Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 25 Aduan PJU Pangandaran Masuk, 18 Selesai dan 7 Masih Tertunda

25 Aduan PJU Pangandaran Masuk, 18 Selesai dan 7 Masih Tertunda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com | BERITA DAERAHPJU Pangandaran mencatat 25 aduan masyarakat selama periode 1–10 September 2026. Data penerangan jalan umum (PJU) yang dipublikasikan Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran itu menunjukkan 18 laporan atau sekitar 72 persen tercatat selesai, sedangkan tujuh aduan lainnya masih belum selesai karena menunggu material.

Menariknya, laporan warga tidak hanya berkaitan dengan lampu jalan padam. Dalam daftar tersebut muncul pula persoalan kabel jaringan putus, korsleting, gangguan KWH, kerusakan material, jaringan kontrol, kontaktor macet, hingga lampu PJU yang menyala pada siang hari.

Artinya, dalam kurun waktu sepuluh hari, aduan masyarakat memberikan gambaran beragam mengenai gangguan dan kebutuhan PJU Pangandaran di sejumlah kecamatan.

Data tersebut dikutip dari publikasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran mengenai aduan Penerangan Jalan Umum periode 1–10 September 2026.

25 Aduan Masuk, 18 Tercatat Selesai

Dari 25 laporan yang tercantum dalam daftar, sebanyak 18 aduan berstatus selesai. Jika dihitung berdasarkan jumlah laporan, porsinya mencapai sekitar 72 persen.

Sementara itu, 7 aduan atau 28 persen masih berstatus belum selesai.

Angka tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan daftar aduan yang dipublikasikan Dishub Pangandaran. Jadi, angka 72 persen dalam artikel ini bukan klaim indikator kinerja baru, melainkan persentase dari 18 laporan selesai dibandingkan total 25 laporan.

Sejumlah laporan selesai tersebar di beberapa kecamatan. Kalipucang, Cijulang, Parigi, Langkaplancar, Pangandaran, dan Sidamulih tercatat dalam daftar penyelesaian tersebut.

Di Langkaplancar, misalnya, terdapat beberapa laporan terkait PJU Sonet 250 watt, baik mengenai material maupun jaringan. Sementara itu, Parigi mencatat beberapa persoalan, mulai dari kabel jaringan hingga korsleting dan lampu padam.

Dengan demikian, data tersebut memperlihatkan bahwa jenis gangguan PJU yang masuk melalui layanan Dishub cukup beragam.

Gangguan PJU Bukan Hanya Lampu Padam

Lampu padam memang muncul dalam sejumlah laporan. Namun, daftar Dishub juga menunjukkan persoalan teknis lain yang menarik perhatian.

Pada 1 September 2026, terdapat laporan perbaikan KWH di Kalipucang dan perbaikan jaringan kontrol di Cijulang. Kemudian, pada 2 September, masyarakat melaporkan kabel jaringan putus serta korsleting di Parigi.

Selain itu, terdapat laporan mengenai kabel jebol pada tiga tiang dengan panjang sekitar 150 meter di Parigi.

Masuk ke wilayah Langkaplancar, beberapa laporan pada 4 September berkaitan dengan PJU Sonet 250 watt. Aduannya mencakup kerusakan material dan jaringan.

Kemudian, pada 6 September, tercatat laporan tiga lampu merkuri padam di Cijulang. Sehari berikutnya, laporan lampu padam muncul dari Pangandaran.

Ada pula persoalan yang berbeda. Pada 8 September, Dishub mencatat kontaktor macet di Pangandaran serta PJU yang menyala pada siang hari di Kalipucang.

Sementara itu, laporan pada 9 September mencatat lampu Sonet yang menyala terus di Parigi.

Ragam laporan tersebut membuat data PJU Pangandaran periode ini lebih dari sekadar daftar lampu yang mati. Ada gangguan jaringan, komponen, kelistrikan, hingga kebutuhan pemasangan baru.

Ini 7 Aduan yang Belum Selesai

Di balik 18 laporan yang tercatat selesai, masih ada tujuh aduan yang berstatus belum selesai.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan permohonan pemasangan PJU baru di Parigi, PJU padam di Cijulang, serta lampu padam di Pangandaran.

Kemudian, terdapat laporan mengenai banyak PJU yang padam di Sidamulih. Pada 10 September, daftar tersebut juga mencatat empat lampu padam di Mangunjaya.

Laporan lainnya mencakup lampu padam di Parigi dan permohonan pemasangan PJU untuk Puskesmas Padaherang.

Dishub Pangandaran mencantumkan keterangan bahwa laporan yang belum selesai masih menunggu ketersediaan material.

Dengan kata lain, status belum selesai dalam daftar tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa laporan tidak mendapat tindak lanjut. Data yang dipublikasikan justru menyebut kebutuhan material sebagai kendala penyelesaian.

Masyarakat Bisa Melaporkan Gangguan PJU

Penerangan jalan menjadi salah satu fasilitas yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat. Karena itu, informasi mengenai kerusakan PJU penting bagi pengelola maupun warga.

Masyarakat yang menemukan lampu jalan padam, gangguan jaringan, atau persoalan penerangan lainnya dapat menyampaikan laporan kepada Dishub Pangandaran.

Dalam publikasinya, Dishub Pangandaran mencantumkan Call Center +62 822 9880 2445 sebagai saluran pengaduan gangguan PJU.

Laporan warga juga dapat membantu pemerintah daerah memperoleh informasi mengenai kondisi penerangan di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut dapat menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut sesuai kondisi dan kebutuhan.

Data periode 1–10 September 2026 menunjukkan bahwa 25 aduan PJU masuk dalam catatan pelayanan, dengan 18 laporan berstatus selesai dan tujuh lainnya masih menunggu material.

Bagi pembaca, angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan penerangan jalan perlu dilihat secara utuh. Sebab, lampu yang padam hanyalah salah satu bagian dari persoalan PJU; di baliknya ada jaringan, kelistrikan, material, pemeliharaan, hingga kebutuhan pemasangan baru.

Satu lampu padam mungkin hanya terlihat sebagai titik gelap. Namun, bagi pelayanan publik, satu laporan warga adalah titik terang untuk menemukan masalah dan memperbaikinya. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less