mengejar dunia saat akhirat sedang terbuka lebar.

Ibadah Musiman atau Kesadaran yang Sementara?

Perpisahan Ramadhan seharusnya menjadi momen refleksi. Apakah ibadah kita benar-benar tulus, atau hanya mengikuti suasana?

Jika sejak awal kita semangat, tetapi di akhir justru melemah, maka ada yang perlu dipertanyakan. Apakah kita mencintai Ramadhan, atau hanya menikmati euforianya?

Selain itu, Allah SWT mengingatkan:
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah tidak mengenal musim. Namun, dalam praktiknya, banyak orang menjadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu serius beribadah.

Zakat, Istighfar, dan Hal Penting yang Sering Ditunda

Menjelang akhir Ramadhan, ada beberapa amalan yang sering dianggap sepele. Padahal, nilainya sangat besar.

Pertama, zakat fitrah. Banyak orang menundanya hingga detik terakhir, bahkan lupa. Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa…” (HR. Abu Dawud)

Kedua, istighfar. Di penghujung Ramadhan, seharusnya kita lebih banyak memohon ampun. Namun, sebagian justru merasa “cukup” dengan ibadah yang sudah dilakukan.

Selain itu, doa sering terlupakan. Padahal, waktu-waktu terakhir Ramadhan termasuk momen mustajab.

Saat Ramadhan Pergi, Apa yang Tersisa?

Ketika takbir mulai berkumandang, suasana berubah menjadi haru. Namun, pertanyaan penting muncul: apa yang benar-benar kita bawa dari Ramadhan?

Apakah hanya lapar dan haus? Atau ada perubahan nyata dalam diri?

Jika setelah Ramadhan kita kembali pada kebiasaan lama, maka perpisahan ini menjadi sekadar rutinitas tahunan. Namun, jika ada peningkatan iman, maka Ramadhan telah meninggalkan jejak.


Jangan Biarkan Ramadhan Pergi Sendirian

Perpisahan Ramadhan bukan hanya tentang waktu yang berlalu. Ini tentang kesempatan yang mungkin tidak akan terulang.

Oleh karena itu, manfaatkan sisa waktu dengan maksimal. Perbanyak doa, istighfar, dan amal kebaikan. Jangan sampai kita sibuk dengan hal kecil, sementara peluang besar terlewat.

Akhirnya, Ramadhan akan pergi. Namun, pilihan ada di tangan kita: melepasnya dengan penyesalan, atau dengan rasa syukur dan harapan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penuis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Persib Bandung menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dalam laga penting Liga 1 2026.

    Persib vs PSIM, Duel Penentu Puncak Klasemen Liga 1

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tak banyak pertandingan yang atmosfernya terasa setegang ini menjelang akhir musim. Duel Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2026 sore nanti bukan sekadar perebutan tiga poin. Di balik gemuruh Stadion Gelora Bandung Lautan Api, ada tekanan besar yang sedang mengintai Maung Bandung. Satu langkah salah bisa membuat posisi […]

  • Satgas Pendapatan Daerah

    Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya memperkuat Satgas Pendapatan Daerah guna menaikkan kemandirian fiskal yang masih rendah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kinerja Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Daerah sebagai langkah strategis menghadapi rendahnya tingkat kemandirian fiskal. Penguatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Aula Wiradadaha Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025). Langkah […]

  • layanan Motis

    KAI Hadirkan Layanan Motis, Kurangi Kecelakaan Motor Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    KAI membuka layanan Motis untuk Nataru 2025/2026, menyediakan 6.000 kuota motor dan 12.000 kursi penumpang. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia kembali menghadirkan layanan Motis pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Program gratis ini memungkinkan masyarakat mengirim sepeda motor menggunakan kereta api. Kuota yang disediakan mencakup 6.000 unit motor serta lebih dari […]

  • Pelaku UMKM mempromosikan produk melalui media sosial menggunakan smartphone untuk meningkatkan penjualan bisnis kecil.

    5 Cara UMKM Naik Omzet dari Media Sosial Tanpa Modal Iklan Besar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak pelaku usaha kecil kini mencari cara UMKM naik omzet dengan media sosial. Strategi UMKM media sosial, promosi online, dan pemasaran digital terbukti mampu meningkatkan penjualan tanpa biaya besar. Karena itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar sekaligus membangun hubungan dengan pelanggan. Media sosial […]

  • Ilustrasi perempuan berhijab cream menangis di lanskap kota, simbol kesabaran dan harapan di balik kesulitan hidup.

    Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra. Di kota yang […]

  • RSUD Soekardjo

    RSUD Soekardjo Tegaskan Pegawai Telah Disanksi

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – RSUD Soekardjo menegaskan telah menjatuhkan sanksi kepada salah seorang pegawai setelah muncul perhatian publik terhadap informasi yang beredar. Penegasan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi RSUD Soekardjo yang diunggah di akun resmi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan Tasikmalaya dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, dan […]

expand_less