Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dalam Dua Hari, Garut Dilanda Tujuh Kebakaran Lahan

Dalam Dua Hari, Garut Dilanda Tujuh Kebakaran Lahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musim kemarau di Kabupaten Garut mulai menunjukkan dampaknya. Dalam waktu hanya dua hari, sedikitnya tujuh kejadian Kebakaran Lahan Garut tercatat di sejumlah kecamatan. Berdasarkan rekapitulasi laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, kebakaran tidak hanya menghanguskan lahan dan kebun bambu, tetapi juga beberapa kali mendekati permukiman warga. Beruntung, respons cepat petugas bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat berhasil mencegah kobaran api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Rentetan kebakaran lahan di Garut, kebakaran kebun bambu, dan meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau menjadi peringatan bahwa kondisi vegetasi yang mengering kini semakin mudah terbakar. Di sejumlah lokasi, warga bahkan sempat panik karena api bergerak cepat mengikuti embusan angin.

Api Hampir Mencapai Permukiman Warga

Peristiwa yang paling mengkhawatirkan terjadi di Kampung Pangkalan, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, pada Selasa (4/8/2026).

Kebakaran melanda area perkebunan seluas sekitar dua hektare. Kobaran api terus meluas hingga mendekati kawasan permukiman, sehingga memicu kekhawatiran warga sekitar.

Disdamkarmat Garut segera mengerahkan personel. Mereka mendapat dukungan dari Denbekang Garut, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat. Berkat kerja sama tersebut, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke rumah-rumah warga.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Kampung Nyalindung, Desa Cisitu, Kecamatan Malangbong, yang menghanguskan lahan bambu seluas sekitar 200 meter persegi. Laporan cepat dari masyarakat membantu petugas memadamkan api sebelum meluas. Hingga kini, penyebab dua kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan.

Lima Kebakaran Terjadi Hanya dalam Sehari

Situasi belum sepenuhnya mereda. Sehari kemudian, Rabu (5/8/2026), Disdamkarmat kembali menerima lima laporan kebakaran di lokasi berbeda.

Di Kecamatan Malangbong, kebakaran melanda lahan bambu sekitar 150 meter persegi di Kampung Cigorowong. Warga segera meminta bantuan karena api membesar dan dikhawatirkan mengenai jaringan kabel listrik.

Dua kejadian lainnya terjadi di Kecamatan Limbangan. Kebakaran pertama menghanguskan lahan milik warga di kawasan Pasir Astana dengan luas sekitar 50 x 50 meter. Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Kampung Kudang setelah api dari sisa pembakaran di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) merambat ke lahan dan kebun bambu seluas sekitar 30 x 30 meter.

Di Kecamatan Cilawu, kebun bambu milik Haji Miftah seluas sekitar 900 meter persegi ikut terbakar. Dugaan sementara mengarah pada kondisi vegetasi yang sangat kering. Gesekan ranting dan daun yang dipicu embusan angin diduga menjadi pemantik munculnya api.

Sementara itu, di Kecamatan Karangpawitan, lahan bambu seluas sekitar 500 meter persegi di Kampung Timbanghayu juga hangus terbakar. Warga segera menghubungi Call Center Disdamkarmat setelah melihat kobaran api terus membesar dan bergerak menuju area yang lebih luas.

Mengapa Kebakaran Mudah Terjadi Saat Kemarau?

Musim kemarau membuat rumput, semak, daun, dan ranting kehilangan kadar air. Dalam kondisi tersebut, percikan api kecil saja dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tertiup angin.

Selain faktor alam, aktivitas manusia juga berpotensi memicu kebakaran. Pembakaran sampah di lahan terbuka maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi awal munculnya titik api.

Karena itu, Disdamkarmat mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau masih berlangsung.

Apa yang Harus Dilakukan Warga?

Melihat meningkatnya Kebakaran Lahan Garut, masyarakat diimbau memperkuat langkah pencegahan.

Warga diminta tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, menghindari pembakaran sampah di sekitar vegetasi kering, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api sekecil apa pun. Penanganan pada tahap awal jauh lebih efektif dibandingkan ketika api sudah meluas dan mengancam permukiman.

Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah kerugian yang lebih besar selama musim kemarau.

Kolaborasi Jadi Kunci Menekan Risiko Kebakaran

Rentetan tujuh kebakaran dalam dua hari menunjukkan bahwa ancaman kebakaran lahan tidak lagi bersifat insidental, tetapi perlu menjadi perhatian bersama.

Keberhasilan menyelamatkan permukiman warga di Banyuresmi memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara petugas, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat. Tanpa laporan cepat dari warga dan respons sigap di lapangan, dampak kebakaran berpotensi jauh lebih besar.

Memasuki periode kemarau, kewaspadaan menjadi langkah pertama yang harus dijaga. Mencegah satu titik api berarti melindungi lingkungan, rumah, dan keselamatan banyak orang.

Kemarau memang tidak bisa dihentikan, tetapi kobaran api masih bisa dicegah. Satu puntung rokok atau satu pembakaran liar mungkin tampak sepele, tetapi dalam hitungan menit dapat berubah menjadi ancaman bagi satu kampung. Ketika semua warga peduli, setiap titik api bisa dihentikan sebelum berubah menjadi bencana. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tepuk Sakinah

    Tepuk Sakinah Warnai Bimbingan Perkawinan di KUA Indramayu

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Tepuk Sakinah jadi terobosan KUA Indramayu dalam bimbingan perkawinan, mencairkan suasana dan memperkuat nilai keluarga sakinah. albadarpost.com, LENSA. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Indramayu menghadirkan inovasi dalam bimbingan perkawinan dengan memperkenalkan Tepuk Sakinah. Metode unik ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga memperkuat pemahaman calon pengantin tentang pentingnya membangun keluarga sakinah. Suasana Bimbingan Jadi Lebih […]

  • Monyet Liar Ciamis

    Monyet Liar Ciamis Rusak Kebun, Petani Kian Resah

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Monyet liar Ciamis kembali meresahkan warga setelah puluhan ekor satwa tersebut memasuki area perkebunan di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kawanan monyet dilaporkan merusak tanaman jagung, kacang tanah, dan singkong yang sebagian besar sudah mendekati masa panen. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi […]

  • Jembatan Cirahong

    Warga Syok, Pria Santai Jajan Lalu Lompat ke Citanduy

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria misterius diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026). Peristiwa di kawasan perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis itu langsung membuat warga geger. Dalam hitungan detik, tubuh pria tersebut hilang ditelan derasnya arus sungai di bawah jembatan tua yang dikenal memiliki […]

  • BLT Kesra 2025

    BLT Kesra 2025: Pemerintah Kucurkan Bantuan Rp900 Ribu, Warga Diminta Waspadai Penipuan

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Pemerintah salurkan BLT Kesra 2025 senilai Rp900 ribu per keluarga. Cek penerima online dan waspadai modus penipuan. BLT Kesra 2025: Pemerintah Kembali Kucurkan Bantuan untuk Perkuat Daya Beli Rakyat albadarpost.com, LENSA – Pemerintah kembali menggulirkan BLT Kesra 2025 sebagai langkah konkret memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Program ini menjadi penopang tambahan […]

  • Ilustrasi seseorang menenangkan temannya sebagai simbol kasih sayang Nabi dan empati di tengah kehidupan modern

    Dunia Semakin Keras, Nabi Ajarkan Kasih Sayang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

     albadarpost.com, LIFESTYLE – Kasih sayang Nabi sering kita dengar, tetapi tidak selalu kita rasakan. Hadis Nabi tentang kasih sayang mengajarkan empati, kelembutan, dan kepedulian—nilai yang justru terasa semakin hilang di tengah kehidupan modern. Hari ini, orang mudah marah, cepat menghakimi, dan lambat memahami. Padahal, satu sikap lembut bisa menyelamatkan banyak hal. Hadis yang Menampar: Tanpa […]

  • Rekrutmen Polri 2026

    Polda Jabar Pastikan Seleksi Akpol 2026 Tanpa Jalur Belakang dan Titipan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DAERAH – Proses Rekrutmen Polri 2026 di lingkungan Polda Jawa Barat dipastikan berjalan secara bersih, transparan, dan akuntabel. Bahkan, peserta seleksi Taruna Akpol, Bintara, hingga Tamtama kini dapat langsung melihat nilai hasil ujian mereka sesaat setelah tes selesai melalui layar monitor yang tersedia di lokasi. Sistem seleksi terbuka itu menjadi sorotan publik karena […]

expand_less