Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Hotel Bijak Promosi di Media Sosial
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masyarakat kini semakin sering memilih Hotel Tasikmalaya setelah melihat unggahan di media sosial. Foto kamar, video fasilitas, hingga ulasan tamu menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang memesan penginapan. Melihat perubahan perilaku tersebut, hotel, guest house, homestay, dan penginapan di Tasikmalaya didorong memanfaatkan promosi digital secara kreatif. Namun, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengingatkan bahwa setiap strategi pemasaran tetap perlu menghormati norma sosial serta karakter Kota Tasikmalaya sebagai kota religius dan berbudaya.
Pesan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Pembinaan Pengelola Hotel, Guest House, Homestay, dan Rumah Kos yang digelar Rabu (5/8/2026) di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah bukan menerbitkan aturan baru mengenai promosi digital, melainkan memperkuat pemahaman pelaku usaha agar mampu memasarkan usahanya secara kreatif, profesional, dan tetap selaras dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
Mengapa Promosi Hotel Jadi Sorotan?
Persaingan industri akomodasi tidak lagi hanya bergantung pada lokasi strategis atau kelengkapan fasilitas. Saat ini, media sosial menjadi ruang promosi yang sangat menentukan karena mampu menjangkau calon tamu dalam waktu singkat.
Kondisi itu membuka peluang besar bagi Hotel Tasikmalaya untuk memperluas pasar. Di sisi lain, konten promosi yang dipublikasikan juga dapat memengaruhi citra usaha sekaligus citra daerah apabila tidak disusun secara bijak.
Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengajak seluruh pelaku usaha akomodasi memanfaatkan media digital sebagai sarana membangun kepercayaan, bukan sekadar mengejar popularitas sesaat.
Apa yang Diingatkan Pemkot Tasikmalaya?
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, menegaskan bahwa pemerintah mendukung pertumbuhan sektor akomodasi sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, promosi digital merupakan kebutuhan di era sekarang. Namun, setiap materi promosi tetap perlu memperhatikan etika, norma sosial, serta identitas Kota Tasikmalaya agar tidak memunculkan polemik di tengah masyarakat.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan antara inovasi pemasaran dan tanggung jawab sosial dalam mengembangkan industri pariwisata.
Pembinaan Tidak Hanya Membahas Promosi
Rapat koordinasi tersebut juga membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan usaha akomodasi.
Peserta memperoleh pembekalan mengenai proses perizinan, standar pelayanan, kesehatan lingkungan, ketertiban umum, pengelolaan lalu lintas, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.
Materi disampaikan oleh sejumlah perangkat daerah, yaitu Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Satuan Polisi Pamong Praja.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap pelaku usaha memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai tata kelola usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Kolaborasi Jadi Modal Memajukan Pariwisata
Pertumbuhan industri akomodasi tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga mendorong pergerakan sektor lain seperti kuliner, transportasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.
Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus membangun komunikasi dengan pengelola hotel, guest house, homestay, dan rumah kos agar perkembangan sektor ini berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Tasikmalaya.
Promosi yang Baik Membangun Kepercayaan
Di era digital, satu unggahan memang dapat menjangkau ribuan calon pelanggan dalam waktu singkat. Namun, keberhasilan promosi tidak hanya ditentukan oleh jumlah tayangan atau banyaknya interaksi di media sosial.
Kepercayaan pelanggan justru tumbuh dari konsistensi pelayanan, informasi yang jujur, dan komunikasi yang menghormati nilai-nilai masyarakat.
Karena itu, pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi langkah untuk memperkuat kualitas industri akomodasi, bukan membatasi kreativitas pelaku usaha dalam memasarkan layanan mereka.
Promosi yang baik memang mampu mendatangkan tamu. Namun, promosi yang bertanggung jawab mampu menghadirkan kepercayaan. Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, reputasi tetap menjadi investasi paling berharga bagi setiap Hotel Tasikmalaya. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar