Diky Chandra Puji Paguyuban Asep Dunia, Ini Alasannya
- account_circle redaktur
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, Sabtu (1/7/2026). (Foto: Pemkot Tasik).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah derasnya perkembangan zaman, komunitas berbasis budaya tetap memiliki ruang penting dalam menjaga identitas daerah. Hal itu terlihat pada Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia, yang mendapat apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara. Menurutnya, Paguyuban Asep Dunia bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan juga kekuatan sosial yang mampu memperkokoh budaya Sunda, semangat gotong royong, dan memperkenalkan Kota Tasikmalaya kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Diky Chandra saat menghadiri peringatan Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di halaman Gedung Creative Center Kota Tasikmalaya, Sabtu (1/8/2026).
Acara yang mengusung tema “Ngajaga Silaturahmi, Ngembangkeun Budaya, Nguatkeun Dulur Asep Sadunya” itu diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan berbasis budaya masih tumbuh kuat dan terus berkembang di tengah masyarakat.
Milangkala Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Ruang Menjaga Budaya
Suasana Creative Center sejak pagi dipenuhi peserta yang datang dari berbagai kota. Mereka saling menyapa, berbagi cerita, dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kehangatan. Momen tersebut memperlihatkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga tradisi.
Berbeda dengan pertemuan biasa, Milangkala Paguyuban Asep Dunia menghadirkan semangat kolektif untuk merawat budaya Sunda melalui silaturahmi. Nilai inilah yang dinilai tetap relevan di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
Kehadiran komunitas lintas daerah juga memberi warna tersendiri bagi Kota Tasikmalaya. Selain mempererat hubungan antaranggota, kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa budaya lokal mampu menjadi perekat masyarakat tanpa memandang asal daerah maupun profesi.
Diky Chandra: Paguyuban Asep Dunia Perkuat Persatuan
Dalam sambutannya, Diky Chandra menyampaikan penghargaan kepada seluruh keluarga besar Paguyuban Asep Dunia yang selama 16 tahun konsisten menjaga semangat persaudaraan.
Menurutnya, organisasi tersebut telah menunjukkan peran yang lebih luas dibanding sekadar komunitas.
“Saya mengapresiasi Paguyuban Asep Dunia.”
Ia melanjutkan, komunitas tersebut mampu menjadi ruang yang memperkuat nilai-nilai budaya, gotong royong, dan persatuan di tengah masyarakat.
“Selain itu, kegiatan seperti ini ikut memperkenalkan Kota Tasikmalaya sebagai kota yang kaya akan budaya dan kearifan lokal,” ujar Diky Chandra.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan melalui program besar. Komunitas masyarakat pun dapat menjadi motor penggerak yang efektif dalam menjaga identitas daerah.
Peserta Datang dari Berbagai Daerah Indonesia
Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia mempertemukan anggota dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi organisasi.
Tema yang diangkat tahun ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga tercermin dalam suasana kegiatan. Para peserta berinteraksi dengan hangat, membangun komunikasi, dan memperkuat jejaring antardaerah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa komunitas berbasis budaya masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat modern. Semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dari generasi ke generasi.
Budaya Menjadi Identitas yang Mengangkat Nama Tasikmalaya
Bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, kegiatan seperti Milangkala Paguyuban Asep Dunia memiliki nilai strategis. Selain memperkuat persaudaraan, acara ini ikut membangun citra Tasikmalaya sebagai daerah yang kaya budaya dan kearifan lokal.
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas budaya membuka peluang lebih luas bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif, promosi daerah, hingga pariwisata berbasis budaya.
Semakin banyak kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat, semakin besar pula peluang Tasikmalaya dikenal sebagai kota yang tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan, tetapi juga tetap menjaga akar budayanya.
Pelestarian budaya akhirnya bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu. Lebih dari itu, budaya menjadi modal sosial yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas jejaring persaudaraan hingga tingkat nasional.
Momentum Memperkuat Kebersamaan
Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Di saat yang sama, Tasikmalaya memperoleh ruang promosi yang lahir dari kekuatan komunitas dan partisipasi masyarakat.
Budaya yang terus dirawat akan melahirkan identitas yang kokoh. Ketika identitas itu dijaga bersama, kepercayaan, kebanggaan, dan persatuan akan tumbuh secara alami.
Peradaban tidak dibangun oleh gedung yang megah, melainkan oleh manusia yang terus menjaga akar budayanya. Paguyuban Asep Dunia membuktikan bahwa ketika silaturahmi tetap hidup, nama Tasikmalaya pun akan terus bergema hingga ke berbagai penjuru Indonesia. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar