Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Evaluasi Drainase Tasikmalaya Menguat pada Musim Hujan

Evaluasi Drainase Tasikmalaya Menguat pada Musim Hujan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai ujian nyata drainase Tasikmalaya dan dampaknya bagi keselamatan publik.


Kota di Ambang Ujian

albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan BMKG tentang hujan lebat sepanjang Desember menempatkan drainase Tasikmalaya pada momen pembuktian paling krusial. Kota ini, yang saban tahun berhadapan dengan banjir di titik-titik langganan, kembali harus menilai apakah ratusan proyek infrastruktur tahun 2025 benar-benar menjawab keresahan publik. Inilah isu utamanya: hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan cermin kualitas tata kelola. Dan dampaknya menyangkut langsung hidup warga—dari akses jalan, keselamatan berkendara, hingga penghidupan pedagang kecil.

Fakta Dasar dan Data Pendukung

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), hampir 100 proyek yang bersentuhan langsung dengan drainase Tasikmalaya digulirkan sepanjang 2025, dengan total anggaran lebih dari Rp10 miliar. Angka itu belum termasuk pekerjaan yang menggunakan nomenklatur “irigasi” atau “sistem pembuangan”, yang kemungkinan menambah skala pekerjaan.

Publik menaruh harapan besar. Ketika curah hujan mencapai puncak di akhir tahun, mereka ingin melihat kerja yang bukan hanya tertulis di dokumen, tetapi terlihat di jalan dan permukiman. Asep Marinda dari Gabrutas menyebut Desember sebagai ruang uji paling objektif atas rangkaian proyek tersebut.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir di Tasikmalaya, Warga Minta Penanganan Serius

Ia menilai indikatornya sederhana: bila hujan deras turun dan aliran air tetap bergerak tanpa menciptakan genangan lama, ada perbaikan. Bila sebaliknya, maka uang rakyat kembali hilang tanpa hasil. Pandangan itu sejalan dengan logika publik: infrastruktur semestinya terlihat kerjanya pada situasi paling menantang.

Infrastruktur Tanpa Perawatan Tidak Akan Menyelamatkan Kota

Editorial ini menilai bahwa tantangan utama drainase Tasikmalaya bukan sekadar panjang saluran atau besarnya anggaran, melainkan konsistensi perawatan dan kecermatan desain teknis. Banyak persoalan banjir bukan lahir dari satu titik saluran yang dangkal, tetapi dari kombinasi faktor: pertemuan arus dari perumahan yang tak terpetakan, sedimentasi yang lama tak disedot, serta sampah yang setiap hari jatuh ke parit.

Baca juga: Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

Masalah perawatan drainase—seperti yang dikeluhkan warga hingga menyentuh persoalan mobil pengangkut sampah yang mogok berhari-hari—adalah alarm yang harus ditanggapi serius. Infrastruktur tidak pernah berdiri sendiri; ia memerlukan sistem operasi harian. Tanpa pengawasan dan perawatan, pembangunan sebesar apa pun akan lumpuh pada musim hujan berikutnya.

Redaksi memandang bahwa pemerintah kota terlalu sering menjadikan curah hujan sebagai kambing hitam, padahal hujan hanya memperlihatkan kelemahan struktur pengelolaan kota. Curah hujan bukan penyebab banjir; kelemahan manajemen adalah penyebab utamanya.

Konteks Historis dan Perbandingan

Pola ini berulang bertahun-tahun. Dari kawasan HZ, Sutisna Senjaya, hingga Cikurubuk, genangan selalu muncul pada lokasi yang sama. Kota yang pernah terdampak banjir berulang biasanya memiliki dua ciri: perencanaan teknis yang terputus antara satu titik dengan titik lainnya, serta budaya pemeliharaan yang sporadis.

Banyak kota di negara lain—Bangkok, Seoul, Hiroshima—melalui fase serupa, tetapi berhasil keluar karena tiga hal: pemetaan aliran air berbasis data, perawatan saluran yang terjadwal, dan transparansi anggaran. Tasikmalaya sebetulnya sudah memiliki modal pertama, yaitu data. Namun data tanpa tindakan hanya akan menjadi halaman laporan yang tidak mengubah keadaan.

Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost berpandangan bahwa ujian terhadap drainase Tasikmalaya bukan sekadar persoalan teknis, tetapi ujian akuntabilitas. Pemerintah kota harus menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dihabiskan benar-benar memperkuat ketahanan kota menghadapi iklim ekstrem.

Kami menyerukan tiga hal. Pertama, buka data aliran drainase secara transparan agar publik dapat memantau progresnya. Kedua, rancang ulang sistem perawatan sampah dan saluran air yang tidak bergantung pada kesiapan alat semata. Ketiga, evaluasi seluruh proyek 2025 tanpa menunggu laporan akhir tahun; hujan sudah memberikan indikator yang lebih jujur dari dokumen apa pun.

Perubahan bukan hanya janji politik, tetapi kerja teknis yang dapat diukur langsung oleh warga saat air turun dari langit.

Reflektif

Desember menjadi cermin yang tidak dapat dibohongi. Bila drainase Tasikmalaya bekerja baik, kota ini akan melihat hasilnya dalam aliran air yang mengalir tanpa hambatan. Bila tidak, maka tahun ini kembali menjadi pengingat bahwa komitmen pembangunan harus disertai keberanian untuk memperbaiki diri. Kota ini berhak atas sistem yang bekerja, bukan sekadar proyek yang selesai. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT oknum LSM

    Oknum LSM Terjaring OTT Polres Subang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kepolisian Resor Subang menegaskan tidak memberi ruang bagi praktik pemerasan yang menyasar aparatur pemerintahan desa. Seorang oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) karena diduga memeras belasan kepala desa di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. OTT oknum LSM tersebut dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Subang […]

  • klasifikasi jalan Indonesia

    Jangan Salah Lagi! Ini Bedanya Jalan Nasional, Provinsi, hingga Desa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernah merasa heran kenapa ada jalan yang lebar, halus, dan nyaman dilalui, tetapi di tempat lain justru sempit bahkan rusak? Jawabannya berkaitan erat dengan *klasifikasi jalan Indonesia*, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dan jalan desa. Sistem ini menentukan siapa yang mengelola, memperbaiki, dan memprioritaskan setiap ruas jalan. […]

  • Pedagang UMKM kuliner menjual makanan populer dengan antrean pembeli di warung sederhana

    Rahasia UMKM Kuliner yang Selalu Ramai Pembeli

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira keberhasilan usaha makanan hanya bergantung pada modal besar. Padahal kenyataannya berbeda. Banyak UMKM kuliner laris yang justru berkembang dari usaha kecil di pinggir jalan. Bahkan beberapa usaha kuliner rumahan mampu menarik pembeli setiap hari tanpa promosi besar. Fenomena ini menunjukkan bahwa bisnis kuliner kecil yang laris sering muncul dari […]

  • gratifikasi hari raya

    Larangan THR untuk ASN: Bupati Tasikmalaya Terbitkan Surat Edaran

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan kebijakan tegas terkait gratifikasi hari raya. Melalui Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0018 Tahun 2026, seluruh aparatur sipil negara (ASN) diminta tidak meminta maupun menerima hadiah atau tunjangan hari raya dari masyarakat maupun perusahaan. Kebijakan ini merupakan langkah pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi hari raya, yang sering […]

  • Polemik paspor pemain Timnas Indonesia

    Drama Paspor Pemain Timnas Meledak di Liga Belanda, Karier Pemain Terancam

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Polemik paspor pemain Timnas Indonesia kini menjadi sorotan besar di Eropa. Kasus yang dikenal sebagai polemik paspor Timnas Indonesia atau “paspoortgate” memicu keputusan mengejutkan setelah sejumlah klub Belanda menghentikan sementara aktivitas pemain diaspora Indonesia. Kontroversi status kewarganegaraan ini langsung berdampak pada karier pemain serta memunculkan pertanyaan baru tentang efek naturalisasi di […]

  • berat badan saat lebaran

    Berat Badan Naik Saat Lebaran? Ini Cara Cerdas Tanpa Diet Ketat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Berat badan saat Lebaran sering naik drastis karena pola makan berubah. Namun, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas tanpa khawatir. Kunci menjaga berat badan saat hari raya ada pada strategi sederhana yang konsisten, bukan diet ekstrem. Banyak orang langsung menghindari makanan favorit. Padahal, cara itu sering gagal karena memicu makan berlebihan di […]

expand_less