Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta

Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHHackclub Campfire menjadi sorotan setelah remaja 14 tahun asal Tasikmalaya tampil percaya diri dalam ajang ngoding nasional tersebut. Kompetisi teknologi bertajuk Hackclub Campfire atau lomba game development ini digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas dari Jabodetabek. Event ini membuka ruang kolaborasi lintas daerah sekaligus memperkuat ekosistem programmer muda Indonesia.

Arkanurrizky A.H, siswa SMPN 1 Kota Tasikmalaya, hadir dengan semangat besar untuk menambah pengalaman sekaligus memperluas jejaring sesama pengembang gim. Meski usianya masih belia, Arkan sudah sepuluh kali mengikuti kompetisi serupa dan mengoleksi tiga kemenangan dari ajang nasional maupun internasional.

Hackclub Campfire Jadi Magnet Talenta Muda

Hackclub sebagai penyelenggara menghadirkan Hackclub Campfire selama dua hari penuh di Perpustakaan Jakarta Cikini. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Menariknya, panitia tidak menerapkan proses seleksi sehingga kompetisi ini benar-benar terbuka untuk umum.

Selama dua hari, peserta fokus mengembangkan dan menyempurnakan karya mereka. Hari pertama dimanfaatkan untuk membangun konsep dan prototipe, sementara hari kedua diarahkan pada penyempurnaan fitur serta presentasi hasil akhir. Atmosfer kompetitif terasa kuat, namun kolaborasi tetap menjadi ruh utama kegiatan.

Selain itu, Hackclub Campfire mendorong peserta untuk saling berbagi wawasan. Karena itu, banyak peserta memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi, bertukar ide, hingga merencanakan proyek bersama di masa depan.

Arkanurrizky, Konsisten Bangun Jejak di Dunia Game Development

Arkanurrizky A.H mengaku mengikuti Hackclub Campfire karena ingin memperkaya pengalaman game jam sekaligus memperluas networking. Ia menyebut event seperti ini sangat penting bagi pengembang gim muda.

“Saya ingin menambah pengalaman lomba ngoding dan bertemu sesama gamedev,” ujarnya kepada redaksi.

Sebelumnya, Arkan telah mengikuti sepuluh event serupa. Dari seluruh partisipasi tersebut, ia meraih kemenangan di G4C Student Challenge (online), Uni GameJam (online), serta International Environmental Coding Competition di Bandung. Catatan ini menunjukkan konsistensinya dalam mengasah kemampuan.

Meski demikian, ia tidak berpuas diri. Justru, Hackclub Campfire menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas karya sekaligus menguji kemampuan di tingkat yang lebih luas.

Dukungan Jadi Harapan Keluarga

Orang tua Arkan berharap sekolah dan pemerintah memberikan dukungan serta apresiasi terhadap talenta muda di bidang teknologi. Menurut mereka, lomba luar kota sering kali membutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit.

Saat pertama kali mengikuti lomba di Jakarta pada November lalu, Arkan mendapat dukungan dari legislator provinsi asal Kota Tasikmalaya. Selain itu, saat mengikuti kegiatan di Bandung, ia juga memperoleh bantuan serupa. Namun ke depan, keluarga berharap dukungan bisa lebih sistematis dan berkelanjutan.

Baca juga: Cashback Halal atau Haram? Ini Jawaban Fikihnya

Karena itu, Hackclub Campfire tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga simbol pentingnya perhatian terhadap generasi muda digital. Dengan dukungan yang tepat, potensi seperti Arkan dapat berkembang lebih maksimal.

Ekosistem Digital Remaja Terus Tumbuh

Perkembangan teknologi mendorong semakin banyak remaja tertarik pada dunia coding dan game development. Hackclub Campfire membuktikan bahwa minat tersebut terus meningkat, terutama di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Selain kompetisi, kegiatan ini mempertemukan komunitas pengembang muda dalam suasana yang produktif. Mereka tidak hanya berlomba, tetapi juga membangun relasi dan kolaborasi jangka panjang. Oleh sebab itu, event seperti Hackclub Campfire berperan strategis dalam mencetak talenta digital masa depan.

Ke depan, dukungan dari berbagai pihak akan sangat menentukan. Jika sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas bergerak bersama, maka Kota Tasikmalaya berpeluang melahirkan lebih banyak inovator muda di bidang teknologi. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Spanyol ke Final Piala Dunia

    Spanyol Bungkam Prancis, Tiket Final Piala Dunia Diraih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Spanyol ke Final Piala Dunia setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal Piala Dunia 2026. La Roja lolos ke final berkat permainan yang efektif sejak babak pertama, sementara Les Bleus gagal memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan. Berdasarkan laporan pertandingan Flashscore serta statistik pertandingan, kemenangan ini mengantar Spanyol kembali tampil di […]

  • Produk Lokal Garut

    Tak Lagi Jual Mentah, Produk Pangan Lokal Garut Mulai Jadi Andalan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Garut kali ini tidak hanya berbicara soal harga sembako murah menjelang Idul Adha. Di balik keramaian warga yang berburu minyak goreng, telur, hingga daging ayam dengan harga terjangkau, muncul pesan yang jauh lebih besar: produk lokal Garut mulai didorong naik kelas. Bupati Garut, Abdusy Syakur […]

  • OTT KPK Kejari

    KPK Tangkap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KPK menangkap Kepala Kejari Hulu Sungai Utara dalam OTT terkait dugaan pemerasan yang libatkan aparat penegak hukum. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan. Penindakan ini penting karena menyentuh langsung institusi penegak hukum yang selama ini ditempatkan sebagai […]

  • nusantara hub

    Pantau Mudik Real-Time, Ini Cara Baru Hindari Macet Lebaran 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nusantara Hub kini menjadi solusi utama dalam memantau mudik 2026, terutama untuk melihat arus mudik secara real-time. Platform digital ini memungkinkan masyarakat mengikuti pergerakan transportasi, kondisi lalu lintas, hingga situasi cuaca secara langsung. Melalui sistem ini, pemudik tidak lagi bergantung pada informasi yang terlambat atau tidak jelas. Sebaliknya, mereka bisa mengambil […]

  • Petugas Dishub berjaga di perempatan Jalan Gunungsari Cipanas Tasikmalaya sambil mengawasi truk tambang pasir.

    Dishub Tasikmalaya Jaga Ketat Jalan Gunungsari-Cipanas

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perempatan Cipanas Galunggung Sukaratu, Selasa (12/5/2026), terasa sedikit berbeda. Udara masih dingin. Kabut tipis belum sepenuhnya hilang dari sekitar Kampung Nyalindung, Jawa Barat. Namun di sisi jalan, tiga petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya sudah berdiri sejak pagi sambil memperhatikan kendaraan yang melintas satu per satu. Sesekali suara rem angin […]

  • Seorang ilustrator digital menggambar bunga menggunakan tablet dan stylus di meja rumah sederhana dengan suasana hangat.

    Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aktivitas menggambar kini tidak lagi identik dengan meja penuh cat air, kuas basah, atau tumpukan kertas gambar. Menggambar digital mulai menjadi pilihan banyak anak muda karena terasa lebih praktis, cepat, dan fleksibel. Namun di balik kemudahan itu, ternyata ada hal yang menurut sebagian pelukis tidak bisa tergantikan. “Feel healing-nya beda,” kata Hasnawati, […]

expand_less