Iduladha 2026, Polres Tasikmalaya Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Warga
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama menyerahkan hewan kurban Iduladha 2026 kepada masyarakat dan pondok pesantren, Rabu (27/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Momentum Kurban Polres Tasikmalaya 2026 terasa berbeda tahun ini. Di tengah suasana Iduladha 1447 Hijriah, keluarga besar Polres Tasikmalaya menyalurkan puluhan hewan kurban ke masyarakat dan pondok pesantren di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Bukan hanya soal jumlah hewan yang meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, tetapi juga tentang cara kepolisian mencoba hadir lebih dekat dengan masyarakat lewat momentum sosial dan keagamaan.
Sejak pagi, suasana di lingkungan Asrama Polisi (Aspol) Polres Tasikmalaya tampak sibuk. Aroma rumput dari kandang sementara masih terasa bercampur dengan udara pagi. Sejumlah personel terlihat membantu menyiapkan proses penyembelihan, sementara warga sekitar mulai berdatangan sambil membawa kantong daging dan kupon pembagian.
Kapolres Tasikmalaya Wahyu Pristha Utama mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus semangat berbagi dari para personel kepolisian.
Total hewan kurban yang berhasil dikumpulkan mencapai 11 ekor sapi dan 16 ekor domba.
“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat berbagi sebanyak 11 ekor sapi dan 16 ekor domba. Hewan-hewan ini kami salurkan ke berbagai titik, mulai dari masyarakat umum hingga ke sejumlah pondok pesantren yang ada di wilayah Tasikmalaya,” ujar AKBP Wahyu Pristha Utama, Rabu (27/5/2026).
Distribusi hewan kurban dilakukan ke berbagai wilayah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Selain pondok pesantren, sejumlah kelompok warga juga menerima bantuan hewan kurban tersebut.
Di beberapa titik, anak-anak tampak berdiri cukup lama memperhatikan proses penurunan sapi dari kendaraan pengangkut. Ada yang sesekali merekam menggunakan ponsel. Ada pula yang hanya menonton sambil berteduh di bawah pohon sekitar lokasi.
Suasana seperti itu membuat momen kurban terasa lebih hidup dan dekat dengan masyarakat.
Penyembelihan Digelar di Aspol dengan Protokol Kebersihan Ketat
Selain mendistribusikan hewan hidup ke pesantren dan masyarakat, Polres Tasikmalaya juga menggelar penyembelihan hewan kurban di lingkungan Aspol.
Di lokasi tersebut, petugas menyembelih 3 ekor sapi dan 3 ekor domba. Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban langsung dikemas untuk kemudian dibagikan kepada warga sekitar dan kelompok masyarakat lain yang dinilai membutuhkan bantuan.

Polres Tasikmalaya kurban 11 Sapi dan 16 Domba, Rabu (27/5/2026).
Panitia pelaksana menerapkan protokol kebersihan cukup ketat selama proses pemotongan hingga distribusi daging berlangsung. Personel kepolisian dan panitia terlihat bergantian membantu proses pengemasan agar pembagian berjalan lebih cepat.
Sesekali suara plastik kemasan terdengar bersahutan dengan takbir yang masih diputar pelan dari pengeras suara sekitar Aspol. Beberapa warga lanjut usia juga tampak duduk menunggu sambil berbincang kecil mengenai harga kebutuhan pokok yang belakangan naik.
Hal-hal sederhana seperti itu membuat suasana Iduladha terasa lebih hangat.
Kapolres: Polisi Ingin Hadir Tidak Hanya Saat Penegakan Hukum
AKBP Wahyu Pristha Utama menegaskan bahwa kegiatan kurban bukan sekadar agenda rutin tahunan atau seremoni keagamaan semata. Menurutnya, momentum Iduladha juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam penegakan hukum, tapi juga dalam momentum sosial seperti ini. Semoga daging kurban ini membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi warga yang menerima,” katanya.
Pernyataan itu mendapat respons positif dari sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan pondok pesantren penerima bantuan. Mereka menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Selain itu, kehadiran polisi dalam kegiatan sosial seperti kurban dinilai mampu memperkuat kedekatan emosional dengan warga.
Hari ini, banyak masyarakat mengenal aparat hanya lewat berita kriminal atau penegakan hukum di media sosial. Namun momentum seperti Iduladha memperlihatkan sisi lain yang lebih humanis.
Bahwa di balik seragam dan tugas menjaga keamanan, ada juga upaya membangun hubungan sosial dengan masyarakat lewat aksi nyata.
Kurban Jadi Pengingat tentang Kepedulian Sosial
Iduladha pada akhirnya bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat penting tentang kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, pembagian daging kurban menjadi kebahagiaan sederhana yang sangat berarti.
Kadang yang membuat seseorang merasa diperhatikan bukan jumlah bantuannya.
Tetapi karena masih ada yang datang dan peduli.
Di hari ketika ribuan orang berbicara tentang pengorbanan, langkah paling terasa sering kali justru datang dari hal sederhana:
membagikan kebahagiaan kepada mereka yang mungkin sudah lama menahannya sendirian. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar