Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bakti kepada Ibu: Prioritas Utama Muslim

Bakti kepada Ibu: Prioritas Utama Muslim

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Islam menempatkan ibu sebagai prioritas utama bakti umat karena pengorbanan dan perannya dalam kehidupan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Ajaran Islam menempatkan ibu pada posisi paling utama dalam urusan bakti dan penghormatan keluarga. Penegasan ini bukan sekadar pesan moral, melainkan prinsip dasar yang berdampak langsung pada cara umat membangun relasi keluarga, etika sosial, dan tanggung jawab antar generasi.

Dalam sejumlah hadits sahih, Rasulullah SAW menegaskan bahwa ibu adalah pihak yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dari anaknya. Penekanan tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan ibu bukan simbol, melainkan kewajiban yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Di tengah perubahan sosial dan tekanan ekonomi yang kian kompleks, ajaran ini menjadi rujukan penting. Bakti kepada ibu tidak hanya bernilai ibadah personal, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan keluarga dan pendidikan moral masyarakat.


Hadits Sahih Menegaskan Prioritas Bakti

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah menjadi rujukan utama dalam menjelaskan posisi ibu. Dalam riwayat itu, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang siapa yang paling berhak diperlakukan dengan baik.

Jawaban Rasulullah tegas dan berulang. “Ibumu,” ujar beliau. Ketika pertanyaan itu diulang hingga tiga kali, jawaban yang sama tetap diberikan. Baru pada pertanyaan keempat, Rasulullah menyebut ayah.

Para ulama menjelaskan, pengulangan tersebut bukan tanpa makna. Ibu disebut tiga kali karena memikul beban biologis dan psikologis yang tidak dapat digantikan. Proses mengandung, melahirkan, dan menyusui dipandang sebagai bentuk pengorbanan besar yang tidak terputus, bahkan sebelum seorang anak mampu mengenal dunia.

Hadits lain yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Mughirah bin Syu’bah semakin mempertegas posisi tersebut. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah mengharamkan perbuatan durhaka kepada ibu. Larangan ini menempatkan durhaka kepada ibu sebagai dosa besar dengan konsekuensi moral dan spiritual yang serius.


Kemuliaan Ibu dalam Kerangka Jihad dan Ibadah

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menyandingkan bakti kepada orang tua—terutama ibu—dengan konsep jihad. Seorang sahabat datang meminta izin untuk berjihad. Rasulullah justru menanyakan keberadaan orang tuanya. Ketika dijawab masih ada, Rasulullah memerintahkan agar jihad dilakukan dengan merawat dan berbakti kepada mereka.

Baca juga: “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

Makna hadits ini memberi perspektif luas. Jihad tidak selalu bermakna angkat senjata. Dalam konteks keluarga, merawat ibu yang telah berkorban seumur hidup dipandang sebagai perjuangan moral yang nilainya tinggi di sisi Allah.

Ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” kerap dipahami sebagai simbol kedekatan antara bakti kepada ibu dan keselamatan akhirat. Artinya, jalan menuju ridha Allah tidak terpisah dari cara seorang anak memperlakukan ibunya dengan hormat, sabar, dan tanggung jawab.


Pesan Sosial di Balik Ajaran Keagamaan

Kemuliaan ibu dalam Islam tidak berdiri sendiri sebagai doktrin spiritual. Ia membawa pesan sosial yang jelas. Ketika ibu dihormati, struktur keluarga menjadi lebih kuat. Ketika ibu dirawat, nilai empati dan tanggung jawab diwariskan kepada generasi berikutnya.

Larangan durhaka kepada ibu juga berfungsi sebagai pagar moral. Islam tidak hanya memerintahkan kebaikan, tetapi juga memberi batas tegas terhadap perilaku yang merusak relasi keluarga. Dalam konteks masyarakat modern, pesan ini relevan untuk mencegah kekerasan verbal, pengabaian, hingga penelantaran orang tua.

Baca juga: Makna Ayat Seribu Dinar dalam Ikhtiar Rezeki

Para ulama menekankan bahwa bakti kepada ibu tidak berhenti pada ucapan. Ia menuntut kesediaan mendengar, membantu, dan menjaga martabat ibu dalam kondisi apa pun, termasuk saat usia lanjut dan kondisi kesehatan menurun.


Konteks Kekinian dan Dampak bagi Umat

Di tengah meningkatnya beban hidup, ajaran tentang kemuliaan ibu menjadi pengingat penting bagi umat Islam. Bakti kepada ibu bukan hanya urusan ibadah individual, tetapi juga bagian dari etika publik dalam membangun masyarakat yang beradab.

Islam menempatkan ibu sebagai pintu utama menuju ridha Allah. Menghormati dan merawatnya adalah investasi moral yang dampaknya melampaui keluarga inti. Ia membentuk karakter, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga nilai kemanusiaan dalam kehidupan bersama.


Ajaran Islam tentang kemuliaan ibu menegaskan satu hal mendasar: kualitas iman tercermin dari cara seorang anak memperlakukan ibunya. Bakti bukan simbol, melainkan tanggung jawab seumur hidup yang menjadi jalan menuju ridha Allah.

Islam menempatkan ibu sebagai prioritas bakti karena pengorbanannya, menjadikannya jalan utama menuju ridha Allah dan surga. (Red)


Alfatihah bagi ibu para pembaca AlbadarPost yang telah wafat.


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sejarah mushaf alquran

    Fakta Mengejutkan Sejarah Mushaf Al-Qur’an yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Sejarah mushaf alquran menjadi salah satu perjalanan paling penting dalam peradaban Islam. Sejak awal, Al-Qur’an tidak langsung berbentuk kitab seperti sekarang. Sebaliknya, wahyu disampaikan secara lisan, kemudian ditulis secara bertahap oleh para sahabat. Proses penulisan Al-Qur’an ini melibatkan hafalan kuat, pencatatan manual, serta verifikasi ketat yang memastikan keasliannya tetap terjaga hingga hari […]

  • Sejarah BPK

    Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Perjalanan sejarah BPK dari 1947 hingga reformasi yang membentuk lembaga audit negara yang independen. albadarpost.com, PELITA – Kekuatan sebuah negara sering terlihat dari cara ia memperlakukan uang publik. Sejarah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi contoh bagaimana arsitektur pengawasan negara dibentuk, diubah, dan disesuaikan dengan arah politik Indonesia sejak 1947. Perjalanan lembaga ini memperlihatkan bagaimana pengawasan […]

  • Ilustrasi grafik saham digital dengan konsep investasi saham syariah dan hukum jual beli saham dalam Islam.

    5 Fakta Hukum Jual Beli Saham, Nomor 2 Mengejutkan Banyak Investor

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hukum jual beli saham sering menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Muslim. Sebagian orang menilai investasi saham halal, sementara yang lain masih meragukannya. Oleh karena itu, pemahaman tentang hukum saham dalam Islam serta investasi saham menurut syariah sangat penting agar aktivitas finansial tetap sesuai dengan prinsip agama. Seiring berkembangnya pasar modal, semakin […]

  • Pelabuhan Batam dipadati warga Singapura yang menyeberang untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan hidup akibat mahalnya biaya hidup di Singapura

    Batam Jadi Pelarian Biaya Hidup Warga Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Setiap 30–60 menit, sebuah kapal feri berangkat dari Singapura menuju Batam. Ritmenya lebih menyerupai jadwal MRT kota maju ketimbang transportasi laut lintas negara. Jumlah penumpangnya pun mencolok: sekitar 10.000 orang per hari. Fenomena ini terjadi di luar musim liburan. Batam sedang mengalami sesuatu yang melampaui lonjakan wisata. Kota ini berubah menjadi […]

  • Perbedaan malam Lailatul Qadr antara NU dan Muhammadiyah

    Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbincangan mengenai Lailatul Qadr yang berbeda kembali muncul di tengah masyarakat. Tahun ini, sebagian umat Islam menyebut malam ini sebagai malam 27 Ramadan menurut pemerintah dan Nahdlatul Ulama, sementara bagi Muhammadiyah malam yang sama justru dihitung sebagai malam ke-28 Ramadan. Perbedaan ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah Lailatul Qadr berbeda bagi masing-masing […]

  • Jamaah Palestina melaksanakan salat Id di luar kompleks Masjid Al-Aqsa akibat pembatasan akses oleh otoritas Israel.

    Tangis Idul Fitri di Palestina: Shalat Id Dilarang di Al-Aqsa

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Larangan shalat Id Al Aqsa menjadi sorotan dunia setelah otoritas Israel melarang warga Palestina melaksanakan salat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Kebijakan tersebut langsung memicu perhatian global karena menyangkut salah satu situs suci umat Islam. Biasanya, ribuan jamaah memadati area masjid pada hari raya. Namun tahun ini suasana […]

expand_less