Lansia Hilang di Pangandaran Ditemukan Selamat
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim TAGANA bersama warga mengevakuasi lansia yang sempat hilang di Kecamatan Cijulang, Pangandaran. Kamis (30/7/26)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lansia Hilang Pangandaran berakhir dengan kabar menggembirakan. Seorang warga lanjut usia yang sempat dilaporkan hilang saat mencari lidi di kawasan Sungai Cilebok akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah pencarian yang melibatkan TAGANA Pangandaran, warga, aparat desa, TNI, Polri, dan sejumlah unsur lainnya.
Korban diketahui bernama Iyon Sahwiyan (75) atau yang akrab disapa Aki Geyon, warga Dusun Kalensari RT 26 RW 06, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Ia ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (30/7/2026), setelah sempat menghilang selama kurang lebih dua setengah jam.
Informasi tersebut berdasarkan laporan kegiatan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Pangandaran yang melakukan pendampingan selama proses pencarian hingga korban kembali ke rumah.
Berangkat Seperti Biasa, Namun Tak Kunjung Pulang
Menurut laporan TAGANA, Aki Geyon setiap hari memiliki kebiasaan mencari lidi di kebun yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Lokasi tersebut berada di sekitar bantaran Sungai Cilebok dan sudah sangat dikenalnya.
Pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga mulai merasa khawatir karena korban belum juga pulang seperti biasanya.
Dugaan sementara, korban melintasi Sungai Cilebok hingga memasuki area yang belum pernah dilewatinya. Kondisi penglihatannya yang sudah menurun membuatnya kesulitan mengenali arah jalan pulang sehingga akhirnya tersesat.
Melihat situasi tersebut, keluarga segera melaporkan kejadian kepada Ketua RT, RW, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta meminta bantuan TAGANA dan unsur terkait lainnya.
Warga Menyisir Jejak Hingga Korban Berhasil Ditemukan
Tidak lama setelah laporan diterima, warga bersama aparat dan relawan langsung bergerak melakukan pencarian.
Mereka menyisir jalur yang biasa dilalui korban, termasuk area kebun, tepian sungai, hingga mengikuti jejak telapak kaki yang ditemukan di lokasi.
Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 19.30 WIB. Salah seorang warga menemukan Aki Geyon di sekitar Saung Cidahon, tidak jauh dari kawasan pencarian.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi basah kuyup akibat berada di area sekitar sungai. Meski demikian, kondisinya sadar dan dapat segera dievakuasi kembali ke rumah.
Suasana haru langsung menyelimuti kediaman korban. Warga yang sejak awal ikut mencari menyambut kepulangan Aki Geyon dengan rasa syukur karena pencarian berakhir tanpa menimbulkan korban jiwa.
TAGANA Berikan Pendampingan kepada Keluarga
Selain membantu proses pencarian, TAGANA Kabupaten Pangandaran juga melakukan asesmen kejadian serta menyebarluaskan informasi kepada pihak terkait.
Relawan turut memberikan layanan dukungan psikososial kepada keluarga selama proses pencarian berlangsung agar mereka tetap tenang menghadapi situasi tersebut.
Dalam operasi kemanusiaan ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya TAGANA Kabupaten Pangandaran, Pemerintah Desa Kondangjajar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Cijulang, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kondangjajar, serta masyarakat setempat.
Personel TAGANA yang ikut bertugas meliputi Ema dari Kecamatan Cijulang, Ade Gunawan dari Cijulang, dan Herdiman dari Kecamatan Cimerak.
Kepedulian Warga Jadi Kunci Penyelamatan
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kepedulian masyarakat ketika ada warga yang dilaporkan hilang, terutama lansia yang memiliki keterbatasan fisik atau penurunan kemampuan penglihatan.
Respons cepat keluarga, koordinasi aparat, serta kerja sama warga dan relawan menjadi faktor utama yang mempercepat proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika anggota keluarga lanjut usia beraktivitas di area kebun, hutan, atau lokasi yang berdekatan dengan sungai, terutama jika memiliki gangguan penglihatan atau daya ingat yang menurun.
Kolaborasi antara warga, pemerintah desa, aparat keamanan, dan relawan kebencanaan menjadi contoh nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat di tingkat masyarakat.
Di tengah derasnya arus kehidupan, kepedulian warga tetap menjadi cahaya yang menuntun seseorang kembali ke rumah. Malam itu, bukan hanya seorang lansia yang ditemukan, tetapi juga bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di Pangandaran. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar