Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Api Padam, Bara Muncul Lagi di Pasar Andir Garut

Api Padam, Bara Muncul Lagi di Pasar Andir Garut

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Pasar Andir Garut melanda kawasan pasar di Kampung Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (7/10/2026) malam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih harus melakukan pendinginan karena asap dan sisa bara kembali terlihat pada Kamis pagi.

Diberitakan dari Damkar Garut, laporan pertama kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.35 WIB. Titik api berdasarkan keterangan saksi terlihat dari area tengah pasar.

Penanganan berlangsung berjam-jam. Bahkan, setelah proses pemadaman dan pendinginan awal selesai, warga kembali melaporkan adanya asap serta sisa bara yang berpotensi menyala di area tengah pasar.

Kondisi tersebut membuat petugas kembali bergerak untuk melakukan pendinginan tambahan.

81 Personel Dikerahkan Tangani Kebakaran

Diberitakan dari Damkar Garut, penanganan kebakaran Pasar Andir melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur.

Sebanyak 81 personel dikerahkan untuk menghadapi kobaran api yang melanda kawasan pasar. Selain Disdamkarmat Kabupaten Garut, penanganan juga melibatkan unsur TNI, BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, serta relawan.

Dari jajaran pemadam kebakaran, petugas berasal dari Mako Disdamkarmat Garut serta sejumlah unit pelaksana teknis.

Sementara itu, laporan ANTARA menyebut 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut. Kepala Disdamkarmat Kabupaten Garut Usep Basuki Eko mengatakan kekuatan armada dan personel dari berbagai unsur diturunkan untuk mempercepat pemadaman.

Dengan kondisi bangunan pasar yang saling berdekatan, petugas harus bekerja cepat agar kobaran api tidak meluas ke bagian lain.

Api Berasal dari Bagian Tengah Pasar

Kebakaran pertama kali diketahui pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Polres Garut menyebut api membakar sejumlah kios di Blok A, Blok B, Blok C, serta Blok Mawar yang berada di bagian tengah dan belakang Pasar Andir. Petugas kepolisian bersama warga sempat melakukan upaya pemadaman manual sebelum armada pemadam tiba.

Setelah armada pemadam datang, petugas gabungan langsung melakukan pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui sumber api. Hingga laporan ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Karena itu, dugaan mengenai penyebab kebakaran tidak seharusnya diperlakukan sebagai kesimpulan final sebelum hasil pemeriksaan aparat diumumkan.

Api Padam, Petugas Kembali karena Bara

Bagian paling menonjol dari penanganan kebakaran Pasar Andir Garut terjadi setelah kobaran api berhasil dikendalikan.

Diberitakan dari Damkar Garut, pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, warga kembali menghubungi petugas setelah melihat asap dan sisa bara di area tengah pasar.

Regu Disdamkarmat kemudian kembali menuju lokasi dengan satu unit armada. Petugas melakukan pendinginan susulan pada titik yang masih memiliki potensi menyala.

Penanganan lanjutan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 12.30 WIB, ketika petugas menyatakan proses penanganan selesai sepenuhnya.

Sebelumnya, operasi pemadaman dan pendinginan juga berlangsung hingga Kamis pagi. ANTARA melaporkan tim gabungan melakukan pendinginan sampai sekitar pukul 07.00 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali memicu kebakaran.

Perbedaan waktu tersebut menggambarkan bahwa penanganan kebakaran tidak berhenti ketika kobaran utama sudah tidak terlihat. Petugas tetap harus memastikan material yang terbakar tidak menyimpan bara yang dapat memicu api kembali.

Sedikitnya 26 Kios Terdampak

Kebakaran tersebut juga berdampak pada aktivitas pedagang di Pasar Andir.

Data sementara Polres Garut mencatat sedikitnya 26 kios terdampak kebakaran. Jumlah tersebut masih dapat berubah karena pendataan oleh pihak terkait belum sepenuhnya selesai.

Kios yang terdampak digunakan untuk menjual berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, sayuran, ikan asin, kelontong, plastik, kue, hingga tahu dan tempe.

Besaran kerugian material juga belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap bangunan serta barang dagangan yang terdampak.

Di tengah kerusakan tersebut, satu hal yang patut dicatat adalah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab munculnya api.

Bagi para pedagang, persoalan berikutnya bukan hanya membersihkan sisa kebakaran, tetapi juga memulihkan aktivitas ekonomi setelah kios dan barang dagangan mereka terdampak.

Pasar Andir sendiri menjadi salah satu titik aktivitas perdagangan masyarakat di wilayah Bayongbong. Karena itu, pendataan kerusakan dan dampak ekonomi menjadi bagian penting setelah proses pemadaman selesai. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less