Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta

Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHHackclub Campfire menjadi sorotan setelah remaja 14 tahun asal Tasikmalaya tampil percaya diri dalam ajang ngoding nasional tersebut. Kompetisi teknologi bertajuk Hackclub Campfire atau lomba game development ini digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas dari Jabodetabek. Event ini membuka ruang kolaborasi lintas daerah sekaligus memperkuat ekosistem programmer muda Indonesia.

Arkanurrizky A.H, siswa SMPN 1 Kota Tasikmalaya, hadir dengan semangat besar untuk menambah pengalaman sekaligus memperluas jejaring sesama pengembang gim. Meski usianya masih belia, Arkan sudah sepuluh kali mengikuti kompetisi serupa dan mengoleksi tiga kemenangan dari ajang nasional maupun internasional.

Hackclub Campfire Jadi Magnet Talenta Muda

Hackclub sebagai penyelenggara menghadirkan Hackclub Campfire selama dua hari penuh di Perpustakaan Jakarta Cikini. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Menariknya, panitia tidak menerapkan proses seleksi sehingga kompetisi ini benar-benar terbuka untuk umum.

Selama dua hari, peserta fokus mengembangkan dan menyempurnakan karya mereka. Hari pertama dimanfaatkan untuk membangun konsep dan prototipe, sementara hari kedua diarahkan pada penyempurnaan fitur serta presentasi hasil akhir. Atmosfer kompetitif terasa kuat, namun kolaborasi tetap menjadi ruh utama kegiatan.

Selain itu, Hackclub Campfire mendorong peserta untuk saling berbagi wawasan. Karena itu, banyak peserta memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi, bertukar ide, hingga merencanakan proyek bersama di masa depan.

Arkanurrizky, Konsisten Bangun Jejak di Dunia Game Development

Arkanurrizky A.H mengaku mengikuti Hackclub Campfire karena ingin memperkaya pengalaman game jam sekaligus memperluas networking. Ia menyebut event seperti ini sangat penting bagi pengembang gim muda.

“Saya ingin menambah pengalaman lomba ngoding dan bertemu sesama gamedev,” ujarnya kepada redaksi.

Sebelumnya, Arkan telah mengikuti sepuluh event serupa. Dari seluruh partisipasi tersebut, ia meraih kemenangan di G4C Student Challenge (online), Uni GameJam (online), serta International Environmental Coding Competition di Bandung. Catatan ini menunjukkan konsistensinya dalam mengasah kemampuan.

Meski demikian, ia tidak berpuas diri. Justru, Hackclub Campfire menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas karya sekaligus menguji kemampuan di tingkat yang lebih luas.

Dukungan Jadi Harapan Keluarga

Orang tua Arkan berharap sekolah dan pemerintah memberikan dukungan serta apresiasi terhadap talenta muda di bidang teknologi. Menurut mereka, lomba luar kota sering kali membutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit.

Saat pertama kali mengikuti lomba di Jakarta pada November lalu, Arkan mendapat dukungan dari legislator provinsi asal Kota Tasikmalaya. Selain itu, saat mengikuti kegiatan di Bandung, ia juga memperoleh bantuan serupa. Namun ke depan, keluarga berharap dukungan bisa lebih sistematis dan berkelanjutan.

Baca juga: Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya

Karena itu, Hackclub Campfire tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga simbol pentingnya perhatian terhadap generasi muda digital. Dengan dukungan yang tepat, potensi seperti Arkan dapat berkembang lebih maksimal.

Ekosistem Digital Remaja Terus Tumbuh

Perkembangan teknologi mendorong semakin banyak remaja tertarik pada dunia coding dan game development. Hackclub Campfire membuktikan bahwa minat tersebut terus meningkat, terutama di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Selain kompetisi, kegiatan ini mempertemukan komunitas pengembang muda dalam suasana yang produktif. Mereka tidak hanya berlomba, tetapi juga membangun relasi dan kolaborasi jangka panjang. Oleh sebab itu, event seperti Hackclub Campfire berperan strategis dalam mencetak talenta digital masa depan.

Ke depan, dukungan dari berbagai pihak akan sangat menentukan. Jika sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas bergerak bersama, maka Kota Tasikmalaya berpeluang melahirkan lebih banyak inovator muda di bidang teknologi. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kekuatan militer Iran

    Jarang Disorot, Kekuatan Militer Iran Ternyata Bukan Sekadar Senjata

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pembahasan tentang kekuatan militer Iran sering berfokus pada jumlah senjata. Namun, realitas di lapangan jauh lebih kompleks. Strategi militer Iran dan pendekatan perang asimetris justru menjadi kunci utama yang membuat negara ini diperhitungkan. Karena itu, memahami kekuatan Iran tidak cukup hanya melihat tank atau jet tempur. Selain itu, Iran mengembangkan cara […]

  • Ilustrasi keluarga Singapura dengan anak kecil membahas manfaat Kredit Child LifeSG S$500 dalam Belanjawan 2026

    Setiap Anak Singapura Dapat 500 Dolar dari Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menegaskan komitmennya terhadap keluarga melalui kebijakan konkret. Dalam APBN 2026, pemerintah mengumumkan Kredit Child LifeSG 500 Dolar Singapura bagi setiap anak warga negara Singapura berusia di bawah 12 tahun. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian publik karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga secara langsung. Langkah tersebut tidak muncul dalam ruang […]

  • status KTP

    Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Masalah status KTP buruh perkebunan di Jember menghambat akses bantuan sosial dan kesehatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Status KTP yang keliru membuat Buniman, 65 tahun, hidup di tengah kemiskinan ekstrem tanpa akses bantuan sosial maupun layanan kesehatan. Warga Perkebunan Kopi Silosanen, Kecamatan Silo, Jember, itu tercatat sebagai karyawan BUMN pada kartu identitasnya, padahal ia hanya buruh […]

  • pencurian motor

    Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menangkap pasutri pelaku pencurian motor dengan modus penipuan, mayoritas korbannya pelajar. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya menangkap pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan. Penangkapan ini menegaskan kembali kerentanan pelajar sebagai kelompok sasaran kejahatan jalanan, sekaligus membuka pola kejahatan yang memanfaatkan relasi sosial palsu. […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan latar langit senja melambangkan tawakal dan tafwid kepada Allah.

    Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tawakal dan Tafwid bukan sekadar istilah tasawuf, melainkan kewajiban batin yang ditegaskan dalam kitab Safinah an-Naja. Dalam ajaran Islam, tawakal berarti bersandar kepada Allah setelah berikhtiar, sedangkan tafwid bermakna menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dua sikap ini membentuk fondasi ketenangan jiwa seorang Muslim. Karena itu, memahami tawakal dan tafwid menjadi […]

  • sertifikat tanah

    Pentingnya Sertifikat Tanah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kasus Nenek Elina di Surabaya menegaskan risiko sengketa tanah tanpa sertifikat tanah yang kuat dan sah. albadarpost.com, FOKUS – Kasus pengusiran dan perobohan rumah yang dialami Nenek Elina Widjajati di Surabaya kembali menyorot persoalan klasik kepemilikan lahan di Indonesia: lemahnya perlindungan hukum bagi warga yang belum memiliki sertifikat tanah resmi. Peristiwa ini penting karena menyangkut […]

expand_less