Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » PSGC Ciamis vs Semen Padang: Jangan Terlena, Pesan Herry Kiswanto

PSGC Ciamis vs Semen Padang: Jangan Terlena, Pesan Herry Kiswanto

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — PSGC Ciamis vs Semen Padang FC menjadi ujian berikutnya bagi Laskar Singacala di Pegadaian Championship 2026/2027. Duel pekan ketiga itu berlangsung di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu, 26 September 2026 pukul 15.30 WIB. PSGC membawa modal kemenangan 2-0 atas Sumsel United, tetapi pelatih Herry Kiswanto mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena.

Peringatan tersebut menjadi salah satu perhatian utama menjelang pertandingan. Sebab, kemenangan pada laga sebelumnya memang mengangkat kepercayaan diri PSGC, tetapi Semen Padang datang dengan catatan belum terkalahkan dalam dua pertandingan awal.

Karena itu, pertandingan sore nanti bukan hanya soal mempertahankan momentum. PSGC juga harus membuktikan bahwa kemenangan atas Sumsel United merupakan bagian dari proses kebangkitan, bukan sekadar hasil sesaat.

Menang 2-0, PSGC Diminta Tetap Membumi

PSGC Ciamis meraih kemenangan perdana musim ini ketika menjamu Sumsel United pada 19 September. Laskar Singacala mengamankan tiga poin melalui kemenangan 2-0 di Stadion Galuh. Ezechiel N’Douassel menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian setelah mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.

Hasil itu terasa penting setelah PSGC membuka kompetisi dengan kekalahan 1-2 dari Persikad. Dengan tambahan tiga poin, tim asuhan Herry Kiswanto memiliki modal positif sebelum kembali menjalani pertandingan kandang.

Namun, sang pelatih tidak ingin kemenangan tersebut membuat pemain kehilangan fokus.

Herry meminta PSGC tetap bermain terukur dan menjalankan instruksi yang sudah disiapkan. Menurutnya, Semen Padang memiliki sejumlah pemain berkualitas sehingga tuan rumah perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

Pesan tersebut menjadi relevan karena kompetisi baru memasuki pekan ketiga. Masih banyak pertandingan yang harus dijalani, sehingga konsistensi menjadi pekerjaan penting bagi setiap tim.

Stadion Galuh Kembali Jadi Sumber Energi

Faktor kandang menjadi bagian menarik dari duel PSGC Ciamis vs Semen Padang. Stadion Galuh bukan hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang tempat dukungan publik Ciamis bertemu dengan perjuangan para pemain di lapangan.

Pada laga menghadapi Sumsel United, I.League mencatat kehadiran 9.605 penonton di Stadion Galuh. Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap perjalanan PSGC pada musim ini.

Menjelang pertandingan melawan Semen Padang, atmosfer serupa kembali diharapkan hadir. Herry Kiswanto bahkan menyebut dukungan penonton sebagai tambahan motivasi bagi pemain.

Akan tetapi, energi tribun tetap harus diterjemahkan menjadi permainan yang disiplin. Dukungan suporter bisa mengangkat semangat, tetapi PSGC tetap membutuhkan organisasi permainan yang solid untuk menghadapi lawan yang memiliki pengalaman.

Dengan kata lain, Stadion Galuh bisa menjadi sumber energi PSGC sekaligus tempat pembuktian kedewasaan permainan mereka.

D'Arrian Collections

Semen Padang Datang Tanpa Kekalahan

Tantangan PSGC semakin menarik karena Semen Padang memiliki awal kompetisi yang positif.

Kabau Sirah membuka perjalanan di Pegadaian Championship 2026/2027 dengan kemenangan 1-0 atas Persiraja. Pada pertandingan berikutnya, Semen Padang bermain imbang 1-1 melawan PSIS Semarang.

Hasil tersebut membuat Semen Padang mengantongi empat poin dari dua pertandingan. Catatan itu sekaligus menunjukkan bahwa PSGC menghadapi tim yang belum kehilangan poin melalui kekalahan pada awal musim.

Meski demikian, Semen Padang juga tidak datang tanpa pekerjaan rumah.

Pelatih Nil Maizar melakukan evaluasi terhadap permainan tim, termasuk fase menyerang, bertahan, dan transisi. Konsentrasi pada menit-menit akhir serta efektivitas lini depan menjadi bagian yang mendapat perhatian setelah hasil imbang melawan PSIS.

Situasi tersebut membuat kedua tim memiliki fokus masing-masing. PSGC ingin menjaga momentum kemenangan, sedangkan Semen Padang berusaha mempertahankan catatan positif sambil memperbaiki sejumlah detail permainan.

Ezechiel Jadi Salah Satu Perhatian

Nama Ezechiel N’Douassel kembali menjadi sorotan menjelang pertandingan. Penyerang PSGC tersebut menunjukkan ketajamannya ketika menghadapi Sumsel United dengan mencetak dua gol.

Namun, pertandingan melawan Semen Padang akan menghadirkan tantangan berbeda. PSGC tidak bisa hanya mengandalkan satu pemain karena permainan kolektif akan menjadi faktor penting ketika menghadapi tim dengan organisasi yang baik.

Di lini belakang, konsentrasi juga menjadi perhatian. Faris menyampaikan bahwa PSGC telah melakukan evaluasi setelah pertandingan sebelumnya, termasuk menghadapi kualitas pemain Semen Padang.

Sementara itu, kondisi Johan Bonilla juga sempat menjadi perhatian setelah mengalami peradangan seusai latihan. Laporan terbaru menyebut kondisinya membaik menjelang pertandingan.

Artinya, persiapan PSGC tidak hanya menyangkut strategi. Kondisi pemain, konsentrasi, komunikasi, serta kemampuan mengelola tekanan pertandingan juga akan ikut menentukan jalannya laga.

Sabtu Sore, Momentum PSGC Kembali Diuji

Pertandingan PSGC Ciamis vs Semen Padang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 26 September 2026 pukul 15.30 WIB di Stadion Galuh Ciamis.

PSGC datang dengan kepercayaan diri setelah kemenangan 2-0 atas Sumsel United. Semen Padang membawa empat poin dari dua pertandingan dan belum merasakan kekalahan.

Kedua tim pun memiliki alasan untuk menjaga fokus.

Bagi PSGC, laga kandang ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan momentum sekaligus menunjukkan perkembangan setelah pertandingan pembuka. Bagi Semen Padang, Stadion Galuh menjadi tempat untuk mempertahankan catatan positif mereka pada awal musim.

Herry Kiswanto sudah menyampaikan pesannya: jangan terlena.

Kini, jawabannya harus muncul di lapangan.

Sebab, kemenangan 2-0 hanya membuka pintu kebangkitan PSGC. Untuk membuktikan bahwa itu bukan kebetulan, Laskar Singacala harus kembali berlari—dan Stadion Galuh akan menjadi tempat pembuktiannya. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less